Ini Risiko Jalani Terapi Chiropractic

Jum'at, 08 Januari 2016 - 22:30 WIB
Ini Risiko Jalani Terapi...
Ini Risiko Jalani Terapi Chiropractic
A A A
JAKARTA - Ketua Neurologi di Loyola Universitas Chicago Stritch School of Medicine, Dr Jose Biller mengungkapkan, bahwa pengobatan gangguan tulang punggung dengan cara tradisional, chiropractic, bisa memicu terjadinya sobekan kecil di dinding arteri di leher.

Dilansir dari WebMD, keadan ini pun memicu gumpalan darah di area leher dan memblokir jalannya pembuluh darah di otak. "Saat menjalani terapi ini, seorang chiropractor akan memutar leher untuk membenahi saraf-saraf yang tidak sempurna. Apabila tekniknya tidak tepat, pasti akan terjadi kesalahan," papar Biller.

Selain itu, beberapa peneliti di dunia juga telah melakukan penelitian yang berkaitan dengan chiropractic dan stroke. Peneliti tersebut melibatkan responden di bawah 45 tahun yang pernah menjalani terapi manipulasi saraf.

Banyaknya korban yang meninggal setelah menjalankan pengobatan ini, membuat mantan Kepala American Chiropractic Association, Keith Overland menyarankan para ahli tulang dan dokter osteopathic untuk memperingatkan pasien untuk menghindari chiropractic.

"Kami sangat percaya bahwa pasien harus diberitahu tentang risiko ini sebelum menjalani terapinya. Kami prihatin bahwa di Amerika Serikat, lebih banyak pasien meninggal dunia karena stroke akibat chiropractic," kata Keith.

Chiropractic merupakan pengobatan yang dikenalkan dari Amerika Serikat sejak tahun 1895 oleh Daniel David Palmer. Chiropractic bisa dilakukan dengan pelatihan berjalan, duduk dan berdiri, berkonsultasi gizi dan USG hingga terapi menggunakan laser.

Selian untuk mengobati penyakit nyeri muskuloskeletal atau otot, sendi dan saraf, chiropractic juga diklaim bisa mengobati sakit kepala, asma sampai sindrom fibromyalgia atau rasa sakit di sekujur tubuh. Studi baru menyatakan chriropractic juga bisa membantu menyembuhkan nyeri punggung, migran dan nyeri leher. Umumnya, pasien akan melakukan perawatan selama 10 hingga 20 menit dalam waktu dua atau tiga kali dalam seminggu.
(alv)
Berita Terkait
Meningkatkan Akses Layanan...
Meningkatkan Akses Layanan Konseling Keluarga Jakarta melalui Mobil SAPA
Langgar Protokol Kesehatan,...
Langgar Protokol Kesehatan, Angkutan Umum Akan Ditindak Tegas
Transportasi Umum Harus...
Transportasi Umum Harus Higienis dan Terapkan Protokol Kesehatan
Kuliah Umum UMJ Bahas...
Kuliah Umum UMJ Bahas Pentingnya Transformasi Sistem Kesehatan Nasional
Libur Panjang, DKI Perketat...
Libur Panjang, DKI Perketat Pengawasan Prokotol Kesehatan di Tempat Umum
Unpad Jadi Kampus Terbaik...
Unpad Jadi Kampus Terbaik Hasilkan Artikel Ilmiah Umum dan Kesehatan
Berita Terkini
Hadir di Jakarta Fair...
Hadir di Jakarta Fair 2026, KARA Rayakan Kekayaan Rasa Kelapa Lintas Generasi
1 jam yang lalu
Wamenkes Dante Ingatkan...
Wamenkes Dante Ingatkan Ancaman Aging Population, Lansia Indonesia Capai 12 Persen
2 jam yang lalu
16 Seniman Kontemporer...
16 Seniman Kontemporer Indonesia Boyong Skena Seni Jakarta ke Jepang
4 jam yang lalu
Mitos atau Fakta Golongan...
Mitos atau Fakta Golongan Darah O Rentan Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasan Pakar IPB
5 jam yang lalu
Pianis Dunia Rueibin...
Pianis Dunia Rueibin Chen Akan Tampil di Jakarta, Bawakan Mahakarya Brahms
5 jam yang lalu
Liburan ke Eropa Makin...
Liburan ke Eropa Makin Terjangkau, Ini Destinasi Favorit dan Tips Hemat untuk Pemula
7 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved