Asuhan Paliatif Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Penyakit Kronis

Selasa, 13 Oktober 2015 - 20:02 WIB
Asuhan Paliatif Tingkatkan...
Asuhan Paliatif Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Penyakit Kronis
A A A
JAKARTA - Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, terdapat sekitar 12 juta penderita diabetes di Indonesia dan lebih dari 330.000 penderita kanker. Data Kementerian Kesehatan lain juga menyebutkan, hingga September 2014, terdapat 22.869 penderita HIV di Indonesia.

Penyakit-penyakit tersebut, selain membawa risiko kematian juga berdampak terhadap kualitas hidup penderita dan keluarga mereka. Namun, melalui palliative care atau asuhan paliatif, dapat memenuhi kebutuhan perbaikan kualitas hidup pasien dan keluarganya.

"Asuhan paliatif memberikan perawatan tidak hanya menekankan pada gejala-gejala fisik seperti penanganan nyeri, tapi juga terhadap aspek-aspek emosional, psikososial-ekonomis dan spiritual," papar pendiri Yayasan Rumah Rachel, Lynna Chandra saat jumpa pers di Ocha Bella Restaurant, Selasa (13/10/2015).

Dalam rangka memperingati Hari Paliatif Internasional (World Hospice and Palliative Care Day) yang jatuh pada Sabtu kedua di bulan Oktober, Yayasan Rumah Rachel bekerjasama dengan Tropicana Slim berupaya meningkatkan kesadaran masyrakat Indonesia akan pentingnya layanan paliatif.

"Asuhan paliatif sangatlah penting, karena walaupun seseorang sudah memiliki penyakit tertentu, kualitas hidupnya tetap dapat dipertahankan dan ditingkatkan melalui kondisi batinnya," ujar CEO Nutrifoof, Mardi Wu.

Secara global, lebih dari 40 juta orang membutuhkan asuhan paliatif setiap tahunnya, namun hanya 14% yang memperolehnya. Sementara di Indonesia, 7 dari 10 orang yang hidup dengan diabetes mengalami komplikasi, antara lain kebutaan dan amputasi yang mengurangi kualitas hidupnya. Hal tersebut menunjukkan betapa besarnya kebutuhan terhadap asuhan paliatif.

Untuk itu, melalui peringatan Hari Paliatif Internasional yang mengusung tema Hidden Lives and Hidden Patients, Yayasan Rumah Rachel dan Tropicana Slim mengingatkan kepada penderita penyakit kronis seperti diabetes dan pasien HIV, karena ketakutan mereka terhadap penolakan masyarakat memilih hidup sendiri tanpa dukungan dari masyarakat di sekitarnya.
(alv)
Berita Terkait
Meningkatkan Akses Layanan...
Meningkatkan Akses Layanan Konseling Keluarga Jakarta melalui Mobil SAPA
Langgar Protokol Kesehatan,...
Langgar Protokol Kesehatan, Angkutan Umum Akan Ditindak Tegas
Transportasi Umum Harus...
Transportasi Umum Harus Higienis dan Terapkan Protokol Kesehatan
Kuliah Umum UMJ Bahas...
Kuliah Umum UMJ Bahas Pentingnya Transformasi Sistem Kesehatan Nasional
Libur Panjang, DKI Perketat...
Libur Panjang, DKI Perketat Pengawasan Prokotol Kesehatan di Tempat Umum
Unpad Jadi Kampus Terbaik...
Unpad Jadi Kampus Terbaik Hasilkan Artikel Ilmiah Umum dan Kesehatan
Berita Terkini
Namanya Terseret Kasus...
Namanya Terseret Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai, Raffi Ahmad Buka Suara
59 menit yang lalu
Tembus 40 Juta Views,...
Tembus 40 Juta Views, Adu Mekanik Sound Jadi Konten Paling Berkesan bagi Yongshun
10 jam yang lalu
Berkali-kali Muncul...
Berkali-kali Muncul Korban Tenggelam, Warga Mulai Curiga Ada yang Tak Beres di Tempat Ini
10 jam yang lalu
Confeti Love hingga...
Confeti Love hingga Moonlit Blush, Ini Makna di Balik Pendant Koleksi Baru Nagita Slavina x ISAGO
10 jam yang lalu
Cover Musik Jadi Cara...
Cover Musik Jadi Cara Generasi Digital Menunjukkan Kreativitas
11 jam yang lalu
Siap Uji Nyali? Ini...
Siap Uji Nyali? Ini Deretan Rekomendasi Microdrama Horor di V+Short
12 jam yang lalu
Infografis
7 Gejala Awal Penyakit...
7 Gejala Awal Penyakit Ginjal yang Terlihat di Kaki dan Tangan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved