Uber Solutif tapi Kontroversial

Selasa, 21 Juli 2015 - 09:18 WIB
Uber Solutif tapi Kontroversial
Uber Solutif tapi Kontroversial
A A A
Uber adalah perusahaan teknologi yang menciptakan aplikasi smartphone agar pengguna dapat memesan kendaraan dan membayar lewat aplikasi tersebut.

Mereka menolak disamakan dengan bisnis model taksi, karena hanya menghubungkan pengemudi kendaraan pribadi dengan penumpang yang membutuhkannya. Uber disambut positif oleh konsumen, dan berhasil tumbuh menjadi raksasa teknologi dan berekspansi ke seluruh dunia.

Walau, dalam perkembangannya mendapatkan banyak sekali tantangan dari penyedia armada taksi. Termasuk juga di Indonesia. Nah, berikut adalah sejumlah fakta tentang Uber.

Awal Mula Uber

Berdiri pada Maret 2009 di San Fransisco, Amerika Serikat. Didirikan oleh Travis Kalannick dan Garret Camp. Masuk Indonesia Agustus 2014.

Pendanaan:

Uber telah mendapat beberapa kali pendanaan besar dari beberapa pemodal ventura, termasuk Google Venture.

Sistem Rekrutmen dan Jumlah Armada:

¦ Di Indonesia, Uber membentuk koperasi dimana driver dan kendaraan yang ingin bergabung akan diseleksi lewat koperasi tersebut. Uber menyatakan tidak memiliki armada di Indonesia. Sebab, armada mobil dikelola oleh rental mobil yang bekerjasama dengan Uber.
¦ Setiap pengemudi Uber diwajibkan memberikan berkas seperti surat izin mengemudi dan catatan berkelakuan baik dari kepolisian. Kendaraan harus sudah dijamin asuransi.
¦ Tidak ada jumlah pasti berapa armada dan driver Uber di Indonesia. Di Jakarta pihak Uber mengatakan jumlahnya ribuan.
¦ Uber menyatakan bahwa rata-rata tiap driver dapat mengantongi pendapatan Rp16 juta sebulan

Model Bisnis:

¦ Sistem pembayaran cashless, hanya menggunakan kartu kredit
¦ 80% transaksi masuk ke kantong driver dan 20% untuk Uber (berlaku di sebagian besar negara).
¦ 100% tiap transaksi masuk ke kantong driver (berlaku di Indonesia dan beberapa negara di Asia). Uber menyatakan hal ini berlaku hingga jangka waktu yang belum ditentukan.
¦ Biaya perjalanan diklaim 30% lebih murah dibanding taksi.

Wilayah Operasional:

¦ Beroperasi 58 negara dan 328 kota, termasuk Indonesia
¦ Di Jakarta, Uber hanya beroperasi di pusat perkantoran, misalnya, Kuningan, Thamrin, dan Sudirman dengan jaminan 10 menit kendaraan Uber sampai.

Jenis Layanan dan Kendaraan:

¦ Uber Black, kendaraan yang digunakan adalah kendaraan mewah, misalnya Toyota Alphard dan Mercedes Benz S-Class serts mobil mewah lainnya tergantung tiap negara. (beroperasi di tiap negara)
¦ UberX, kendaraan yang digunakan adalah Avanza dan Innova atau kendaran lain yang jenisnya menengah kebawah sehingga harga tarifnya pun lebih murah. (beroperasi di beberapa negara dengan khususnya Asia, misalnya India dan Indonesia)
¦ Uber Rush, layanan kurir oleh Uber (hanya beroperasi di Amerika Serikat).
¦ Uber Boat, layanan water-taxi atau penyeberangan Selat Bosporus (hanya berlaku di Istanbul, Turki).

Tarif:

¦ Uber X: Rp3.000 + Rp300 per menit/Rp2.000 per kilometer. Armada: Toyota Avanza, Suzuki Ertiga, Daihatsu Xenia.
¦ Uber Black: Rp7.000 + Rp500 per menit/Rp2.850 per kilometer. Armada: Toyota Innova, Honda Freed, Hyundai Sonata.

Diprotes Banyak Pihak:

¦ Keamanan. Kasus percobaan pemerkosaan yang dilakukan oleh driver terhadap penumpangnya terjadi di Boston, Amerika Serikat dan di India
¦ Perizinan. Banyak negaranegara di mana Uber beroperasi terjadi protes terhadap layanan Uber yang dianggap ilegal dan merusak bisnis taksi.

Strategi:

¦ Menjajaki kerjasama dan perizinan dengan pihak pemerintah setempat.
¦ Berencana menyediakan metode pembayaran lain selain kartu kredit mengingat banyak negara dengan penetrasi kartu kredit sedikit.
¦ Menghadirkan fitur Emergency Contact dan Emergency Button di mana posisi pengguna Uber akan secara otomatis diinformasikan kepada lima contact yang dipilih oleh pengguna Uber.
¦ Uber memberikan berbagai gimmick, salah satunya mengajak penumpang berkendara menggunakan supercar Aston Martin di Jakarta.

Cahyandaru kuncorojati
(ars)
Berita Terkait
Prof. Suryanegara: Jadilah...
Prof. Suryanegara: Jadilah Master, Bukan Hamba Gadget! Pesan Penting untuk Remaja
Tips Memilih Gadget...
Tips Memilih Gadget Paling Hemat dan Sesuai Kebutuhan di 2023
Salah Kaprah Sinar Biru...
Salah Kaprah Sinar Biru Gadget Berbahaya Bagi Mata, Ini Faktanya!
Atasi Kecanduan Gadget...
Atasi Kecanduan Gadget Pada Anak, Algorithmics Kenalkan Pembelajaran Pemrograman
Mengetahui Apa itu Blue...
Mengetahui Apa itu Blue Light di Gadget dan Bahayanya untuk Mata
Cara Mengubah HP Jadi...
Cara Mengubah HP Jadi Mikrofon, Ternyata Mudah!
Berita Terkini
Dokter Ungkap Cara Lepas...
Dokter Ungkap Cara Lepas dari Obat Darah Tinggi, Begini Caranya!
51 menit yang lalu
Film Menjadi Medium...
Film Menjadi Medium Inklusi, Empati, dan Ruang Kolaborasi bagi Anak Muda Indonesia
1 jam yang lalu
Tak Suka Film Horor,...
Tak Suka Film Horor, Rano Karno Nonton 'Ghost in the Cell' karena Dibujuk Istri
2 jam yang lalu
Kim Ji Yeon dan Park...
Kim Ji Yeon dan Park Seo Ham Adu Akting dalam Drama Fantasi Romantis Baru: Dive Into You
3 jam yang lalu
Sinopsis The Fallen...
Sinopsis The Fallen Fighter Returns, Kisah Petinju yang Bangkit Setelah Dikhianati
4 jam yang lalu
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Baskara Putra Mengeluh Harga Alat Musik Naik
4 jam yang lalu
Infografis
5 Badan Intelijen Terbaik...
5 Badan Intelijen Terbaik pada 2025, Nomor 2 Paling Kejam dan Kontroversial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved