VR Menyapa Indonesia

Selasa, 11 Agustus 2015 - 08:40 WIB
VR Menyapa Indonesia
VR Menyapa Indonesia
A A A
FESTIVAL Film Sundance di Park City, Utah, AS, tahun ini memutar 11 film yang menggunakan teknologi Virtual Reality. Kategorinya pun baru. Diberi nama New Frontier.

Film-film tersebut tidak ditonton di layar bioskop biasa. Namun, di sebuah layar kecil di headset yang dipakai dikepala. Dalam konsep film VR, pengguna seolah-olah dapat melihat konten dalam panorama 360 derajat. Sehingga mereka seperti sedang berada di dalam filmnya.

Di Popcon Asia 2015 di Jakarta Convention Center pada 7-9 Agustus silam, film VR sudah dibuat oleh sineas Indonesia. Disutradarai oleh Dion Widhi Putra dan diproduseri Dennis Adhiswara.

”Kami yang pertama membawa VR dalam bentuk film horror di Indonesia,” ujar Dennis, yang menjadi CEO Layaria. Menurutnya, teknologi VR sangat baru dan dapat dieksplorasi lebih dalam. ”Kesempatan menggali ide sangat luas. Terutama dalam memberikan suguhan yang berbeda dari film-film biasa,” paparnya.

Keunggulan VR, sebut Dennis, bisa menghadirkan nuansa horror yang tidak hanya satu arah saja (layar datar) tapi bisa melihat ke segala arah. Untuk membuat film horror VR tersebut, Dennis bekerja sama dengan Festivo dan menggunakan jalur distribusi Layaria.

Proses pembuatan film VR cukup sulit. Ia menggunakan 7 kamera GoPro yang dimuat dalam satu rig. Kendala terbesar adalah saat syuting malam hari. Karena lampu yang dibutuhkan lumayan banyak dan dalam durasi lama (9 jam).

Selain itu, semua syuting harus one take, jadi sekali jadi dan tidak bisa di-edit. Jika ada kesalahan harus mengulang dari awal take. Untuk pengerjaannya dalam satu film yang berdurasi 3 sampai 4 menit kurang lebih sekitar 1,5 bulan termasuk konsep, persiapan, eksekusi, dan editing jadi satu film membutuhkan waktu sekitar 2 minggu.

Bagaimana dengan respon penonton? ”Mereka masih bingung bagaimana menonton film VR ini. Nanti sebulan setelah Popcon Asia, kita akan unggah film tersebut di YouTube yang memang bisa menampilkan video dalam 360 derajat (VR).

Sutradara Dion Widhi Putra menilai VR masih “hijau” dan sangat baru. Namun, VR ini akan menjadi sebuah alternatif untuk menikmati hiburan. ”Film ini memang yang pertama dan menjadi purwarupa kami pertama di Indonesia.

Dengan harapan kedepannya akan banyak teman-teman yang akan membuat VR. Karena saat ini kami belum mempunyai saingan,” katanya.

Binti Mufarida
(ars)
Berita Terkait
Prof. Suryanegara: Jadilah...
Prof. Suryanegara: Jadilah Master, Bukan Hamba Gadget! Pesan Penting untuk Remaja
Tips Memilih Gadget...
Tips Memilih Gadget Paling Hemat dan Sesuai Kebutuhan di 2023
Salah Kaprah Sinar Biru...
Salah Kaprah Sinar Biru Gadget Berbahaya Bagi Mata, Ini Faktanya!
Atasi Kecanduan Gadget...
Atasi Kecanduan Gadget Pada Anak, Algorithmics Kenalkan Pembelajaran Pemrograman
Mengetahui Apa itu Blue...
Mengetahui Apa itu Blue Light di Gadget dan Bahayanya untuk Mata
Cara Mengubah HP Jadi...
Cara Mengubah HP Jadi Mikrofon, Ternyata Mudah!
Berita Terkini
ARMY Siap-Siap! Tiket...
ARMY Siap-Siap! Tiket Konser Comeback BTS di Jakarta Mulai Dijual Juni Ini
2 jam yang lalu
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama CEO Who Killed My Father di V+Short, Misi Jurnalis Bongkar Kejahatan CEO Berkuasa
2 jam yang lalu
Clara Shinta Resmi Laporkan...
Clara Shinta Resmi Laporkan Mantan Suami soal Dugaan Fitnah Titipan Uang Rp13 M
2 jam yang lalu
Bukan Hantu, Monster...
Bukan Hantu, 'Monster Pabrik Rambut' Sajikan Horor dari Dunia Kerja yang Melelahkan
3 jam yang lalu
Erin Wartia Ungkap Alasan...
Erin Wartia Ungkap Alasan Ganti Sunan Kalijaga, Kecewa Kasusnya Dialihkan
3 jam yang lalu
Usai Tinggalkan NCT,...
Usai Tinggalkan NCT, Mark Resmi Dirikan Perusahaan Kreatif Upper Room
4 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved