Fakta: Lelah Tak Berkesudahan Disebabkan Faktor Keturunan!

Kamis, 24 September 2015 - 01:26 WIB
Fakta: Lelah Tak Berkesudahan...
Fakta: Lelah Tak Berkesudahan Disebabkan Faktor Keturunan!
A A A
NEW DELHI - Sindrom kelelahan kronis (chronic fatigue syndrome) adalah suatu kondisi kelelahan berkepanjangan dan parah atau kelelahan yang tidak hilang . Bahkan gejala ini tidak bisa dihilangkan hanya dengan istirahat.

Banyak asumsi menyebut penyakit ini disebabkan oleh ganguan psikilogis. Akan tetapi, asumsi itu dibantahkan oleh seorang peneliti yang memuat penelitian ini.

Dalam jurnal Science Advances, para peneliti membuktikan bahwa sindrom kelelahan kronis (CFS) adalah hasil dari disfungsi imunologi. Yang berarti sebuah penyakit biologis dan bukan gangguan psikologis seperti yang dipikirkan pada umumnya.

Pemimpin penelitian Mardy Hornig, sekaligus Direktur Penelitian Translasi di Center for Infection and Immunity, Columbia University, mengatakan bahwa orang dengan CFS, bakal mengalami kelelahan yang ekstrem. Serta sulit untuk konsentrasi karena sakit kepala dan nyeri otot.


"Kami sekarang memiliki bukti bahwa jutaan orang yang mengalami penyakit ini sudah tahu bahwa CFS bukan psikologis," ujar Mardy Hornig seperti dikutip Times Of India.


Para peneliti mengidentifikasi perubahan berbeda pada kekebalan pasien yang didiagnosa dengan CFS, yang dalam medis dikenal sebagai myalgic encephalomyelitis (ME/CFS).


Mereka menggunakan metode pengujian immunoassay untuk menentukan kadar 51 biomarker kekebalan dalam sampel plasma darah, yang dikumpulkan melalui dua multicenter, yang mewakili 298 pasien dengan ME/CFS dan 348 orang sehat sebagai kontrol.


Tak hanya itu, Para peneliti juga menggunakan pola tertentu pada pasien yang memiliki penyakit itu selama sekitar tiga tahun. Pola itu tidak ditemukan pada orang yang sehat.

Jangka waktu pendek pada pasien yang mengalami penyakit itu telah meningkatkan jumlah berbagai jenis molekul kekebalan yang disebut sitokin.

Sementara itu, penulis senior W. Ian Lipkin from Columbia University's Mailman School of Public Health. Mengungkapkan gabungan yang luar biasa kuat pada sitokin itu disebut interferon gamma.

Hal itu dikaitkan dengan kelelahan yang diikuti banyak infeksi virus, termasuk virus Epstein-Barr (penyebab infeksi mononukleosis).

"Studi ini memberikan apa yang telah luput dari kita sejak lama: bukti tegas disfungsi imunologi ME/CFS dan biomarker diagnostik untuk penyakit," paparnya.
(sbn)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Datangi Bareskrim, Dude...
Datangi Bareskrim, Dude Harlino Kembalikan Uang Rp5,2 Miliar Honor PT DSI
44 menit yang lalu
Trisno Pas Band Abaikan...
Trisno Pas Band Abaikan Kaki Bengkak sebelum Divonis Gagal Ginjal Kronis
56 menit yang lalu
Trisno Pas Band Kritis,...
Trisno Pas Band Kritis, Gagal Ginjal dan Alami Sumbatan di Otak
1 jam yang lalu
Sinopsis Terlanjur Mencintaimu...
Sinopsis 'Terlanjur Mencintaimu' Eps 21: Elio Diam-Diam Terus Mendekati Arumi
2 jam yang lalu
Lewat Buku, Saddam Permana...
Lewat Buku, Saddam Permana Bongkar Kisah Masa Lalunya
3 jam yang lalu
Ruben Onsu Bongkar Bukti...
Ruben Onsu Bongkar Bukti Transfer Rp11,3 Miliar untuk Rumah Sarwendah
4 jam yang lalu
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved