Fortifikasi Cegah Defisiensi Mikronutrien

Kamis, 28 Mei 2015 - 11:09 WIB
Fortifikasi Cegah Defisiensi...
Fortifikasi Cegah Defisiensi Mikronutrien
A A A
PEMBERIAN MPASI di Indonesia belum sesuai dengan rekomendasi WHO. Kemungkinan hal ini yang menjadi salah satu penyebab masih tingginya angka malnutrisi.

“Berdasarkan kajian literatur, secara umum praktik pemberian MPASI pada anak belum optimal. Hal ini menjadi salah satu penyebab masih tingginya angka malanutrisi pada anak di Indonesia,” ungkap dr Trevino dari Kedokteran Komunitas Universitas Indonesia, Jakarta. Kekurangan asupan mikronutrien dalam jangka panjang dapat berakibat pada defisiensi zat gizi mikro sampai terjadi gejala klinis seperti anemia.

Head of Public Health Nutrition Department Dr Jorg Spieldenner, seorang staf ahli dari Nestlé Research Center di Lausanne, melakukan beberapa penelitian mengenai defisiensi mikronutrien. Dalam studi Nestlé Research Center yang diterbitkan tahun lalu, model ekonomi kesehatan digunakan untuk menghitung total biaya akibat kekurangan zat besi, vitamin A, dan zink pada kelompok anak-anak usia enam bulan sampai lima tahun di Filipina.

Hasil penelitian menunjukkan biaya medis yang dikeluarkan karena kekurangan zat besi, zink, dan vitamin A di Filipina mencapai USD30 juta atau sekitar Rp390 miliar per satu tahun untuk satu generasi. Namun yang lebih mengkhawatirkan adalah kerugian produktivitas kerja karena berkurangnya pendapatan seumur hidup. Di Indonesia angka kerugian mencapai miliaran dolar untuk kasus anemia saja.

Salah satu solusi untuk mencegah defisiensi mikronutrien adalah dengan fortifikasi pangan. Gera dkk (2012) mengkaji 60 penelitian percobaan fortifikasi yang dilakukan di Asia, Afrika, Eropa, Australia, dan Amerika pada negara berpenghasilan rendah hingga menengah. Penelitian sebagian besar dilakukan pada anak-anak.

Hasilnya menunjukkan, konsumsi makanan dengan fortifikasi zat besi meningkatkan konsentrasi hemoglobin dan menurunkan risiko terjadinya anemia serta defisiensi besi. Fortifikasi dipandang cara yang efektif untuk mencegah terjadinya defisiensi zat besi dan anemia.

Sri noviarni
(ftr)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Ratu Sofya Sambangi...
Ratu Sofya Sambangi Polda Metro Jaya, Ada Apa?
2 jam yang lalu
Maia Estianty Soroti...
Maia Estianty Soroti Dolar Tembus Rp18.000, Curhat soal Pajak
3 jam yang lalu
Begini Respons Ruben...
Begini Respons Ruben Onsu Usai Permintaan Maaf Sarwendah Viral
4 jam yang lalu
Richard Lee Resmi Dilimpahkan...
Richard Lee Resmi Dilimpahkan ke Kejati Banten, Tinggal Tunggu Jadwal Sidang Perdana
6 jam yang lalu
Indonesia Manufacturing...
Indonesia Manufacturing Symposium 2026, Membangun Sistem Enterprise
18 jam yang lalu
Album Baru Slank Republik...
Album Baru Slank Republik Fufu Fafa Resmi Meluncur, Sarat Kritik Sosial
19 jam yang lalu
Infografis
Cegah Gencatan Senjata,...
Cegah Gencatan Senjata, Israel Palsukan Penemuan Terowongan Hamas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved