5.000 Wisatawan Polandia Bakal Banjiri Indonesia pada 2017

Rabu, 13 Juli 2016 - 19:30 WIB
5.000 Wisatawan Polandia...
5.000 Wisatawan Polandia Bakal Banjiri Indonesia pada 2017
A A A
JAKARTA - Ribuan wisman Polandia akan membanjiri Indonesia hingga kuartal I 2017. Jumlahnya cukup besar. Dari paparan Panorama Destination (PDES) – anak usaha PT Panorama Sentrawisata Tbk, akan ada 5.000 wisman Polandia yang akan berwisata ke Indonesia hingga 2017 nanti.

"Angkanya mencapai 5.000. Semua dari Polandia," ujar Ricky Setiawanto, Direktur Panorama Destination di Jakarta.

Dalam menjalankan strategi ini, Panorama Destination menggandeng Rainbow—agen perjalanan terbesar nomor dua di Polandia. “Sejak 2013, kami sudah bekerja sama sangat baik dengan Rainbow Tours. Dan pada tahun ini kami berkomitmen untuk mendatangkan lebih banyak turis asal Polandia dengan memakai pesawat carter,” katanya.

Ya, ribuan wisman Polandia itu dijadwalkan datang dengan sejumlah penerbangan carter Boeing 787-Dreamliner milik LOT Polish Airllines. Rutenya adalah Warsawa—Denpasar.

Rupanya, penerbangan carter itu sangat diminati wisman Polandia. Rute pesawat yang fleksibel dan bisa ditentukan pemesan, membuat tren wisata wisata model ini laku keras di Warsawa.

"Ini jadi tren baru di bisnis Pariwisata. Gelombang pertama akan tiba pada 24 Juni 2016. Nantinya jadwal kedatangan diatur setiap dua minggu sekali. Rata-rata ada 250 turis per kedatangan. Dan kedatangan wisman Polandia ini akan terus berlanjut hingga hingga Maret 2017," tambah Ricky.

Dari paparan Ricky, sejumlah destinasi yang bakal dikunjungi wisman Polandia tersebut tersebar di beberapa lokasi seperti di Jawa, Bali, Pulau Komodo-Flores, Tanjung Puting-Kalimantan, Toraja, hingga Papua.

Menpar Arief Yahya menyambut gembira perkembangan terbaru wisman asal Polandia yang mulai bergairah itu. Suasana seperti ini memang harus ditangkap dan dihandle dengan baik oleh industri pariwisata nasional. Apa yang dilakukan Panorama itu cukup memberi angin segar bagi pariwisata nasional.

"Destinasinya juga sudah mulai variatif? Dan itu semakin memperkuat spirit Kemenpar untuk terus mengembangkan Bali-Bali baru," ujar Arief.

Saat ini, Arief sedang gencar-gencarnya mempromosikan 10 top destinasi baru yang biasa dipublish dengan istilah 10 Bali Baru itu. Dari Toba Sumut, Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu Jakarta, Borobudur Jawa Tengah, Bromo Tengger Semeru Jawa Timur, Mandalika Lombok, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sultra, Morotai Maltara. "Ke-10 destinasi itu sedang giat-giatnya membangun 3A, atraksi, akses dan amenitas, sebagai prasyarat untuk memajukan pariwisata," kata Arief.
(alv)
Berita Terkait
Siap-Siap! WITF 2025...
Siap-Siap! WITF 2025 Kembali dengan Skala Lebih Besar, Lebih Baik
Wonderful Indonesia...
Wonderful Indonesia Gourmet
Dukung Wonderful Indonesia...
Dukung Wonderful Indonesia Lewat Kompetisi Design Challenge
Angela Tanoesoedibjo...
Angela Tanoesoedibjo Resmikan Wonderful Indonesia Outlook
Elok! ke Borobudur Wajib...
Elok! ke Borobudur Wajib Kunjungi Desa Wisata Candirejo dan Karangrejo
Kemenparekraf Beri Penghargaan...
Kemenparekraf Beri Penghargaan ke 50 Mitra Co-Branding Wonderful Indonesia
Berita Terkini
Apa Itu Longevity? Gaya...
Apa Itu Longevity? Gaya Hidup Sehat yang Mulai Tren di Indonesia
28 menit yang lalu
Liburan Sekolah, Makau...
Liburan Sekolah, Makau Tawarkan Paket Wisata Keluarga Hanya Rp1 Jutaan!
1 jam yang lalu
Mampir Bentar: Di Balik...
Mampir Bentar: Di Balik Kesuksesannya, Nowela Idol Akhirnya Bongkar Masa-Masa paling Kelam di Hidupnya
1 jam yang lalu
Korban Disiksa Selama...
Korban Disiksa Selama 3 Tahun, Mengapa Tak Melawan? Ini Penjelasan Psikolog!
2 jam yang lalu
Tahan Air mata di Depan...
Tahan Air mata di Depan Robby Purba, Regina Tak Menyangka Mendapat Perlakuan Ini dari Nowela Idol
2 jam yang lalu
Aldi Taher Ungkap Rahasia...
Aldi Taher Ungkap Rahasia Rezeki Lancar, Kuncinya Muliakan Ibu dan Rajin Salat
3 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved