Industri Hollywood Sudah Diizinkan Garap Film di Indonesia

Jum'at, 17 Februari 2017 - 19:20 WIB
Industri Hollywood Sudah...
Industri Hollywood Sudah Diizinkan Garap Film di Indonesia
A A A
JAKARTA - Setelah 35 tahun, pemerintah akhirnya mencabut larangan industri asing membuat film di Indonesia. Dengan dibukanya kran investasi modal asing di sektor film ini, diharapkan akan menambah geliat film nasional untuk terus berkarya meningkatkan kualitasnya.

Industri asing yang pertama masuk, dan menggarap film di Indonesia adalah Fox Internasional Productions (FIP). Debut pertama mereka adalah film Wiro Sableng, Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212, yang diadaptasi dari cerita silat karya penulis Indonesia, Bastian Tito. Penggarapan film ini bekerjasama dengan Lifelike Pictures Indonesia, dan sudah memasuki babak akhir persiapan.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf mengatakan, dengan dibukanya kran investasi asing itu, diharapkan dapat mendorong perkembangan industri film. "Pemain asing bisa membuka layar lebih banyak di Indonesia. Saya membuka regulasi untuk terlaksananya kerjasama itu," katanya, di Jakarta, kemarin.

Pihaknya menjamin, jika ada industri asing yang ingin menanamkan modalnya, dan ingin membuat film di Indonesia, segala sesuatunya akan dipermudah.
"Sekarang, orang asing yang mau buat film di Indonesia tidak dipersulit. Kedepannya, semoga berjalan lancar," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong mengatakan, pihaknya akan mendukung setiap langkah dan upaya pemerintah.

"Ini adalah hasil konkret dari deregulasi sektor perfilman, dari hulu hingga ke hilir. Dari yang tadinya 0% untuk asing, kini menjadi 100% untuk asing," terangnya.

Dengan masuknya industri asing dalam perfilman Indonesia, diharap akan mampu mendongkrak kualitas film lokal.

"Harapan kita, dengan film berstandar internsional, bisa membuka peluang bagi film Indonesia untuk diputar di seluruh Asia dan dunia," ungkapnya.

Executive Producer FIP Michael Werner menambahkan, dirinya sangat berbahagia akhirnya bisa berbisnis di Indonesia.

Pafa tahun 1980, Werner pernah datang ke Indonesia. Kedatangannya saat itu untuk jualan film. Tetapi layar bioskop yang ada sangat sedikit. XXI masih belum ada.

"Saat itu saya datang ke Indoneaia untuk berjualan film. Saya bertanya saat itu kenapa tidak ada banyak teater," katanya.

Werner baru tahu, ternyata sedikitnya layar film di bioskop saat itu, karena adanya aturan larangan dari pemerintah. Sekarang, aturan itu telah diperbaiki.

"Ternyata itu berhubungan dengan ragulasi yang ditetapkan pemerintah. Tetapi, kini kondisi itu telah berubah," tukasnya.
(nfl)
Berita Terkait
Gibran Marten Siap Hadirkan...
Gibran Marten Siap Hadirkan Teror dalam Film Horor Psikologis Lorong Kost
Film Horor Selepas Tahlil...
Film Horor Selepas Tahlil Tayang 10 Juli 2025 di Bioskop
Amar Bank–JAFF Market...
Amar Bank–JAFF Market Dorong Film Indonesia Go Global
Mantan Ketum PARFI Gatot...
Mantan Ketum PARFI Gatot Brajamusti Meninggal Dunia
Jadwal Film Horor Indonesia...
Jadwal Film Horor Indonesia yang Siap Tayang September 2023
5 Film Horor Indonesia...
5 Film Horor Indonesia dengan Jumlah Penonton Terbanyak
Berita Terkini
Jarwo Kwat Kenang Temon:...
Jarwo Kwat Kenang Temon: Pelawak yang Tak Pernah Marah dan Selalu Menghibur
6 jam yang lalu
Datang Melayat, Bedu...
Datang Melayat, Bedu Ungkap Kenangan Terakhir Bersama Temon
6 jam yang lalu
Festival Dessert Terbesar...
Festival Dessert Terbesar Siap Maniskan Jakarta selama Tiga Pekan
6 jam yang lalu
Kronologi Temon Meninggal...
Kronologi Temon Meninggal Dunia, Anak Ungkap Riwayat Penyakit hingga Pesan Terakhir Sang Ayah
7 jam yang lalu
Komedian Temon Meninggal...
Komedian Temon Meninggal Dunia, Rumah Duka Dipenuhi Pelayat dan Rekan Artis
8 jam yang lalu
Viral! Lagu MBG Mas...
Viral! Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' Muncul di Film Cek Khodam, Ternyata Ini Ceritanya
9 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved