Terjebak dalam Demo Uber

Selasa, 21 Juli 2015 - 09:09 WIB
Terjebak dalam Demo...
Terjebak dalam Demo Uber
A A A
Penyanyi/aktris Courtney Love punya pengalaman buruk saat berada di Paris. Dalam perjalanan dari bandara menggunakan layanan taksi pribadi Uber, tiba-tiba mobilnya dihentikan massa.

Ternyata ketika itu memang sedang ada demo besarbesaran menentang Uber. Dan mantan istri mendiang Kurt Cobain itu terjebak di dalamnya. ”Mereka (demonstran) menyerang mobil kami, menyandera pengemudinya. Mobil dirusak menggunakan tongkat dari logam. Ini yang namanya Prancis? Saya lebih aman berada di Baghdad,” cuitnya dalam akun Twitter yang memiliki 1,9 juta followers.

Menurut Love, ban mobil yang ditumpanginya hancur setelah hampir satu jam “disandera”. Akhirnya ia membayar seorang pria yang menggunakan sepeda motor untuk membawanya kabur, walau sempat dikejar dan dilempar batu oleh massa yang terdiri dari pengemudi sopir yang marah. ”Kami melewati dua orang polisi yang tidak bisa berbuat apa-apa,” papar Love. Apa yang dialami Love di Prancis ini merupakan bentuk gegar budaya.

Perusahaan Uber yang sedang memperluas layanan mereka di seluruh dunia, memberikan pendekatan berbasis kapitalisme dan agama ”disruption” (solusi baru yang lebih baik untuk menggantikan layanan lama yang telah bertahun-tahun ada dan tidak pernah berubah). Menggunakan aplikasi smartphone, siapapun yang memenuhi syarat dapat mencari uang dengan menyewakan mobil pribadinya. Potensinya memang luar biasa: menjanjikan 50.000 lapangan kerja baru di seluruh Eropa.

Sayangnya, seperti halnya di berbagai negara lain— termasuk Indonesia—layanan Uber tidak mendapat respon positif dari para pengemudi taksi karena dianggap mengambil lahan mereka. Demo yang terjadi Kamis (9/8) silam itu merupakan demo penentang Uber terbesar yang dilakukan. Diikuti oleh 2.800 pengemudi taksi, dengan membakar ban dan merusak mobil, hingga harus ditangani oleh pasukan anti huru hara Prancis.

Demo sebelumnya, disebut Operation Escargot, memblokir lalu lintas antara Paris dengan dua bandara dan pusat kota. Pengemudi taksi menyebut Uber memberikan kompetisi yang tidak adil, karena perbedaan regulasi dibandingkan ijin yang harus dilalui oleh pemilik dan pengemudi taksi. Layanan Uber sendiri saat ini dilarang di Spanyol, dan harus berurusan dengan regulator di Jerman, Belanda, India, Inggris, China, Korea, dan Indonesia.

Danang
(ars)
Berita Terkait
Prof. Suryanegara: Jadilah...
Prof. Suryanegara: Jadilah Master, Bukan Hamba Gadget! Pesan Penting untuk Remaja
Tips Memilih Gadget...
Tips Memilih Gadget Paling Hemat dan Sesuai Kebutuhan di 2023
Salah Kaprah Sinar Biru...
Salah Kaprah Sinar Biru Gadget Berbahaya Bagi Mata, Ini Faktanya!
Atasi Kecanduan Gadget...
Atasi Kecanduan Gadget Pada Anak, Algorithmics Kenalkan Pembelajaran Pemrograman
Mengetahui Apa itu Blue...
Mengetahui Apa itu Blue Light di Gadget dan Bahayanya untuk Mata
Cara Mengubah HP Jadi...
Cara Mengubah HP Jadi Mikrofon, Ternyata Mudah!
Berita Terkini
ARMY Siap-Siap! Tiket...
ARMY Siap-Siap! Tiket Konser Comeback BTS di Jakarta Mulai Dijual Juni Ini
2 jam yang lalu
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama CEO Who Killed My Father di V+Short, Misi Jurnalis Bongkar Kejahatan CEO Berkuasa
2 jam yang lalu
Clara Shinta Resmi Laporkan...
Clara Shinta Resmi Laporkan Mantan Suami soal Dugaan Fitnah Titipan Uang Rp13 M
2 jam yang lalu
Bukan Hantu, Monster...
Bukan Hantu, 'Monster Pabrik Rambut' Sajikan Horor dari Dunia Kerja yang Melelahkan
3 jam yang lalu
Erin Wartia Ungkap Alasan...
Erin Wartia Ungkap Alasan Ganti Sunan Kalijaga, Kecewa Kasusnya Dialihkan
3 jam yang lalu
Usai Tinggalkan NCT,...
Usai Tinggalkan NCT, Mark Resmi Dirikan Perusahaan Kreatif Upper Room
4 jam yang lalu
Infografis
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved