Saatnya Dikoneksi dengan Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata

Senin, 01 Agustus 2016 - 15:30 WIB
Saatnya Dikoneksi dengan...
Saatnya Dikoneksi dengan Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata
A A A
JAKARTA - Perayaan 611 tahun kedatangan Laksamana Cheng Ho di Klenteng Sam Poo Kong Gedung Batu dan Tay Kak Sie Gang Pinggir, Semarang semakin heboh. Publik pun antusias, ribuan orang pagi-pagi, 31 Juli 2016 sudah arak-arakan sepanjang 6 kilometer.

Mereka mengenakan baju-baju oriental, wajah dicoreng-moreng, sejak pukul 02.00 WIB mereka sudah persiapan untuk aneka kostum itu. Semua unsur masyarakat pun ikut meramaikan peristiwa budaya dan sejarah yang setiap tahun diperingati dan menjadi agenda tetap di Kota Lumpia itu.

Prosesi arak-arakan sendiri berlangsung meriah, menghibur dan tidak meninggalkan kesan ritualnya. Sabtu, 30 Juli 2016 acara difokuskan di Sam Poo Kong, dari pentas seni, budaya, bazar, sampai pesta kembang api pukul 00.00 WIB. Ribuan orang berjubel, datang dan pergi di halaman besar Sam Poo Kong itu. Di Tay Kek Sie yang sempit di Gang Lombok, juga ada doa dan pentas seni dari pukul 07.00—00.00 WIB.

Sedangkan Minggu pagi, 31 Juli 2016, prosesi arak-arakan berlangsung ramai. Mereka berjalan kaki sejak pukul 05.00 WIB dari Klentheng Tay Kak Sie Gg. Lombok - Gg. Warung - Jl. Kranggan Timur - Jl. Kranggan Barat - Jl. Depok - Jl. Pemuda - Tugu Muda - Jl. MGR Sugijopranoto - Taman Madukoro - Jl. Bojongsalaman - Jl. Simongan - Klentheng Sam Poo Kong. Sorenya, pulang naek mobil Pukul 13.00 WIB dari Klentheng Sam Poo Kong - Jl. Simongan - Jl. Bojongsalaman - Taman Madukoro - Jl. Indraprasta - Jl. Piere Tendean - Jl. Pemuda - Jl. Gajahmada - Jl. Kranggan Barat - Jl. Kranggan Timur.

Lalu dilanjutkan dengan berjalan kaki dari Jl. Beteng - Jl. Wotgandul Barat - Jl. lnspeksi - Jl. Sebandaran I - Jl. Wotgandul Timur - Gg. Baru - Gg. Cilik - Gg. Gambiran - Gg. Pinggir - Klentheng Tay Kak Sie. “Tradisi ini sudah lama, dari tahun ke tahun, dan masyarakat mengapresiasi dengan baik,” kata Harry Untoro Drajad, Staf Ahli Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata RI yang ikut dalam proses itu.

Ketika komunitas sudah antusias, lanjut Harry , event rutin terjadwal setiap tahun, ada improvement, selalu ada perkembangan yang baru, maka itu sudah layak menjadi atraksi budaya yang bisa dipromosikan ke mancanegara. Tentu, harus dikoneksi dengan industri pariwisata, seperti airlines, hotel dan akomodasi, restoran-kafe, transportasi lokal, guide atau pramu wisata, atraksi destinasi yang lain, yang juga harus dibangun agar bisa dieksplorasi lebih dalam.

Kalau istilah Menteri Pariwisata Arief Yahya, perayaan itu sendiri sudah memiliki cultural value yang tinggi. Sudah menggelinding kuat dan terus menjadi agenda tahunan yang berkembang. Tinggal memikirkan bagaimana commercial value atau financial value-nya bertambah dan memberi dampak ekonomi kepada industri dan publik.

“Kami sudah menjual paket tur Cheng Ho. Paket-paket wisata bahari dengan yacht atau cruise yang mengunjungi tompat-tempat yang pernah disinggahi Admiral Cheng Ho, start dari Bali, Batam, dan Jakarta,” ujarHarry.

Ada Paket Kluster Nusantara (9-12 Hari), dari Denpasar – Surabaya – Semarang – Cirebon – Jakarta – Bangka Belitung – Palembang – Batam – Banda Aceh – Batam/Jakarta. Lalu dilanjutkan dengan heritage city tour per kota destinasinya. Ada juga paket Kluster Sumatera (6-8 Hari), dari Batam – Bangka Belitung – Palembang – Banda Aceh – Batam/Jakarta. Dilanjut city tour di masing-masing destinasi.

Ada paket Kluster Jawa-Bali, sekitar 6—8 hari, dari Denpasar-Surabaya-Semarang-Cirebon-Jakarta. Sementara, paket Kluster Jawa-Bali, dari Jakarta-Cirebon-Semarang-Surabaya dan berakhir di Denpasar.

Apakah sudah ada dampaknya? “Ya, paket ini belum lama diluncurkan, tetapi sudah mulai ada peminatnya, dan naik dari tahun sebelumnya. Kita jangan melihat performancy saja, lihat juga proyeksi-nya. Ketika Jalur Cheng Ho ini jadi, destinasinya dibangun bagus, maka potensinya menjadi besar,” kata Harry yang didampingi Asdep Pengembangan Destinasi Wisata Budaya, Lokot Enda.

Lokot juga masih melihat banyak aspek yang harus dikembangkan secara bersama-sama. Peran Government (G) (Pemda Kota Semarang, dan Pemprov Jawa Tengah), untuk mengembangkan destinasi lain yang terintegrasi. Libatkan media (M) lokal agar memiliki proximity yang kuat, serta media asing agar dipopulerkan jauh hari sebelumnya di Negeri China. Peran Community (C) juga lebih bisa diberdayakan, agar mereka juga bisa mendapatkan benefit.

“Tinggal libatkan Akademisi (A) dan pelaku industri atau business (B). Maka segilima pentahelix akan mempercepat pengembangan destinasi budaya berbasis Cheng Ho,” kata Lokot.

Menteri Pariwisata Arief Yahya yang mengikuti perayaan Laksamana Cheng Ho tahun 2015 lalu hadir dan mengenakan kostum kebasaran itu membenarkan statemen staf ahlinya itu. “Promosikan dengan baik, jalur Cheng Ho itu untuk originasi China, atau pasar China. Ini penting sekali, orang Asia itu, ketika disetuh dengan kebudayaan dan sejarah masa lalu, hatinya bisa runtuh berkeping-keping. Mereka bisa jatuh cinta karena sejarah nenek moyang mereka,” kata Arief.

Selain itu, Menpar Arief Yahya juga sudah tiga kali bertemu dengan Mr. Li Jinzao, Chairman of CNTA-China National Tourism Administration, dua kali di Beijing dan sekali Xi’an. Menpar China itu setuju untuk mengembangkan silk road untuk jalur tenggara, melewati Laut China Selatan, yang dinamai Jalur Cheng Ho.

“Saat ini turis China sudah mulai berdatangan, dan favourite-nya Bali dan Batam-Bintan. Jadi paket kluter Cheng Ho itu cocok, berawal dari Bali, berakhir di Batam-Bintan, melewati jalur utara Jawa, mampir satu kota ke kota yang lain,” ujar Arief.
(alv)
Berita Terkait
Siap-Siap! WITF 2025...
Siap-Siap! WITF 2025 Kembali dengan Skala Lebih Besar, Lebih Baik
Wonderful Indonesia...
Wonderful Indonesia Gourmet
Dukung Wonderful Indonesia...
Dukung Wonderful Indonesia Lewat Kompetisi Design Challenge
Angela Tanoesoedibjo...
Angela Tanoesoedibjo Resmikan Wonderful Indonesia Outlook
Elok! ke Borobudur Wajib...
Elok! ke Borobudur Wajib Kunjungi Desa Wisata Candirejo dan Karangrejo
Kemenparekraf Beri Penghargaan...
Kemenparekraf Beri Penghargaan ke 50 Mitra Co-Branding Wonderful Indonesia
Berita Terkini
Solusi Cerdas Berlibur:...
Solusi Cerdas Berlibur: Perjalanan Nyaman dengan Layanan Paylater
9 jam yang lalu
PRJ 2026 Jadi Ruang...
PRJ 2026 Jadi Ruang Kebersamaan Keluarga di Ibu Kota
10 jam yang lalu
Liburan Sekolah, Hotel...
Liburan Sekolah, Hotel Ini Tawarkan Misi Seru Petualangan Staycation Keluarga
10 jam yang lalu
Raffi Ahmad Buka Suara...
Raffi Ahmad Buka Suara soal Kasus Blueray, Tegaskan Tak Pernah Terima Barang Gratis
11 jam yang lalu
Diperiksa Terkait Kasus...
Diperiksa Terkait Kasus Hanania Group, Praz Teguh Akui Sudah Kembalikan Uang Saku
11 jam yang lalu
Paula Verhoeven Dicecar...
Paula Verhoeven Dicecar 30 Pertanyaan soal Kasus Hanania Group, Ini Pengakuannya!
12 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved