Sering Merasa Tak Punya Banyak Baju? Coba Cara Ini!
Minggu, 04 September 2016 - 23:30 WIB
Sering Merasa Tak Punya Banyak Baju? Coba Cara Ini!
A
A
A
JAKARTA - Busana merupakan elemen penting untuk menyempurnakan penampilan wanita. Sebagian wanita pun mengaku, rela membeli busana dengan brand ternama agar tampil sempurna. Namun, sejumlah wanita justru mengaku tak memiliki busana meski lemari pakaian mereka dipenuh dengan berbagai model pakaian dan aksesoris.
Akibatnya, ini menyebabkan para wanita menggunakan busana yang sama setiap harinya. Tak hanya itu, sebagian wanita juga mengaku masih memiliki pakaian yang dilengkapi dengan tag harga dan belum pernah digunakan sama sekali setelah dibeli.
"Manusia adalah makhluk yang terpaku pada kebiasaan dan condong tertarik pada barang-barang yang mudah dipakai. Memilih pakaian yang paling mudah dipakai dan dipadupadankan membuat kita tetap berada pada zona nyaman," papar fashion stylist Ali Call seperti dilansir dari Cosmopolitan UK.
Minimnya waktu untuk memilih busana saat ingin digunakan, membuat para wanita hanya mengenakan busana yang berada paling atas di dalam lemari. "Kita hidup di zaman serba cepat dan dengan sangat banyaknya variabel, solusi termudah adalah memilih sesuatu yang memang akan bagus untuk dikenakan. Baju-baju tersebut menjadi 'garis depan' di lemari karena sudah terbukti bagus saat dikenakan sebelumnya," kata dia.
Untuk mengatasi masalah ini, Ali pun menyarankan untuk membongkar lemari pakaian satu bulan sekali. Selanjutnya, Anda harus menyortir busana mana yang akan masih digunakan dan tidak. Jangan lupa letakkan setiap busana dengan rata. Pakaian yang jarang digunakan, sebaiknya diletakkan paling atas. Cara ini membuat pakaian tersebut mudah terlihat.
Jangan lupa kelompokkan busana sesuai jenisnya. Seperti T-shirt, blouse, kemeja, sweater, outer, gaun hingga bawahan. Alternatif lainnya adalah dengan mengalih fungsikan pakaian yang sudah tidak digunakan menjadi lap meja. Caranya, gunting pakaian menjadi bentuk yang lebih rapi, atau gabungkan menjadi kain perca.
"Merampingkan isi lemari Anda untuk menyingkirkan gangguan (pada pandangan mata) bisa menjadi cara yang bagus untuk mempermudah Anda memilih busana dan menghindari kebingungan," ujar Ali.
Akibatnya, ini menyebabkan para wanita menggunakan busana yang sama setiap harinya. Tak hanya itu, sebagian wanita juga mengaku masih memiliki pakaian yang dilengkapi dengan tag harga dan belum pernah digunakan sama sekali setelah dibeli.
"Manusia adalah makhluk yang terpaku pada kebiasaan dan condong tertarik pada barang-barang yang mudah dipakai. Memilih pakaian yang paling mudah dipakai dan dipadupadankan membuat kita tetap berada pada zona nyaman," papar fashion stylist Ali Call seperti dilansir dari Cosmopolitan UK.
Minimnya waktu untuk memilih busana saat ingin digunakan, membuat para wanita hanya mengenakan busana yang berada paling atas di dalam lemari. "Kita hidup di zaman serba cepat dan dengan sangat banyaknya variabel, solusi termudah adalah memilih sesuatu yang memang akan bagus untuk dikenakan. Baju-baju tersebut menjadi 'garis depan' di lemari karena sudah terbukti bagus saat dikenakan sebelumnya," kata dia.
Untuk mengatasi masalah ini, Ali pun menyarankan untuk membongkar lemari pakaian satu bulan sekali. Selanjutnya, Anda harus menyortir busana mana yang akan masih digunakan dan tidak. Jangan lupa letakkan setiap busana dengan rata. Pakaian yang jarang digunakan, sebaiknya diletakkan paling atas. Cara ini membuat pakaian tersebut mudah terlihat.
Jangan lupa kelompokkan busana sesuai jenisnya. Seperti T-shirt, blouse, kemeja, sweater, outer, gaun hingga bawahan. Alternatif lainnya adalah dengan mengalih fungsikan pakaian yang sudah tidak digunakan menjadi lap meja. Caranya, gunting pakaian menjadi bentuk yang lebih rapi, atau gabungkan menjadi kain perca.
"Merampingkan isi lemari Anda untuk menyingkirkan gangguan (pada pandangan mata) bisa menjadi cara yang bagus untuk mempermudah Anda memilih busana dan menghindari kebingungan," ujar Ali.
(alv)