Banyuwangi Bangun 1.000 Homestay untuk Sambut Wisatawan

Senin, 18 Juli 2016 - 20:37 WIB
Banyuwangi Bangun 1.000...
Banyuwangi Bangun 1.000 Homestay untuk Sambut Wisatawan
A A A
BANYUWANGI - Momen Diaspora Banyuwangi pada 8 Juli lalu tak hanya menjadi ajang silaturahmi sesama perantau yang mudik ke Banyuwangi. Di sela ajang silaturahmi Idul Fitri itu disisipkan agenda penandatanganan MoU antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi dengan pemerintah desa.

MoU ini berisi pencanangan 1.000 homestay untuk mendukung sektor pariwisata Banyuwangi. Penandatanganan MoU ini dikawal langsung oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Bupati Banyuwangi Azwar Anas juga ikut mendampingi menteri yang lahir di Banyuwangi itu. Selain itu, hadir pula Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko, Kapolres Banyuwangi AKBP Budi Mulyanto, Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Robi Bulan, Kepala Pengadilan Banyuwangi, Timur Pradopo dan Kepala Kejaksaan AA Adnyana.

"Kementerian Pariwisata mendorong pembangunan homestay di daerah-daerah wisata untuk memberi alternatif tempat menginap bagi wisatawan. Dan kami bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) serta BTN (Bank Tabungan Negara) untuk mewujudkan 1.000 homestay di Banyuwangi," ujar Arief saat memberikan sambutan pada acara halal bihalal Diaspora Banyuwangi.

Ada 17 desa atau kelurahan yang ditunjuk sebagai area pengembangan homestay di Banyuwangi. Desa yang ditunjuk merupakan desa-desa yang memiliki potensi wisata dan kearifan lokal.

Desa tersebut antara lain Kelurahan Temenggungan (Kecamatan Banyuwangi), Gombengsari (Kalipuro), Desa Bakungan dan Kampunganyar (Glagah), Banjar dan Tamansari (Licin), Kandangan (Pesanggaran), Sumberasri (Purwoharjo), dan Kalipait (Tegaldlimo). Ke-17 kepala desa dan lurah tersebut langsung menandatangani perjanjian kesanggupan untuk mengembangkan homestay yang berwawasan lingkungan.

"Desainnya harus mencerminkan kearifan lokal. Intinya bangunan yang khas Indonesia," tutur Arief.

Bagaimana dengan skema pembiayaannya? Berapa bunga yang akan dibebankan kepada masyarakat yang ingin membangun homestay di 17 desa atau kelurahan yang ditunjuk sebagai area pengembangan homestay di Banyuwangi?

Soal ini, mantan Dirut Telkom itu menjamin semuanya akan mudah dan murah. Ada sejumlah BTN yang ikut digandeng untuk membiayai program tersebut. Para warga desa yang akan membangun homestay, dijamin akan dibantu pembiayaannya dari bank plat merah tersebut dengan cicilan dan bunga yang sangat ringan.

"Biayanya akan murah sekali. Skemanya, cukup membayar uang muka 1% dengan bunga fixed 5%. Tenornya hingga 20 tahun," kata menteri yang merupakan putra asli Banyuwangi itu.

Gayung pun bersambut. Bupati Banyuwangi, yang terkenal sangat concern dengan pariwisata langsung merespon dengan nada optimistis.

"Banyuwangi sangat mendukung program Kemenpar yang berbasis masyarakat ini. Pengembangan wisatanya langsung melibatkan dan memberi manfaat bagi masyarakat. Ini pasti bisa meningkatkan ekonomi masyarakat di sekitar obyek wisata. Ke depan, arsitektur bangunan homestay akan dibuat dengan arsitektur bergaya Suku Using," kata Anas.

Saat ini, warga Banyuwangi sudah mulai merasakan imbas positif dari geliat pariwisata. Sekedar info, pendapatan per kapita masyarakat Banyuwangi sudah melonjak sangat tinggi.

Dari Rp20,8 juta yang didapatkan pada 2010, langsung melambung menjadi Rp37,53 juta di 2015. Gairah peningkatan pariwisata juga ditunjukkan lewat lonjakan jumlah penumpang di Bandara Blimbingsari Banyuwangi yang mencapai 1.308%. Angka 7.826 penumpang yang dicapai 2011, langsung naik menjadi 110.234 penumpang di 2015.

"Dengan mengembangkan homestay, warga bisa menyewakannya ke wisatawan sehingga bisa menambah pendapatan. Dengan besaran perekonomian yang terus membesar, dampak ke pendapatan per kapita masyarakat otomatis terdongkrak," ujarnya.

Pembangunan 1.000 homestay di Banyuwangi pun diyakini Anas akan berjalan mulus. Itu dikarenakan sebelum penandatanganan MoU, Pemkab Banyuwangi sudah memberdayakan warga untuk mengembangkan homestay secara bertahap. Warga yang mengembangkan homestay dilatih dengan melibatkan instruktur dari sejumlah hotel berbintang di Banyuwangi dan Bali.

"Warga sudah dilatih manajemen penginapan yang bagus, termasuk yang terakhir ada pelatihan penyajian makanan khas Barat seperti burger agar bisa memenuhi permintaan wisatawan asing yang menginap," pungkasnya.
(alv)
Berita Terkait
Siap-Siap! WITF 2025...
Siap-Siap! WITF 2025 Kembali dengan Skala Lebih Besar, Lebih Baik
Wonderful Indonesia...
Wonderful Indonesia Gourmet
Dukung Wonderful Indonesia...
Dukung Wonderful Indonesia Lewat Kompetisi Design Challenge
Angela Tanoesoedibjo...
Angela Tanoesoedibjo Resmikan Wonderful Indonesia Outlook
Elok! ke Borobudur Wajib...
Elok! ke Borobudur Wajib Kunjungi Desa Wisata Candirejo dan Karangrejo
Kemenparekraf Beri Penghargaan...
Kemenparekraf Beri Penghargaan ke 50 Mitra Co-Branding Wonderful Indonesia
Berita Terkini
Hadir di Jakarta Fair...
Hadir di Jakarta Fair 2026, KARA Rayakan Kekayaan Rasa Kelapa Lintas Generasi
1 jam yang lalu
Wamenkes Dante Ingatkan...
Wamenkes Dante Ingatkan Ancaman Aging Population, Lansia Indonesia Capai 12 Persen
2 jam yang lalu
16 Seniman Kontemporer...
16 Seniman Kontemporer Indonesia Boyong Skena Seni Jakarta ke Jepang
4 jam yang lalu
Mitos atau Fakta Golongan...
Mitos atau Fakta Golongan Darah O Rentan Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasan Pakar IPB
4 jam yang lalu
Pianis Dunia Rueibin...
Pianis Dunia Rueibin Chen Akan Tampil di Jakarta, Bawakan Mahakarya Brahms
5 jam yang lalu
Liburan ke Eropa Makin...
Liburan ke Eropa Makin Terjangkau, Ini Destinasi Favorit dan Tips Hemat untuk Pemula
7 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved