Awas, Ikut-Ikutan #SkipChallenge Sama Seperti Bunuh Diri!
Sabtu, 11 Maret 2017 - 05:30 WIB
Awas, Ikut-Ikutan #SkipChallenge Sama Seperti Bunuh Diri!
A
A
A
JAKARTA - Setelah ice bucket challenge, kini media sosial kembali dihebohkan dengan tantangan baru, yakni #SkipChallenge. Sayangnya tantangan yang tengah digandrungi para remaja ini membahayakan nyawa.
Pasalnya, tantangan di Amerika dengan nama #PassoutChallenge ini dilakukan dengan cara menekan dada sekeras-kerasnya selama beberapa detik. Hal ini menyebabkan seseorang kekurangan oksigen hingga kehilangan kesadaran atau pingsan.
Dilansir dari WebMD, biasanya #SkipChallenge dilakukan secara berkelompok. Namun, permainan mematikan ini juga bisa dilakukan seorang diri dengan menggunakan tali yang dililitkan ke dada dan ditarik sekencang-kencangnya. Cara ini sama seperti mencekik leher sendiri.
Emergency medicine dari Our Lady of Lourdes Medical Center, Camden, Alfred Sacchetti menjelaskan, permainan ini sangat membahayakan. Bahkan, permainan tersebut dinilai sama seperti bunuh diri.
"Ini nyata dan benar-benar berbahaya, permainan ini sama saja dengan bunuh diri," papar Sacchetti.
Selain itu, sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa #SkipChallenge bisa menyebabkan kematian. Penelitian yang melibatkan 82 kasus ini menemukan bahwa permainan ini umumnya diikuti oleh anak-anak berusia 6—19 tahun, di mana 87% diikuti oleh pria.
Fakta mengejutkan lainnya adalah, 93% banyak orang tua yang tidak mengetahui permainan ini. Sayangnya, banyak remaja yang mengikuti tren ini karena dianggap sebagai pengalaman yang menegangkan dan menyenangkan. Bahkan, mereka mengunggah permainan ini di media sosial hingga menjadi viral.
Pasalnya, tantangan di Amerika dengan nama #PassoutChallenge ini dilakukan dengan cara menekan dada sekeras-kerasnya selama beberapa detik. Hal ini menyebabkan seseorang kekurangan oksigen hingga kehilangan kesadaran atau pingsan.
Dilansir dari WebMD, biasanya #SkipChallenge dilakukan secara berkelompok. Namun, permainan mematikan ini juga bisa dilakukan seorang diri dengan menggunakan tali yang dililitkan ke dada dan ditarik sekencang-kencangnya. Cara ini sama seperti mencekik leher sendiri.
Emergency medicine dari Our Lady of Lourdes Medical Center, Camden, Alfred Sacchetti menjelaskan, permainan ini sangat membahayakan. Bahkan, permainan tersebut dinilai sama seperti bunuh diri.
"Ini nyata dan benar-benar berbahaya, permainan ini sama saja dengan bunuh diri," papar Sacchetti.
Selain itu, sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa #SkipChallenge bisa menyebabkan kematian. Penelitian yang melibatkan 82 kasus ini menemukan bahwa permainan ini umumnya diikuti oleh anak-anak berusia 6—19 tahun, di mana 87% diikuti oleh pria.
Fakta mengejutkan lainnya adalah, 93% banyak orang tua yang tidak mengetahui permainan ini. Sayangnya, banyak remaja yang mengikuti tren ini karena dianggap sebagai pengalaman yang menegangkan dan menyenangkan. Bahkan, mereka mengunggah permainan ini di media sosial hingga menjadi viral.
(alv)