Konsumsi Bakteri Ini Kurangi Konstipasi dan Ambeien Pasca Melahirkan

Senin, 30 Januari 2017 - 21:54 WIB
Konsumsi Bakteri Ini...
Konsumsi Bakteri Ini Kurangi Konstipasi dan Ambeien Pasca Melahirkan
A A A
JAKARTA - Konstipasi (sembelit) kerap mengganggu ibu masa hamil dan pasca melahirkan. Frekuensi terjadinya gejala tersebut cukup tinggi, terutama masa nifas setelah melahirkan. Hal itu dipicu perubahan keseimbangan hormon pada ibu, stres dalam merawat anak, dan faktor lainnya.

Ambeien pun sering terjadi di masa setelah melahirkan. Saat terjadi konstipasi, feses akan menjadi keras. Masalah ini bisa membuat luka di bagian sekitar anus, yang berhubungan dengan terjadinya ambeien.

"Nah, dalam kondisi itu, penyembuhan gejala konstipasi dikatakan efektif untuk pencegahan ambeien," ungkap ahli mikrobiologi yang juga Deputi Direktur PR Science PT Yakult Indonesia Persada Jimmy Hariantono, PhD.
Konsumsi Bakteri Ini Kurangi Konstipasi dan Ambeien Pasca Melahirkan

Problem ini menjadi perhatian serius peneliti kesehatan dewasa ini, lantaran dapat berdampak pada menurunnya kualitas hidup (quality of life) sang ibu, sekaligus menciptakan suasana yang tidak kondusif dalam merawat anak.

Sejumlah penelitian dilakukan demi mencari cara untuk mengurangi gejala konstipasi yang dialami ibu pasca melahirkan. Riset yang dilakukan Yakult Honsha European Research Center for Microbiology di Ghent, Belgia, dilakukan pengujian terhadap ibu masa nifas untuk mengetahui pengaruh mengonsumsi minuman susu fermentasi yang mengandung bakteri L.Casei Shirota strain terhadap gejala konstipasi dan ambeien.

Penelitian ini dilakukan terhadap 40 orang wanita yang tinggal di Belgia dan melahirkan dengan cara persalinan normal. Responden dibagi menjadi dua grup dengan jumlah 20 orang yang dipilih secara random. Penelitian dilakukan selama enam pekan sejak hari kelima melahirkan dan semua responden belum pernah meminum susu fermentasi yang mengandung bakteri L.Casei Shirota strain.

Salah satu grup responden diminta untuk mengonsumsi minuman susu fermentasi yang mengandung lebih dari 6,5 miliar bakteri L.casei Shirota strain, sedangkan grup lainnya diminta untuk mengkonsumsi Placebo. Selama itu, kondisi buang air besar (BAB), gejala konstipasi, QOL Quality of Life (QOL), gejala ambeien, dicek menggunakan jurnal atau daftar pertanyaan. Sedangkan gejala konstipasi dan QOL, dinilai menggunakan poin berdasarkan daftar pertanyaan.

Hasil penelitian menunjukkan penurunan gejala konstipasi. Hal itu dapat diakui berdasarkan nilai total PAC–SYM (daftar pertanyaan) dari grup yang mengonsumsi minuman susu fermentasi yang mengandung bakteri L.casei Shirota strain selama enam pekan secara signifikan lebih rendah dibandingkan grup yang mengkonsumsi minuman placebo. (lihat gambar 1).
Konsumsi Bakteri Ini Kurangi Konstipasi dan Ambeien Pasca Melahirkan

Wanita pasca melahirkan yang mengonsumsi minuman susu fermentasi yang mengandung bakteri L.casei Shirota Strain selama enam pekan, ada peningkatan perasaan puas dengan kondisi BAB dibandingkan dengan grup yang mengonsumsi placebo. Penilaian berdasarkan PAC-QOL Sub skala perasaan puas, menjadi lebih baik, dan kepuasan atas kondisi BAB diri sendiri meningkat (lihat gambar 2).
Konsumsi Bakteri Ini Kurangi Konstipasi dan Ambeien Pasca Melahirkan

Hasil penelitian juga menunjukkan berkurangnya gejala ambeien yang terjadi pada grup yang mengonsumsi minuman susu fermentasi yang mengandung bakteri L.casei Shirotastrain. Pada minggu ketiga jumlah responden yang mengatakan bahwa mengeluarkan darah setelah BAB karena ambeien berkurang, dan setelah minggu keempat, hampir tidakada yang mengalami BAB yang berdarah. Di sisi lain, dalam grup yang mengonsumsi minuman Placebo, masih ada responden yang mengalami gejala ambeien bahkan pada minggu keenam dengan jumlah yang stagnan.

Hasil peneltian tersebut menghasilkan kesimpulannya, gejala konstipasi dan ambeien dapat dikurangi dengan mengonsumsi minuman susu fermentasi yang mengandung bakteri L.caseiShirota strain sejak masa awal setelah melahirkan. Susu fermentasi yang mengandung bakteri L.casei Shirota strain menjadi salah satu cara yang efektif sebagai postnatal care atau perawatan setelah melahirkan untuk mengurangi permasalahan yang terjadi pada wanita setelah melahirkan.
(bbk)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Dari Iran ke Indonesia,...
Dari Iran ke Indonesia, Pesepeda Arezoo Tampil Memukau Lewat Sentuhan Ade Fitri Kirana
7 jam yang lalu
Nonton Gratis hingga...
Nonton Gratis hingga VIP, Ini Beragam Cara Menikmati Microdrama di V+Short
8 jam yang lalu
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
8 jam yang lalu
Liburan Mewah Tanpa...
Liburan Mewah Tanpa Menguras Anggaran: Hotel Bintang 4 dan 5 Mulai Rp300.000
9 jam yang lalu
Potret Alyssa Daguise...
Potret Alyssa Daguise dan Baby Soleil Jadi Sorotan, Perhiasan yang Dipakai Tembus Rp1,2 Miliar
9 jam yang lalu
Pembuktian Irish Bella...
Pembuktian Irish Bella jadi Produser di Film Horor Dosa, Tayang 11 Juni
9 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved