Dampak Polusi, Penderita Asma di Indonesia Jumlahnya Meningkat

Kamis, 05 November 2015 - 13:35 WIB
Dampak Polusi, Penderita...
Dampak Polusi, Penderita Asma di Indonesia Jumlahnya Meningkat
A A A
JAKARTA - Prevalensi asma di dunia semakin meningkat, termasuk di Indonesia. Di Indonesia, pravalensi asma diperkirakan mencapai 2-5% penderita. Sementara menurut Riskesdas, tahun 2013 menyebutkan prevalensi asma di Indonesia mencapai 4,5%.

Dijelaskan direktur sekaligus pemrakarsa Asthma-COPD Center, Prof. dr. Hadiarto Mangunnegoro, penderita asma paling tinggi terjadi di profinsi Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, Kalimantan, Sulawesi Selatan dan Papua.

"Kenapa terjadi di tempat tersebut? karena adanya polusi udara di perkotaan dan diperparah dengan asap akibat kebakaran hutan dalam jangka waktu yang lama. Masak pakai kayu bakar, jumlah perokok tinggi dan pola hidup tidak sehat," papar Hadiarto dalam seminar bertajuk Asma Sukar Sembuh, di Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu (4/11/2015).

Parahnya, kondisi tersebut kerap mengakibatkan serangan asma dari ringan, akut hingga mengakibatkan kematian. Menurut Hadiarto, bagi ibu hamil perokok, memicu memiliki anak penderita asma.

"Ibu ini juga punya bakat asma jadi genetiknya dirturunkan pada bayinya. Karena pas hamil, ibu meroko dan asapnya masuk sehingga oksigennya kurang dan asap tersebut mengalir ke janin," ujarnya.

Di Indonesia, penderita asma lebih tinggi terjadi pada wanita dan meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Prevalensi asma pada kelompok usia lebih dari 45 tahun mulai menurun. Sementara penderita asma paling tinggi pada rentang usia 25-34 tahun, sekitar 5,7%.

Namun sayang pengobatan asma di Indonesia masih belum tepat. Pasalnya, penderita menilai asma tidak terlalu mengganggu. Bahkan, mereka malas untuk kontrol secara rutin ke dokter. Hardianto pun menegaskan, pengobatan dengan inhaler merupakan penanganan yang paling tepat.

"Fakta yang memprihatinkan banyaknya pasien lebih percaya pengobatan alternatif yang tidak terbukti efektivitasnya daripada obat asma yang sudah terbukti khasiatnuya. Selain itu, masyarakat juga percaya bahwa pengobatan dengan inhaler dapat membuat ketagihan. Pengobatan dengan inhaler merupakan penanganan yang paling tepat dan efektif bekerja langsung ke saluran napas tanpa efek samping yang berarti," tandasnya.
(nfl)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Aletha Abew Ajak Anak...
Aletha Abew Ajak Anak Rajin Mandi Lewat Lagu Ceria yang Sarat Pesan Positif
1 jam yang lalu
Kenyamanan Menginap...
Kenyamanan Menginap di Berbagai Pilihan Hotel yang Favorit
2 jam yang lalu
Sinopsis The Value of...
Sinopsis The Value of Patience: Perjuangan Alex Mengejar Cinta dan Masa Depan
2 jam yang lalu
Datangi Bareskrim, Dude...
Datangi Bareskrim, Dude Harlino Kembalikan Uang Rp5,2 Miliar Honor PT DSI
4 jam yang lalu
Trisno Pas Band Abaikan...
Trisno Pas Band Abaikan Kaki Bengkak sebelum Divonis Gagal Ginjal Kronis
4 jam yang lalu
Trisno Pas Band Kritis,...
Trisno Pas Band Kritis, Gagal Ginjal dan Alami Sumbatan di Otak
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved