Kabut Asap Tidak Sebabkan Kematian Secara Langsung
Selasa, 06 Oktober 2015 - 11:42 WIB
Kabut Asap Tidak Sebabkan Kematian Secara Langsung
A
A
A
JAKARTA - Dokter penyakit paru RSUP Persahabatan, Dokter Agus Dwi Susanto mengungkapkan, asap kebakaran hutan tidak menyebabkan kematian secara langsung. Namun bisa menimbulkan penyakit yang menyebabkan kematian seperti penyakit infeksi saluran pernapasan.
Hal ini disebabkan asap yang menyerang saluran pernapasan. "Asap pembakaran hutan bisa menimbulkan serangan seperti asma, PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik), kemudian penyakit jantung akibat kekurangan oksigen juga bisa terkena serangan jantung," papar Agus di RSUP Persahabatan, Jakarta.
Agus menjelaskan, penyakit tersebut merupakan efek jangka pendek yang ditimbulkan dari paparan asap. Sementara itu, jangka panjang paparan asap terus menerus adalah penuruan fungsi paru.
Menurut Agus, hingga saat ini di Indonesia belum ada data terkait kematian akibat menghirup asap kebakaran hutan yang melanda kawasan Kalimantan dan sekitarnya.
"Masalahnya di negara kita ini, data yang menunjukkan orang meninggal akibat asap pembakaran hutan setahu saya belum ada datanya, belum ada bukan berarti tidak ada," ujar dia.
Untuk itu, Agus pun menyarankan agar masyarakat yang tinggal di daerah polusi tinggi melakukan annual medical check-up. "Lakukan annual medical check-up untuk mengecek sudah ada dampak atau belum. Kemudian lebih baik diam dalam rumah, karena konsentrasi asapnya pasti lebih rendah di dalam ruangan," kata dia.
Hal ini disebabkan asap yang menyerang saluran pernapasan. "Asap pembakaran hutan bisa menimbulkan serangan seperti asma, PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik), kemudian penyakit jantung akibat kekurangan oksigen juga bisa terkena serangan jantung," papar Agus di RSUP Persahabatan, Jakarta.
Agus menjelaskan, penyakit tersebut merupakan efek jangka pendek yang ditimbulkan dari paparan asap. Sementara itu, jangka panjang paparan asap terus menerus adalah penuruan fungsi paru.
Menurut Agus, hingga saat ini di Indonesia belum ada data terkait kematian akibat menghirup asap kebakaran hutan yang melanda kawasan Kalimantan dan sekitarnya.
"Masalahnya di negara kita ini, data yang menunjukkan orang meninggal akibat asap pembakaran hutan setahu saya belum ada datanya, belum ada bukan berarti tidak ada," ujar dia.
Untuk itu, Agus pun menyarankan agar masyarakat yang tinggal di daerah polusi tinggi melakukan annual medical check-up. "Lakukan annual medical check-up untuk mengecek sudah ada dampak atau belum. Kemudian lebih baik diam dalam rumah, karena konsentrasi asapnya pasti lebih rendah di dalam ruangan," kata dia.
(alv)