Ini Alasan Kemenpar Memilih Go Digital

Sabtu, 17 September 2016 - 11:18 WIB
Ini Alasan Kemenpar...
Ini Alasan Kemenpar Memilih Go Digital
A A A
JAKARTA - Forum Rakornas Kemenpar III “Go Digital be The Best” yang digelar di Ecopark, Ancol, Jakarta, 15-16 September 2016 itu semakin mengukuhkan peran digital ke depan. Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut siapa yang menguasai komunitas anak muda, dialah yang berpotensi “winning the future market.” Dan anak muda itu sudah masuk ke era digital lifestyle.

Sadar atau tidak sadar, suka atau tidak suka, sudah terjadi perubahan perilaku dan kebiasaan orang. Digital sudah mengubah Customer Behavior, menuju ke mobile, personal dan interaktif.

“Di pariwisata, search and share itu 70% sudah melalui digital. Sudah tidak lagi bisa mengandalkan walk in service, menyuruh customers datang langsung ke kantor travel agent untuk reservasi tiket dan memilih paket wisata,” kata Arief.

Karena itu, untuk melindungi dan mengembangkan travel agents yang masih konvensional, berukuran kecil dan menengah, Kemenpar meluncurkan TXI Digital Market Place. Menyediakan platform untuk para pelaku industry travel agents untuk berjualan paket pariwisata di lapak digital. Semacam pasar atau mal yang berisi paket-paket pariwisata dari para pelaku bisnis pariwisata.

“Kami yang menyediakan rumahnya untuk memfasilitasi orang search atau look, book, sampai ke pay. Silakan bikin paket-paket wisata di semua destinasi di Tanah Air, nanti dipasarkan di TXI Digital Market Place ini. Syaratnya harus punya website dan punya calendar of events selama satu tahun,” ungkapnya.

Arief menyebut platform itu akan memudahkan visitors atau calon customers untuk bertransaksi. Mereka bisa melihat-lihat, memilih paket yang cocok, lalu booking dan membayar dengan berbagai skema. Tidak harus membuan waktu untuk dating ke kantor travel dan bertransaksi manual. “Eranya memang sudah ke sana, dan cepat atau lambat akan menuju ke sana,” ungkap dia.

Contohnya ada look company, seperti Google, Baidu, dan Trip Advisor. Lalu book company contohkan seperti Booking.com, Ctrip atau Alitrip, dan Traveloka. Sedangkan payment company, bisa Paypal, Alipay, dan Amazon.

“Saya melihat Malaysia dan Thailand tidak terlalu hebat di digital marketingnya. Untuk itu kita akan masuk melalui digital. New Zealand dengan ‘Pure’ New Zealand-nya yang saat ini kuat bermain di digital,” jelas Menpar.

Di sektor digital marketing inilah Indonesia bisa unggul dan menjadi juara dunia. “Saya sudah berkunjung ke Angkasa Pura II di Soekarno Hatta. Saya sampaikan, kalau mengejar ketinggalan dengan membangun fisik atau physical infrastructure, itu membutuhkan waktu yang lama. Untuk quick win, bisa membangun non fisiknya dulu yang akan berpengaruh terhadap performance perusahaan,” jelas dia.

Pertama, diusulkan bandara sudah mulai beroperasi 24 jam. Itu sudah bisa dibuktikan di Bandara Sam Ratulangi, Manado, yang sudah bisa mengantisipasi penerbangan dari China. Kedua, implementasikan IT untuk membantu mengatur semua sistem di bandara. Biarkan IT yang mengatur, itu akan menjamin lebih detail dan disiplin.

“Ketiga, soal regulasi. Perbaiki semua regulasi yang menjerat diri sendiri, lakukan deregulasi. Dengan tiga hal itu saja saya yakin Angkasa Pura II akan naik 50% revenue-nya,” ungkap Arief.

Menurutnya, bandara itu termasuk first impression bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Selain melihat petugas imigrasi, mereka juga melihat bandara dengan segala pengaturan, fasilitas dan kebersihannya.

“Karena itu pergunakan IT, sentuhan teknologi digital untuk menyelesaikan pekerjaan yang tidak mudah menjadi sangat simple. Kalau tidak menggunakan digital, kita sama-sama strees. Digital membuat kita tidak strees,” kata Arief Yahya.

Penyelenggaran rakornas yang diikuti sekitar 500 peserta dari kalangan akademisi, pelaku usaha, komunitas, pemerintah, dan media dalam upaya untuk mensinergikan seluruh kekuatan kepariwisataan nasional dan Pentahelix; menerapkan unusual ways, hasil yang luar biasa hanya bisa didapatkan dengan cara yang tidak biasa; dan menerapkan semangat spirit always the best atau selalu yang terbaik.

Karena itu, menurut Arief, no return point, tidak ada pilihan lain, kecuali: Go Digital!
(tdy)
Berita Terkait
Siap-Siap! WITF 2025...
Siap-Siap! WITF 2025 Kembali dengan Skala Lebih Besar, Lebih Baik
Wonderful Indonesia...
Wonderful Indonesia Gourmet
Dukung Wonderful Indonesia...
Dukung Wonderful Indonesia Lewat Kompetisi Design Challenge
Angela Tanoesoedibjo...
Angela Tanoesoedibjo Resmikan Wonderful Indonesia Outlook
Elok! ke Borobudur Wajib...
Elok! ke Borobudur Wajib Kunjungi Desa Wisata Candirejo dan Karangrejo
Kemenparekraf Beri Penghargaan...
Kemenparekraf Beri Penghargaan ke 50 Mitra Co-Branding Wonderful Indonesia
Berita Terkini
Indonesia Manufacturing...
Indonesia Manufacturing Symposium 2026, Membangun Sistem Enterprise
11 jam yang lalu
Album Baru Slank Republik...
Album Baru Slank Republik Fufu Fafa Resmi Meluncur, Sarat Kritik Sosial
12 jam yang lalu
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh dengan Keseruan: Menjelajahi Pesona Malaysia, Singapura & Thailand
13 jam yang lalu
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 62: Dipa Terus Memprovokasi Novan, Sementara Davina Merasakan Firasat Buruk
13 jam yang lalu
Shopee Campus Cup Diperpanjang!...
Shopee Campus Cup Diperpanjang! Waktunya All Out & Kumpulkan Poin untuk Bawa Kampus Kamu Jadi Juara!
14 jam yang lalu
Kini Merawat Kulit Jadi...
Kini Merawat Kulit Jadi Lebih Personal, Teknologi EXO3 Siap Manjakan Kulitmu dari Rumah
14 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved