Jangan Abai Soal Berat Badan Anak

Jum'at, 22 Mei 2015 - 07:52 WIB
Jangan Abai Soal Berat...
Jangan Abai Soal Berat Badan Anak
A A A
ORANG tua tentu bahagia melihat anak-anak mereka tumbuh besar dan sehat. Anak dengan badan yang besar kerap dianggap lucu dan menggemaskan. Namun, anak dengan pipi tembam dan badan gempal tak lagi lucu jika mereka telah memasuki usia sekolah.

Anggapan bahwa anak dengan bobot badan “subur” sebagai tolok ukur anak yang sehat harus mulai ditinggalkan. Jika dibiarkan, akan berdampak pada kondisi kesehatan mereka pada masa yang akan datang. Sayangnya, orang tua masih abai soal perkara ini.

“Hasil ini konsisten dengan penelitian sebelumnya yang menyebutkan, terdapat jumlah yang cukup tinggi pada orang tua yang memiliki persepsi yang salah bahwa kelebihan berat badan anak pada prasekolah dianggap sebagai berat badan yang ideal,” ungkap Dustin Duncan, seorang asisten profesor dari NYU Langone Medical CenterdiNew York, dikutip dari situs HealthDay dari rilis yang diterbitkan NYU Langone Medical Center.

Penelitian yang dilakukan Dustin Duncan dan lainnya menganalisis data dari orang tua di Amerika yang terlibat dalam survei nasional pada 1988-1994 dan 2007-2012. Kelompok survei pertama meliputi orang tua dari lebih dari 3.800 anak-anak dan kelompok survei kedua meliputi orang tua dari hampir 3.200 anak-anak. Para orang tua diberikan pertanyaan apakah mereka menganggap anak mereka (yang berusia sekitar 2-5 tahun) berada dalam kelompok berat badan yang “kurang”, “tepat”, atau “lebih”.

Di antara orang tua dari anak laki-laki yang kelebihan berat badan, sebanyak 97% dari mereka adalah kelompok survei pertama. Sementara 95% dari mereka yang disurvei kelompok kedua percaya bahwa anak-anak mereka berada pada berat badan yang tepat. Di antara orang tua dari anak perempuan yang kelebihan berat badan, sebanyak 88% adalah kelompok survei pertama. Sementara 93% dari mereka yang disurvei kelompok kedua percaya bahwa anak-anak mereka berada pada berat badan yang tepat.

Temuan ini berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Childhood Obesity secara online pada April lalu. Anak-anak yang tergolong dalam kelompok survei yang kedua lebih banyak yang dianggap “kelebihan berat badan” daripada kelompok yang kedua. Oleh karena itu, menurut para peneliti, temuan ini menunjukkan bahwa persepsi orang tua terhadap berat anak-anak mereka relatif tidak berubah adalah mengkhawatirkan.

Temuan penelitian ini penting karena orang tua yang mengakui bahwa anak-anak mereka kelebihan berat badan memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk membantu anak-anak mereka menjadi langsing. Para peneliti menemukan, orang tua dengan penghasilan rendah dan ras kulit hitam cenderung mempertimbangkan bahwa anak-anak dengan kelebihan berat badan merupakan berat badan yang tepat.

“Hal ini terutama menyangkut karena Afrika-Amerika dan anak dari orang tua dengan penghasilan rendah anak di Amerika Serikat memiliki tingkat obesitas tertinggi,” kata Duncan dalam rilis berita. Menurut peneliti senior, Dr Jian Zhang, seorang profesor epidemiologi di Universitas Georgia Selatan, salah satu cara untuk mengatasi tingkat obesitas tinggi di Amerika Serikat adalah dengan memberikan pemahaman kepada orang tua untuk mengenali kapan anakanak mereka dianggap memiliki kelebihan berat badan.

“Kita perlu strategi yang efektif untuk mendorong diskusi yang melibatkan tenaga pelayanan kesehatan dengan orang tua tentang berat badan yang sesuai untuk anak-anak mereka. Ini akan menjadi penting untuk manajemen berat badan anak dan pencegahan obesitas,” kata Zhang dalam rilis berita.

Larissa huda
(ars)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Bukan Hantu, Monster...
Bukan Hantu, 'Monster Pabrik Rambut' Sajikan Horor dari Dunia Kerja yang Melelahkan
19 menit yang lalu
Erin Wartia Ungkap Alasan...
Erin Wartia Ungkap Alasan Ganti Sunan Kalijaga, Kecewa Kasusnya Dialihkan
1 jam yang lalu
Usai Tinggalkan NCT,...
Usai Tinggalkan NCT, Mark Resmi Dirikan Perusahaan Kreatif Upper Room
1 jam yang lalu
Rekomendasi Microdrama...
Rekomendasi Microdrama V+Short Bertema Perselingkuhan, Konfliknya Bikin Emosi!
2 jam yang lalu
Art & Bali 2026 Hadirkan...
Art & Bali 2026 Hadirkan Seniman Dunia, Nuanu Tanam 1.000 Pohon
2 jam yang lalu
Aturan Baru BPJS Kesehatan...
Aturan Baru BPJS Kesehatan per 1 Juni 2026, Kontrol Harus Sesuai Tanggal Surat
2 jam yang lalu
Infografis
5 Badan Intelijen Terbaik...
5 Badan Intelijen Terbaik pada 2025, Nomor 2 Paling Kejam dan Kontroversial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved