Tembakau Tewaskan 1,3 Juta Orang di Asia Tenggara Per Tahun
Kamis, 10 September 2015 - 00:30 WIB
Tembakau Tewaskan 1,3 Juta Orang di Asia Tenggara Per Tahun
A
A
A
DILI - Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, tiap tahun lebih dari 1,3 juta orang tewas akibat konsumsi tembakau di Asia Tenggara. Kawasan ini memiliki 250 juta perokok dan hampir jumlah yang sama dengan pengguna tembakau tak berasap.
“Kami tahu kalau penggunaan tembakau menjadi penyebab utama kematian yang sebenarnya bisa dicegah,” ujar Poonam Khetrapal Singh, direktur WHO regional Asia Tenggara, yang dikutip IANS.
Pernyataan ini dilontarkan di inagurasi pertemuan komisi regional Asia Tenggara WHO. Pertemuan yang digelar di Dili, Timor Leste, pada 7—11 September itu dihadiri menteri dan pejabat kesehatan 11 negara. Mereka akan menyusun prioritas kesehatan dan membahas agenda kesehatan di kawasan ini.
“Di seluruh dunia, penggunaan tembakau menewaskan hampir 6 juta orang per tahun dengan 600.000 kematian di antaranya akibat paparan second hand smoke,” kata dia.
WHO telah berulang kali menegaskan jumlah kematian akibat penggunaan tembakau di Asia Tenggara dan wilayah lain. Menurut Singh, kawasan ini adalah salah satu produser dan pengguna produk tembakau terbesar di dunia.
“Banyak tipe rokok dan produk tembakau tanpa asap yang digunakan di kawasan ini, yang menyebabkan kesulitan mengharmonisasikan pajak dan peraturan untuk mengontrol penggunaan tembakau,” tutur Singh.
Tapi, dia menyatakan, terdorong dengan fakta bahwa banyak negara di kawasan ini telah mengintensifkan aktivitas kendali tembakau mereka. Thailand memiliki peringatan foto grafis di kedua sisi bungkus rokok yang menutupi hingga 85% area kemasan, Sri Lanka 85% dan Nepal 83%. Nepal bahkan bermaksud menutupi 90% kemasannya dengan foto grafis.
Sementara, Indonesia—yang bukan penandatangan konvensi kendali tembakau WHO—telah menutup sekitar 40% kemasan rokok dengan gambar peringatan bahaya merokok. Banyak negara yang telah membuat tempat umum bebas rokok dan melarang iklan produk tembakau.
“Kami tahu kalau penggunaan tembakau menjadi penyebab utama kematian yang sebenarnya bisa dicegah,” ujar Poonam Khetrapal Singh, direktur WHO regional Asia Tenggara, yang dikutip IANS.
Pernyataan ini dilontarkan di inagurasi pertemuan komisi regional Asia Tenggara WHO. Pertemuan yang digelar di Dili, Timor Leste, pada 7—11 September itu dihadiri menteri dan pejabat kesehatan 11 negara. Mereka akan menyusun prioritas kesehatan dan membahas agenda kesehatan di kawasan ini.
“Di seluruh dunia, penggunaan tembakau menewaskan hampir 6 juta orang per tahun dengan 600.000 kematian di antaranya akibat paparan second hand smoke,” kata dia.
WHO telah berulang kali menegaskan jumlah kematian akibat penggunaan tembakau di Asia Tenggara dan wilayah lain. Menurut Singh, kawasan ini adalah salah satu produser dan pengguna produk tembakau terbesar di dunia.
“Banyak tipe rokok dan produk tembakau tanpa asap yang digunakan di kawasan ini, yang menyebabkan kesulitan mengharmonisasikan pajak dan peraturan untuk mengontrol penggunaan tembakau,” tutur Singh.
Tapi, dia menyatakan, terdorong dengan fakta bahwa banyak negara di kawasan ini telah mengintensifkan aktivitas kendali tembakau mereka. Thailand memiliki peringatan foto grafis di kedua sisi bungkus rokok yang menutupi hingga 85% area kemasan, Sri Lanka 85% dan Nepal 83%. Nepal bahkan bermaksud menutupi 90% kemasannya dengan foto grafis.
Sementara, Indonesia—yang bukan penandatangan konvensi kendali tembakau WHO—telah menutup sekitar 40% kemasan rokok dengan gambar peringatan bahaya merokok. Banyak negara yang telah membuat tempat umum bebas rokok dan melarang iklan produk tembakau.
(alv)