Tak Jera, Netanyahu Kembalikan Pelemahan Peradilan dalam Agenda Pemerintah Israel

Kamis, 25 Mei 2023 - 05:15 WIB
loading...
Tak Jera, Netanyahu...
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berada di gedung parlemen. Foto/REUTERS
A A A
TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan setelah persetujuan anggaran negara tadi malam bahwa "reformasi peradilan" untuk melemahkan peradilan "pasti" akan kembali ke agenda pemerintah.

Dia menambahkan, "Tetapi kami mencoba mencapai pemahaman, dan saya berharap kami akan berhasil dalam hal ini."

"Kami memenangkan pemilu, kami mengesahkan anggaran, kami akan melanjutkan selama empat tahun lagi," tulis Netanyahu di Facebook setelah anggaran disetujui.

Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich mengatakan anggaran "mencerminkan stabilitas pemerintah", mengklaim itu "luar biasa" meskipun ada peringatan dari pejabat senior di Kementerian Keuangan bahwa sejumlah besar uang yang akan dipompa ke lembaga ultra-Ortodoks dapat merusak pertumbuhan di masa depan.

Smotrich mengklaim anggaran tersebut akan mendorong investasi modal dalam teknologi tinggi dan akan memungkinkan investasi besar-besaran dalam sistem kesehatan yang telah diabaikan selama bertahun-tahun, investasi besar dalam kemampuan pemerintahan dan aparat keamanan, dan investasi besar-besaran dalam pendidikan tinggi dan sistem pendidikan di semua tingkatan.

Dia menjelaskan, "Ekonomi Israel adalah salah satu ekonomi yang paling stabil dan terkuat. Ketika badai ekonomi terjadi di dunia, kami adalah yang pertama keluar darinya. Ini terjadi sekarang juga berkat anggaran."



Undang-undang pajak properti Arnona, menurut Smotrich, yang mengambil uang dari otoritas lokal di Israel dan mentransfernya ke pemukiman ilegal tanpa keuntungan otoritas lokal Arab, akan memperbaiki kekurangan yang telah ada selama bertahun-tahun.

Sementara itu, ketua oposisi Israel Yair Lapid menggambarkan anggaran tersebut sebagai "anggaran terburuk dan paling merusak dalam sejarah negara."

Dia menegaskan, "Tidak ada kabar baik di dalamnya, tidak ada perlawanan terhadap biaya hidup, hanya ada pemerasan tanpa akhir. Anggaran ini merupakan pelanggaran kontrak dengan warga Israel. Kita semua dan anak-anak kita dan anak-anak dari anak-anak kita akan membayarnya."
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Siapa Walid Ahmad? Remaja...
Siapa Walid Ahmad? Remaja Palestina yang Tewas di Penjara Israel Dikenal Pencetak Gol Terbanyak di Timnya
Israel Serang Sekolah...
Israel Serang Sekolah di Gaza, 27 Orang Tewas
Israel: Perang Bisa...
Israel: Perang Bisa Berhenti Besok jika Hamas Bebaskan Sandera dan Tinggalkan Gaza
Hongaria Mundur dari...
Hongaria Mundur dari ICC saat Kunjungan Buronan Penjahat Perang Netanyahu
Netanyahu Ungkap Militer...
Netanyahu Ungkap Militer Israel akan Bangun Koridor Morag di Gaza
Israel Ingin Rebut Wilayah...
Israel Ingin Rebut Wilayah yang Lebih Luas, Hamas Siap Melawan
4 Negara Mayoritas Islam...
4 Negara Mayoritas Islam Rayakan Lebaran dalam Kondisi Berperang, dari Palestina hingga Suriah
AS Larang Personel Diplomatik...
AS Larang Personel Diplomatik di China Berhubungan Asmara dengan Warga Lokal
Dimakzulkan sebagai...
Dimakzulkan sebagai Presiden Korsel, Begini Komentar Yoon Suk Yeol
Rekomendasi
Gempa Myanmar Hancurkan...
Gempa Myanmar Hancurkan Kota Purba di Mandalay
Airlangga Temui Anwar...
Airlangga Temui Anwar Ibrahim Merespons Kebijakan Trump
Arus Balik, Gerbang...
Arus Balik, Gerbang Tol Cikatama Dipadati Kendaraan dari Trans Jawa Malam Ini
Berita Terkini
10 Negara Sahabat Amerika...
10 Negara Sahabat Amerika Serikat, Mayoritas Anggota NATO
21 menit yang lalu
Siapa Abdullah Al Sabah?...
Siapa Abdullah Al Sabah? PM Kuwait yang Sempat Dituduh Masuk Kristen
1 jam yang lalu
4 Alasan Uni Eropa Masih...
4 Alasan Uni Eropa Masih Butuh NATO, Salah Satunya Rusia Jadi Ancaman
2 jam yang lalu
Siapa Walid Ahmad? Remaja...
Siapa Walid Ahmad? Remaja Palestina yang Tewas di Penjara Israel Dikenal Pencetak Gol Terbanyak di Timnya
3 jam yang lalu
10 Negara yang Kena...
10 Negara yang Kena Tarif Impor Trump Terbesar, Mayoritas Negara-negara Asia
7 jam yang lalu
Ini 3 Negara Musuh AS...
Ini 3 Negara Musuh AS yang Tidak Terkena Tarif Impor Trump, Kok Bisa?
8 jam yang lalu
Infografis
Bos Shin Bet Israel...
Bos Shin Bet Israel Yakin akan Berdirinya Negara Palestina
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved