Bantal Tua Sarang Penyakit

Rabu, 08 Juli 2015 - 09:39 WIB
Bantal Tua Sarang Penyakit
Bantal Tua Sarang Penyakit
A A A
Selain matras yang fleksibel dan suasana kamar yang sejuk, ternyata bantal yang lembut dan empuk juga merupakan faktor utama yang membuat tidur menjadi lebih lelap.

Tak heran, tak sedikit orang memiliki bantal favorit yang selalu menjadi teman dalam menemani tidur mereka. Namun, kebanyakan orang tidak mengetahui bahwa menyimpan bantal terlalu lama ternyata dapat menjadi sarang penyakit. Seperti yang dilansir Daily Mail, bantal memiliki umur yang bervariasi, bergantung kualitas dan bahan yang digunakan pada bantal tersebut.

“Bantal poliester yang tidak mengembung harus diganti setelah sedikitnya enam bulan dan bantal poliester yang penuh cenderung tetap mendukung sampai lima tahun, dengan bulu dan wol bantal hingga delapan tahun,” kata Naville Moore, Managing Director of Online dari Slumber Slumber.

Bantal yang disimpan terlalu lama ternyata mengandung sejumlah makhluk mikroskopis yang berbahaya, kuman, bakteri, minyak, sel kulit mati, serta debu yang berada di dalam bantal yang bisa menempel ke wajah setiap malam. “Jika bantal tidak dicuci dan dirawat dengan benar, bantal dapat terisi dengan kotoran, minyak, kulit mati, dan debu yang dapat memperburuk alergi seperti asma,” kata Neville.

Kapan Anda harus mengganti bantal? Fisioterapis Sammy Margo mengatakan, cara mengetes bantal yang masih layak dipakai adalah dengan melipat bantal menjadi dua bagian, jika bantal kembali seperti semula, maka bantal masih layak untuk digunakan. Jika sebaliknya, bantal masih tetap melipat, maka bantal sudah waktunya untuk diganti (Broken Pillow Test).

Selain itu, perhatikan juga usia bantal, gejala seperti hidung tersumbat atau kerap bersin pada pagi hari setelah bangun tidur, serta tidur malam yang tidak nyenyak merupakan tanda bahwa bantal tidur harus segera diganti. Cara lain adalah dengan mencuci bantal tidur setiap dua bulan sekali dan jemur di bawah terik matahari untuk mengurangi populasi kuman dan serangga.

Mg-2
(bbg)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Tio Pakusadewo Belum...
Tio Pakusadewo Belum Jalani Operasi Katup Jantung, Dewi Irawan Ungkap Alasannya
3 jam yang lalu
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps. 12: Suasana Kampung Berubah Mencekam, Mila Cemaskan Kondisi Ayah Mertuanya
4 jam yang lalu
Nonton Microdrama China...
Nonton Microdrama China V+Short Gentle Torment of Love, Simak Dulu Sinopsisnya!
4 jam yang lalu
Lelah Terus Dihina,...
Lelah Terus Dihina, Elly Sugigi Rela Habiskan Rp100 Juta untuk Oplas Hidung dan Mata
5 jam yang lalu
Baim Wong dan Paula...
Baim Wong dan Paula Verhoeven Kompak Hadiri Wisuda TK Kiano
5 jam yang lalu
RSUD Tobelo Perluas...
RSUD Tobelo Perluas Akses Layanan Jantung Anak, Didukung Alat Echocardiography Bantuan NHM
6 jam yang lalu
Infografis
7 Gejala Awal Penyakit...
7 Gejala Awal Penyakit Ginjal yang Terlihat di Kaki dan Tangan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved