alexa snippet

Synchronize Festival Menyatukan Perbedaan dalam Musik

Synchronize Festival Menyatukan Perbedaan dalam Musik
Para musisi yang akan tampil di Synchronize Festival 2016 berpose bersama usai konferensi pers di kawasan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (19/10) / Foto/SINDOnews/Wahyu Nugroho
A+ A-
JAKARTA - Sebanyak 104 band dari segala jenis musik siap untuk mengentakkan panggung Synchronize Festival 2016 yang bakal digelar selama tiga hari di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta. Para musisi yang berasal dari dekade 1970 hingga 2000-an dan beraneka macam jenis musik itu akan menghibur para penonton pada 28-30 Oktober 2016.

Festival musik seperti ini disebut pernah berjalan pada tahun 2000 dan 2005, dan saat ini kembali digerakkan meski persiapannya hanya sekitar 2,5 bulan. "Sudah sekitar empat tahun dipikirkan. Ini bukan hanya sekadar festival musik, tapi ini adalah sebuah movement, pergerakkan," sebagaimana ditegaskan penggagas sekaligus Festival Director Synchronize Fest, David Karto saat menjumpai awak media di kawasan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (19/10) sore.

Lima panggung, yang masing-masing diberi nama Dynamic Stage, Lake Stage, Forest Stage, District Stage, dan Gigs Stage, dipersiapkan oleh penyelenggara untuk menampilkan 104 band yang seluruhnya merupakan band dan musisi dalam negeri.

"Dengan venue yang daya tampungnya sekitar 15.000-20.000 penonton, kami menargetkan maksimal 20.000 penonton tiap harinya," terang Direktur PT Dyandra Promosindo, Muhammad Riza. "Kalau sudah mencapai 20.000 penonton maka akan kami tutup, ini demi kenyamanan para penonton," Riza menambahkan.

Di acara ini, para penonton nantinya akan disuguhi alunan musik cadas death metal bertemu dengan syahdunya musik dangdut legendaris. Di samping itu, tak ketinggalan juga dentuman musik horror punk, indie rock, jazz eksperimental, hip-hop, grindcore, pop mainstream, hingga punk rock dan aura folk yang semuanya dikemas dalam satu paket. Ini layaknya berbeda-beda dalam musik namun semuanya bisa menjadi satu.

"Kami yakin Synchronize Festival ini mampu mengelaborasikan seluruh lapisan musik Indonesia dan menjadikan ajang musik ini terbaik di tanah air," ungkap Riza dengan antusias.

Pada hari pertama (28/102016), akan hadir di atas pentas sejumlah band atau musisi, seperti Besok Bubar, DDHEAR (Dialog Dini Hari – Endah N Rhesa), Deadsquad, Gangstarasta, Goodnight Electric, Indra Lesmana & Keytar Trio, Jasad, NTRL, Payung Teduh, Pure Saturday, Ras Muhamad, Rocket Rockers, Sheila On 7, Souljah, Steven Jam, Yura Yunita dan musisi lainnya.

Hari berikutnya yang bakal manggung adalah Begundal Lowokwaru, Bonita & The Hus Band, D’jenks, Dead Vertical, Death Vomit, Down For Life, Endank Soekamti, Kunto Aji, Laid This Nite & Lala Karmela, Monkey to Millionaire, Noxa, Orkes Moral Pengantar Minum Racun, P Project, Rajasinga, Soneta Group, Superglad, Taring, The Brandals, The Flowers, The Hydrant, White Shoes & the Couples Company dan beberapa musisi lainnya.

Hari terakhir tak kalah menarik, dan musisi yang pentas di hari penutup antara lain 90’s Hip Hop All Star (Iwa K, Blackskin, NEO, Sweet Martabak), Barasuara, Barry Likumahuwa feat. Adinda Shalahita & Albert Fakdawer, Dewa Budjana & Tohpati, Efek Rumah Kaca, FSTLVST, Glenn Fredly, Gugun Blues Shelter, Koil, Komunal, Krakatau, Maliq & D’essentials, Mocca, Morfem, Navicula, Seringai, Shaggydog, Silampukau, The Groove, The SIGIT, Tony Q Rastafara, Tulus dan lainnya.

Tidak sekadar pesta musik, Synchronize Festival turut memberikan ruang khusus untuk clothing, termasuk juga film, art, dan kuliner.



(nug)
dibaca 4.892x
loading gif
Top