Diet Magnesium untuk Kesehatan Jantung

Rabu, 11 Januari 2017 - 05:19 WIB
Diet Magnesium untuk...
Diet Magnesium untuk Kesehatan Jantung
A A A
JAKARTA - Memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung magnesium yang terdapat dalam sayuran, ikan, kacang-kacangan, dan biji-bijian dapat membantu menurunkan risiko masalah kesehatan kronis seperti, penyakit jantung dan diabetes.

Di antara mineral-mineral yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan yang optimal, magnesium merupakan salah satu mineral terpenting. Berdasarkan penelitian, magnesium merupakan mineral terbanyak keempat yang terdapat di dalam tubuh manusia. Peran menjaga otot dan saraf agar berfungsi normal dan menjaga irama detak jantung.

Magnesium juga membantu mengatur kadar gula darah sehingga dapat meningkatkan tekanan darah yang normal. Selain itu dapat menjaga tulang agar kuat dan mempengaruhi DNA.

Sebuah studi lain menunjukkan diet tinggi magnesium bersama dengan mineral lain secara signifikan dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Menjaga asupan magnesium yang cukup sebagai modifikasi gaya hidup positif untuk mencegah dan mengelola tekanan darah tinggi adalah cara yang baik untuk memperbaiki kondisi Anda.

Magnesium juga dapat membantu tekanan darah tinggi karena melemaskan pembuluh darah, menjaga tingkat insulin rendah, dan mempertahankan tingkat normal kalium.

“Beberapa penelitian sebelumnya memperlihatkan bahwa magnesium juga dapat mengatasi berbagai masalah kesehatan lainnya seperti, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), diabetes, alzheimer dan kardiovaskular. Magnesium memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan manusia," kata penulis utama penelitian dari Zhengzhou University Dr Xuexian Fang seperti dilansir Fox News.

Sementara, peneliti di Case Western Reserve University di Cleveland Dr Andrea Romani menuturkan ada banyak cara untuk dapat meningkatkan asupan magnesium seperti, mengonsumsi berbagai sayuran berdaun, biji - bijian, kacang-kacangan, dan ikan air asin.

“Untuk kandungan magnesium pada daging dan unggas itu tidak tetap karena sangat tergantung pada apa yang dimakan oleh binatang tersebut. Magnesium retensi dalam makanan ini tergantung pada bagaimana makanan itu diproses, semakin lama makanan itu direbus atau dimasak, semakin sedikit magnesium yang dikandung makanan tersebut,” kata Dr Romani.
(tdy)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Dituding Egois, Jennifer...
Dituding Egois, Jennifer Coppen Ungkap Alasan Justin Hubner Lewatkan Final Piala Dunia
5 jam yang lalu
Brand Lokal Indonesia...
Brand Lokal Indonesia Kian Mendunia, Sukses Raih Indonesia Most Powerful Brands in Global Market 2026
6 jam yang lalu
Nantikan Teaser Poster...
Nantikan Teaser Poster Serial My Chef In Crime, Ada Misteri yang Siap Bikin Penasaran di VISION+
6 jam yang lalu
Liburan Pertama Alyssa...
Liburan Pertama Alyssa Daguise Bareng Baby Soleil ke Bali, Potretnya Bikin Gemas
6 jam yang lalu
Bukan Sakit Biasa, Mas...
Bukan Sakit Biasa, Mas Den Ungkap Kejanggalan sebelum Ayahnya Meninggal
6 jam yang lalu
Nonton Microdrama China...
Nonton Microdrama China 'Rising Before Fate' di V+Short, Simak Sinopsisnya
8 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved