Mengenal Penyakit Aneurisma

Rabu, 10 Juni 2015 - 07:48 WIB
Mengenal Penyakit Aneurisma
Mengenal Penyakit Aneurisma
A A A
MUNGKIN belum banyak orang yang tahu mengenai aneurisma. Penyakit aneurisma adalah pelebaran dinding pembuluh darah pada otak yang memang bisa disebabkan kelemahan dinding akibat bawaan lahir atau secara mekanik karena tekanan darah tinggi.

Penyebab lainnya, yaitu infeksi atau pernah mengalami trauma pada dinding pembuluh darah. Penyakit aneurisma bersifat multifaktorial, memang awalnya disebut kelainan bawaan atau genetik. “Namun setelah diteliti, ternyata penyakit ini bisa disebabkan oleh hipertensi. Tekanan darah tinggi bisa menyebabkan dinding pembuluh darah melebar, sekarang bisa disebut kalau aneurisma itu multifaktorial,” kata dokter spesialis bedah saraf RS Mitra Kemayoran Dr Mardjono Tjahjadi SpBS FFNS dalam acara seminar kesehatan mengenai Penanganan Terkini Bedah Saraf, di Penang Bistro, Jakarta, pada 21 Mei lalu.

Menurut Mardjono, aneurisma tidak mempunyai gejala jika tidak pecah, kecuali aneurisma itu sudah besar sekali sehingga membentuk efek masa. Artinya, ini seperti tumor yang menekan jaringan di sekitarnya dan menjadi keras karena adanya pengapuran di dalamnya, itu baru menimbulkan gejala, meskipun jarang terjadi dan persentasenya kecil. Jika aneurisma otak pecah, terdapat beberapa gejala yang akan timbul, seperti sakit kepala tiba-tiba dan intens, sakit leher dan kekakuan, mual dan muntah, pandangan kabur, kepekaan terhadap cahaya, mengantuk, gangguan berbicara, kebingungan, dan kejang.

“Penyakit ini memang bisa menyerang anak-anak. Sementara aneurisma yang dipengaruhi hipertensi biasanya menyerang orang di atas 40 tahun,” kata Mardjono. Lebih lanjut dia menjelaskan, aneurisma lebih banyak menyerang perempuan, terutama di negara Finlandia. Sejauh ini, di Indonesia pun aneurisma lebih banyak menyerang perempuan.

“Untuk mencegah penyakit ini, bisa dilakukan dengan menghindari darah tinggi. Juga hindari merokok karena merokok melemahkan dinding pembuluh darah,” kata Mardjono. Menurut dia, aneurisma bisa sembuh, terutama definitif sembuh kalau dijepit, tapi juga ada kemungkinan timbul di tempat lain, dan kemungkinan terjadi lagi juga ada.

“Tindakan penjepitan hanya bisa dilakukan dengan operasi atau endovaskuler dan belum ditemukan obatnya. Semoga 20 tahun ke depan bisa ketemu obatnya,” kata Mardjono. Saat ini masyarakat belum banyak yang mengetahui tentang aneurisma ini.

Iman firmansyah
(ars)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Erin Wartia Ungkap Alasan...
Erin Wartia Ungkap Alasan Ganti Sunan Kalijaga, Kecewa Kasusnya Dialihkan
16 menit yang lalu
Usai Tinggalkan NCT,...
Usai Tinggalkan NCT, Mark Resmi Dirikan Perusahaan Kreatif Upper Room
56 menit yang lalu
Rekomendasi Microdrama...
Rekomendasi Microdrama V+Short Bertema Perselingkuhan, Konfliknya Bikin Emosi!
1 jam yang lalu
Art & Bali 2026 Hadirkan...
Art & Bali 2026 Hadirkan Seniman Dunia, Nuanu Tanam 1.000 Pohon
1 jam yang lalu
Aturan Baru BPJS Kesehatan...
Aturan Baru BPJS Kesehatan per 1 Juni 2026, Kontrol Harus Sesuai Tanggal Surat
2 jam yang lalu
Pengadilan Tolak Seluruh...
Pengadilan Tolak Seluruh Gugatan Nikita Mirzani, Reza Gladys Menang Telak
2 jam yang lalu
Infografis
Chronic Venous Insufficiency,...
Chronic Venous Insufficiency, Penyakit yang Diderita Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved