alexa snippet

Docquity Buat Dokter di DTPK Berkualitas

Docquity Buat Dokter di DTPK Berkualitas
Pihak IDI menjelaskan fungsi Docquity, aplikasi yang memudahkan dokter di daerah terpencil untuk meningkatkan kualitasnya. Foto/ Sindonews/ Diana Rafikasari.
A+ A-
JAKARTA - Minimnya dokter dan banyaknya hambatan serta kendala yang dialami dokter yang bertugas di daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan (DTPK) memberikan dampak besar pada kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pun fokus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan setiap dokter di DTPK dengan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran terkini. Salah satunya melalui aplikasi Docquity.

"Docquity merupakan aplikasi berbasis mobile apps sebagai salah satu solusi yang bisa di manfaatkan setiap anggota IDI,"  kata perwakilan IDI Dr Mahesa Paranadipa MH di kantor Pusat IDI, Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Docquity dilengkapi dengan tiga fitur utama yakni, CME Online yang akan memberikan informasi ilmiah kedokteran terbaru serta melakukan evaluasi diri, professional network memberikan ruang komunikasi antar dokter untuk mempererat hubungan dan berbagi informasi serta telekonsultasi antar dokter, fitur yang memberikan dukungan konsultasi jarak jauh antar dokter.

"Untuk saat ini fitur CME Online dan professional networks dihadirkan bagi anggota IDI dengan tujuan mempercepat penyebaran informasi ilmiah kedokteran terbaru. Selain itu, fitur CME Online juga bisa dimanfaatkan anggota IDI untuk mengumpulkan satuan kredit profesi (SKP) yang menjadi syarat untuk sertifikasi ulang," jelasnya.

Menariknya, Docquity bisa digunakan meski tidak ada jaringan internet yang terhubung pada gadget. Dengan demikian, setiap dokter yang berada di DTPK tetap bisa membaca artikel-artikel imiah yang sebelumnya telah di download untuk kemudian mengikuti uji diri.

"Dokter bisa download artikel dan menjawab soal-soal dan di klik jawaban dari setiap pertanyaan. Bisa dikerjakan dalam keadaan offline tanpa internet. Kalau sudah mengerjakan, nanti ada info kalau sudah ngerjain kursus dan dapat sertifikat. Jadi dokter nggak perlu ke Jakarta untuk seminar," jelasnya.

Hadirnya aplikasi yang bisa didapat secara gratis melalui Apple Store dan Play Store ini pun diharapkan bisa memperbaiki pelayanan setiap dokter di DTPK dan menjaga kualitas serta menjadi kontrol untuk dokter di Indonesia.

"Semoga dengan keberadaan Docquity ini bisa membantu dokter untuk tetap terjaga kompetisinya dan bisa terus menjalin hubungan antar sesama dokter," pungkasnya.



(tdy)
dibaca 3.440x
loading gif
Top