Terapi Vegeratian Bisa Mencegah Orang Kena Diabetes!

Sabtu, 19 September 2015 - 10:17 WIB
Terapi Vegeratian Bisa...
Terapi Vegeratian Bisa Mencegah Orang Kena Diabetes!
A A A
BANDUNG - Sebuah hasil penelitian terbaru untuk terapi menghindari penyakit diabetes melitus dirilis. Salah satunya adalah dengan menjadi seorang vegetarian atau vegan.

Ya, dengan menjadi vegan, asupan makanan yang dikonsumsi dinilai lebih seimbang. Bahkan mereka yang melakukan pola makan vegan dinilai lebih berhasil menyembuhkan penyakit diabetes ketimbang mengonsumsi obat-obatan kimia.

"Terapi non farmakologi pada penderita diabetes sebenarnya bisa dilakukan," ujar praktisi kesehatan, R. Setio Boediprajitno, saat ditemui di kawasan Padjadjaran, belum lama ini.

Diabetes melitus, kata Setio, merupakan penyakit yang disebabkan oleh adanya gangguan metabolisme dan penurunan sekresi atau sensitivitas insulin.

Terapi non farmakologi pada penderita diabetes bisa dilakukan dengan tiga cara. Yakni melakukan diet atau mengatur pola makan yang baik, olahraga secara rutin, serta menghindari faktor pencetusnya.

"Diet yang baik merupakan kunci keberhasilan penatalaksanaan diabetes. Masukan serat sangat penting bagi penderita diabetes dan jumlah kalori serta jenis makanannya harus diperhatikan," kata Setia menambahkan.

Menurut Setio lagi, serat yang dibutuhkan oleh penderita diabetes, bisa didapat dari buah serta sayur. Mengkonsumsi buah serta sayur secara rutin, bisa membuat tubuh menjadi lebih sehat. Asupan nabati, kata Setio, lebih baik dari hewani.

Kemudian, terapi non farmakologi lainnya yaitu berolahraga secara teratur. Hal tersebut dinilai dapat menurunkan dan menjaga kadar gula darah tetap normal. Selain itu menghindari faktor pencetus, seperti alkohol dan rokok.

Setio juga mengatakan, untuk mengobati diabetes perlu adanya kedisiplinan pada diri sendiri. "Hal ini mencakup kedisiplinan dalam melakukan olah raga, tidak merokok, tidak mengonsumsi minuman beralkohol, berfikir positif, disiplin, berbagi, pemeriksaan teratur, dan yang terakhir adalah pola makan vegetarian," kata Setio menjelaskan.

Sementara menurut penelitian yang dilaksanakan oleh the Physicians Committee for Responsible Medicine – PCRM (Komite Dokter untuk Pengobatan yang Bertanggung Jawab) di Universitas George Washington dan Universitas Toronto, dimana melibatkan 99 orang dengan diabetes Tipe 2.

Setengah dari peserta mengikuti pola makan diabetes standar berdasarkan garis pedoman The American Diabetes Association (Asosiasi Diabetes Amerika).

Dan setengah peserta lainnya mengikuti suatu pola makan vegan rendah lemak selama 22 pekan. Kedua kelompok tersebut diukur kemajuannya dalam segala aspek diabetes standar, tetapi peserta vegan menunjukkan kemajuan yang lebih besar.
(sbn)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Konten Natural Bersama...
Konten Natural Bersama Kekasih Bikin Mohammad Irfan Makin Dikenal Warganet
3 jam yang lalu
BTS Jadi Tamu Kehormatan...
BTS Jadi Tamu Kehormatan Argentina Jelang Konser Oktober Mendatang
4 jam yang lalu
Arie Untung Dorong Sepatu...
Arie Untung Dorong Sepatu Lokal Naik Kelas, Hadir di Mal Bekasi
6 jam yang lalu
Terungkap! Hak Asuh...
Terungkap! Hak Asuh Anak Ruben Onsu dan Sarwendah Ternyata Belum Diputus Pengadilan
6 jam yang lalu
Menchi Katsu hingga...
Menchi Katsu hingga Takoyaki, Aneka Street Food Jepang Hadir Serentak di 138 Hotel
7 jam yang lalu
Mengenali Kondisi Kulit...
Mengenali Kondisi Kulit Kini Bisa Dimulai dari Foto Selfie
8 jam yang lalu
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved