Earphone Picu Remaja Tuli

Sabtu, 16 Juli 2016 - 22:17 WIB
Earphone Picu Remaja...
Earphone Picu Remaja Tuli
A A A
JAKARTA - Mendengarkan musik menggunakan earphone merupakan salah satu kegiatan yang kerap dilakukan remaja pada dewasa ini. Sayangnya kebiasaan itu bisa menyebabkan masalah kesehatan. Resiko paling besar, mereka mengalami kehilangan pendengaran sebelum berusia 40 tahun.

Dilansir Daily Mail, sebuah penelitian mengungkap remaja yang didiagnosis mengalami tinnitus, suara berdenging atau berdering di dalam telinga terus meningkat. Hal ini menjadi salah satu dari gejala kehilangan pendengaran yang seharusnya terjadi pada usia lanjut.

Yang mengkhawatirkan, para remaja umumnya tidak memperhatikan kondisi ini dan tidak ingin memeriksakannya ke dokter. Menindaklanjuti laporan dan penelitian mengenai tinnitus pada remaja, tim peneliti di University of Sao Paulo's Medical School menggunakan otoscope untuk memeriksa telinga 170 responden usia 11-17 tahun.

Selanjutnya, peneliti mewawancara para responden tentang tinnitus dan menanyakan apakah pernah mengalami hal tersebut dalam 12 bulan terakhir. Jika mengalaminya, seberapa volume, durasi dan frekuensi yang mereka gunakan.

Hasilnya 54,7% pernah mengalaminya dan mengaku mendengarkan musik dengan suara keras hampir setiap hari. "Tingkat rata-rata ini mengkhawatirkan. Jika generasi remaja saat ini terus mengekspose dirinya dengan tingkat suara yang tinggi, mereka kemungkinan akan kehilangan pendengaran sebelum berusia 30 atau 40 tahun," jelas profesor THT, Tanit Ganz Sanchez.

Untuk mengatasinya, para responden diminta untuk tidak mendengarkan musik dengan volume tinggi dari usia 20 atau 25 tahun. Hal ini bisa merusak sinapsis sel rambut koklea mereka secara permanen. Namun, hal ini tidak diperhatikan para remaja lantaran mereka tidak merasa khawatir seperti orang dewasa.

"Kami menemukan banyak remaja mengalami tinnitus, tapi tidak seperti orang dewasa, mereka tidak khawatir dan tidak mengadukannya kepada orangtua atau guru. Akibatnya, mereka tidak diperiksa oleh dokter atau ahli THT sehingga masalahnya bisa menjadi kronis," bebernya.

Tinnitus dipicu oleh kerusakan sel rambut koklea di dalam telinga yang merenggang dan berkontraksi sesuai dengan getaran suara yang diterima. Suara yang sangat keras di klab atau mendengarkan lewat headphone memicu sel ini kelebihan muatan. Akibatnya rusak secara temporer dan permanen.

Selanjutnya kerusakan tersebut membuat bagian telinga lainnya dipaksa untuk bekerja keras, menggantikan fungsi yang hilang. Ini yang menyebabkan tinnitus dan tuli.
(tdy)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Sunscreen Ringan Jadi...
Sunscreen Ringan Jadi Pilihan Perlindungan Kulit Harian di Iklim Tropis
7 jam yang lalu
Mencicipi Lima Abad...
Mencicipi Lima Abad Jakarta dari Meja Makan, Warisan Kuliner Peranakan di Kota Tua
8 jam yang lalu
GSDC 2026 di ICE BSD...
GSDC 2026 di ICE BSD Perkuat Posisi Indonesia dalam Industri MICE Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Usia 30-an Lutut Mulai...
Usia 30-an Lutut Mulai Rewel? Mengapa Welmove Bukan Hanya Suplemen untuk Orang Tua
9 jam yang lalu
My Devil President:...
My Devil President: Microdrama CEO yang Penuh Plot Twist
10 jam yang lalu
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Swift Vows Love Story Unfolds di V+Short, Kisah Cinta CEO
10 jam yang lalu
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved