Angka Penderita Kanker di Indonesia Mulai Mengkhawatirkan

Selasa, 06 September 2016 - 03:09 WIB
Angka Penderita Kanker...
Angka Penderita Kanker di Indonesia Mulai Mengkhawatirkan
A A A
JAKARTA - Kanker merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. World Health Organization (WHO) mencatat terdapat 14 juta kasus kanker baru di dunia pada 2012 dan 8,2 juta kasus di antaranya meninggal dunia akibat kanker.

"Mengenai penyakit kanker, sekarang sudah bisa menjadi suatu penyakit yang disebut penyakit dahsyat yang paling banyak menghabiskan uang pemerintah," kata Ketua Perhimpunan Onkologi Indonesia & Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof DR dr Aru Wisaksono Sudoyo Sp PD-KHOM saat jumpa pers RetroRun di Artotel, Jakarta, Senin (5/9/2016).

Di Indonesia sendiri, berdasarkan data riset kesehatan dasar Balitbangkes Kementerian Kesehatan menunjukkan prevalensi penderita kanker di Indonesia sebanyak 0.14% pada tahun 2013. Sedangkan di negara maju, angka penyakit ini sudah menurun.

"Dari tahun ke tahun angka penderita kanker di Indonesia terus meningkat bahkan hingga mencapai angka yang mengkhawatirkan sehingga diperlukan penanganan dan sosialisasi secara berkesinambungan agar masyarakat lebih peduli akan bahaya kanker dan turut berupaya untuk menekan laju pertumbuhannya," bebernya.

"Kanker itu di Indonesia sebagai negara berkembang secara umum meningkat tajam. Di Cipto (RSCM), bangsal dalam saja 35% itu sakit kanker. Ini fenomena luar biasa. Kalau kanker itu enggak cuma pasien saja yang sakit, tapi juga keluarganya," jelas Aru.

Meningkatnya prevalensi penderita kanker dari tahun ke tahun di Indonesia ini umumnya disebabkan minimnya kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi kanker sejak dini dan kurangnya kesadaran untuk menerapkan gaya hidup sehat.

Untuk mengatasi hal tersebut, Aru menyarankan untuk menjalankan pola hidup sehat dan melakukan deteksi dini. "Makan sayur dan buah-buahan 4 kali sehari berkurang kanker sebesar 30%. Itu pentingnya ubah lifestyle. Olahraga juga nggak cuma untuk kebugaran, mau kombinasi atau aerobik itu sudah ada penelitian bisa mengurangi kanker, jangan ngeroko juga," pungkasnya.
(tdy)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Tips Redakan Nyeri Kepala...
Tips Redakan Nyeri Kepala Nyut-nyutan dari Dokter, Sederhana Pakai Bola Tenis
8 jam yang lalu
Karina Ranau Trauma...
Karina Ranau Trauma Berat Usai Dianiaya hingga Takut Pergi ke Warung Sendiri
8 jam yang lalu
Sensasi Pizza Premium...
Sensasi Pizza Premium Hadir di Bekasi, Lengkap dengan Menu Pendamping Favorit
8 jam yang lalu
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa
9 jam yang lalu
Microdrama Her Dangerous...
Microdrama Her Dangerous Game Tayang di V+Short, Simak Sinopsisnya di Sini!
10 jam yang lalu
Karina Ranau Minta Polisi...
Karina Ranau Minta Polisi Tambahkan Pasal Baru dalam Kasus Dugaan Penganiayaan
11 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved