Mengukur Depresi dengan Smartphone

Rabu, 12 Agustus 2015 - 08:06 WIB
Mengukur Depresi dengan...
Mengukur Depresi dengan Smartphone
A A A
SMARTPHONE bisa memberikan petunjuk penggunanya, apakah mereka mengalami depresi atau tidak.

Indikasi bisa dilihat dari lamanya waktu yang dihabiskan dalam menggunakan smartphone dan dengan mengetahui lokasi geografis harian penggunanya. Melalui smartphone , pengguna bisa melacak tingkat depresi yang mereka alami dari durasi yang mereka habiskan di depan smartphone mereka.

Selain itu, deteksi lokasi geografis harian yang diaktifkan smartphone juga bisa mengukur tingkat depresinya. Berdasarkan penelitian dari Northwestern University sebagaimana yang dilansir dalam situs Indian Express ditemukan, semakin banyak waktu yang dihabiskan dalam penggunaan ponsel, semakin besar kemungkinan penggunanya mengalami tekanan.

Orang yang rata-rata menghabiskan waktu selama 68 menit dengan smartphone bisa dikatakan bahwa dia mengalami fase depresi, sedangkan untuk individu nondepresi itu hanya sekitar 17 menit. Para peneliti menganalisis lokasi GPS dan penggunaan ponsel terhadap 28 orang partisipan, yang terdiri atas 20 perempuan dan 8 laki-laki yang berusia rata-rata 29 tahun selama lebih dari dua minggu.

Kemudian, sensor akan melacak lokasi dari GPS setiap lima menit. Berdasarkan data sensor ponsel, ilmuwan Northwestern bisa mengidentifikasi orang dengan gejala depresi dengan tingkat akurasi hingga 87%.

“Tujuan dari penelitian ini, kita dapat mendeteksi apakah seseorang memiliki gejala depresi dan tingkat keparahan gejala mereka tanpa memberikan mereka pertanyaan,” kata penulis senior David Mohr, direktur Center for Behavioral Intervention Technologies di Universitas Northwestern Feinberg School of Medicine.

Meskipun data penggunaan ponsel tidak mengidentifikasi bagaimana orang menggunakan ponsel mereka, Mohr mencurigai orang yang depresi lebih memilih menghabiskan sebagian besar waktu mereka sedang berselancar di internet atau bermain game , daripada berbicara dengan teman-teman yang ada di depan mereka.

Larissa huda
(ftr)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Pantai Pasir Putih,...
Pantai Pasir Putih, Junior Chef, dan Petualangan Alam Warnai Liburan Keluarga di HOMM Laguna Bintan
28 menit yang lalu
Ussy Sulistiawaty Bongkar...
Ussy Sulistiawaty Bongkar Kepribadian Asli Andhika Pratama: Pendiam Banget
44 menit yang lalu
ADOR Turunkan Gugatan...
ADOR Turunkan Gugatan terhadap Danielle dan Min Hee-jin dari Rp510 Miliar Jadi Rp390 Miliar
2 jam yang lalu
Wardatina Mawa Tuntut...
Wardatina Mawa Tuntut Nafkah Anak Rp25 Juta, Bukan Rp500 Ribu
3 jam yang lalu
Mengenal HYROX, Olahraga...
Mengenal HYROX, Olahraga yang Disebut Mulai Geser Padel di Indonesia
3 jam yang lalu
Gold Medalist Berterima...
Gold Medalist Berterima Kasih kepada Penggemar yang Tetap Mendukung Kim Soo-hyun
4 jam yang lalu
Infografis
10 Jurusan dengan Pendaftar...
10 Jurusan dengan Pendaftar Terbanyak SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved