Ini Efek Penggunaan Minyak Goreng Berkali-kali

Sabtu, 28 Januari 2017 - 01:24 WIB
Ini Efek Penggunaan...
Ini Efek Penggunaan Minyak Goreng Berkali-kali
A A A
JAKARTA - Banyak hal yang membuat masakan rumah dijuluki ‘The Sillent Killer’. Salah satunya penggunaan minyak goreng yang berulang. Kaum ibu menganggap penggunakaan minyak goreng yang digunakan berkali-kali adalah hal yang wajar.

“Agar terhindar dari penyakit berbahaya, pastikan jangan gunakan minyak secara berulang-ulang. Jika minyak sudah berubah warna akibat sisa makanan, sebaiknya ganti dengan minyak yang baru. Selain itu, hindari penggunaan suhu terlalu panas saat memasak karena dapat membentuk radikal bebas yang merugikan kesehatan dan merusak kandungan vitamin dalam minyak goreng,” kata Deputy Marketing Manager Sunco Mulina Wijaya melalui siaran media yang diterima Sindonews, Jumat (27/1/2017).

Pada dasarnya, minyak diperlukan untuk gizi yang seimbang. Lemak atau minyak yang terdapat dalam makanan berguna untuk meningkatkan jumlah energi, membantu penyerapan vitamin A,D,E, dan K serta menambah lezatnya hidangan.

Sekretaris Komite Nasional Gizi dan Penanggulangan Penyakit Tidak Menular dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dr Tirta Prawita Sari, MSc, SpGK menjalaskan minyak yang sudah berubah warna, sudah tidak baik untuk menggoreng masakan.

“Itu bisa menjadi penyebab penyakit jantung, diabetes, dan kanker. Jadi minyak yang sudah berubah warna, minyaknya sudah rusak dan jangan dipakai,” kata Dr Tirta.

“Kemudian kelebihan lemak atau minyak tadi juga menyebabkan obesitas dan penyakit degeneratif, seperti kanker, penumpukan lemak di hati, dan jantung koroner. Jadi kandungan lemak yang masuk ke dalam tubuh itu harus benar-benar dijaga. Penggunaan minyak goreng yang baik itu adalah sedikit menempel di makanan,” jelasnya.

Untuk memilih minyak goreng yang tepat, dr Tita menyarankan minyak yang warnanya bening. Kemudian minyak tersebut memiliki tingkat kekentalan yang menyerupai air.

“Minyak goreng yang lebih encer membuat minyak yang menempel di makanan menjadi lebih sedikit, otomatis lebih sedikit juga minyak yang terkonsumsi. Ciri-ciri lainnya, yaitu tidak mudah beku, yang berarti mempunyai kandungan lemak jenuh yang lebih sedikit,” terangnya.
(tdy)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Indonesia Manufacturing...
Indonesia Manufacturing Symposium 2026, Membangun Sistem Enterprise
10 jam yang lalu
Album Baru Slank Republik...
Album Baru Slank Republik Fufu Fafa Resmi Meluncur, Sarat Kritik Sosial
10 jam yang lalu
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh dengan Keseruan: Menjelajahi Pesona Malaysia, Singapura & Thailand
11 jam yang lalu
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 62: Dipa Terus Memprovokasi Novan, Sementara Davina Merasakan Firasat Buruk
11 jam yang lalu
Shopee Campus Cup Diperpanjang!...
Shopee Campus Cup Diperpanjang! Waktunya All Out & Kumpulkan Poin untuk Bawa Kampus Kamu Jadi Juara!
12 jam yang lalu
Kini Merawat Kulit Jadi...
Kini Merawat Kulit Jadi Lebih Personal, Teknologi EXO3 Siap Manjakan Kulitmu dari Rumah
12 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved