Jangan Anggap Remeh Serangan Panik

Rabu, 07 Desember 2016 - 00:24 WIB
Jangan Anggap Remeh...
Jangan Anggap Remeh Serangan Panik
A A A
JAKARTA - Serangan panik atau panick attack bisa menyerang siapa saja. Umumnya, kondisi ini datang saat seseorang menghadapi situasi yang tidak menyenangkan. Namun, pastikan serangan panik tidak datang secara terus menerus tanpa sebab. Pasalnya, kondisi ini menandakan adanya gangguan psikologis.

Serangan panik atau yang termasuk dalam gangguan panik hadir dengan frekuensi bervariasi mulai, sering hingga berbulan-bulan. Dalam sejumlah kasus, serangan panik bisa terjadi pada gangguan anxietes atau teror lainnya seperti pada fobia dan gangguan stres pascatrauma.

Dilansir Health, psikolog klinis di Smithtown New York Peter Kanaris PhD menjelaskan serangan panik bisa terjadi secara tiba-tiba. Ketika terjadi serangan, akan muncul sensasi fisik yang meresahkan seperti, sakit dada, gemetar, pusing dan seolah-olah anggota badan akan mati rasa atau kesemutan.

"Pada beberapa orang muncul perasaan takut mati, kehilangan kontrol, atau takut menjadi gila. Ketika serangan panik datang, penderitanya mungkin akan merasa bahwa serangan itu seperti tidak ada habis-habisnya, seperti akan berlangsung selamanya," kata Peter.

Umumnya saat panik, otak akan memberikan perintah untuk hadapi atau lari. Namun berbeda dengan serangan panik. Hal tersebut tidak terjadi dan Anda seperti tidak mampu melawan. "Meski terasa lama, sebenarnya serangan panik hanya berlangsung sekitar setengah jam dan mencapai puncak dalam waktu 10 menit. Jarang ada yang berlangsung lebih dari satu jam," jelas dia.

Psikolog di Manhattan Greg Kushnick Psy D menilai, faktor-faktor tertentu seperti genetika atau transisi kehidupan, bisa menjadi salah satu penyebab meningkatkan peluang seseorang mengalami serangan panik. Selain itu, serangan panik juga bisa terjadi dari kombinasi faktor internal dan eksternal.

"Misalnya, mungkin Anda punya kecenderungan genetik untuk mudah cemas atau mengalami gangguan suasana hati. Kemudian, kecenderungan ini berubah menjadi serangan panik ketika Anda menghadapi situasi yang menurut Anda tidak nyaman," ungkap Greg.
(tdy)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Pendakian Gunung Meningkat,...
Pendakian Gunung Meningkat, Menhut Siapkan Pengaturan untuk Cegah Kecelakaan dan Sampah
1 jam yang lalu
Clara Shinta Tegaskan...
Clara Shinta Tegaskan Tak Punya Catatan Kriminal, SKCK Jadi Bukti di Tengah Polemik
2 jam yang lalu
Latihan Kaki Tak Hanya...
Latihan Kaki Tak Hanya Bakar Kalori, Ternyata Penting untuk Keseimbangan Hormon
2 jam yang lalu
Rencanakan Liburan dengan...
Rencanakan Liburan dengan Lebih Fleksibel Melalui Paylater
3 jam yang lalu
Sinopsis Terikat Janji...
Sinopsis 'Terikat Janji' 4 Juni 2026: Identitas Aslinya Runtuh, Sena Rela Pikul Kesalahan Sendiri demi Lindungi Davina
5 jam yang lalu
ARMY Siap-Siap! Tiket...
ARMY Siap-Siap! Tiket Konser Comeback BTS di Jakarta Mulai Dijual Juni Ini
6 jam yang lalu
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved