Ini Profesi yang Rentan Alami Bipolar

Sabtu, 01 April 2017 - 03:27 WIB
Ini Profesi yang Rentan...
Ini Profesi yang Rentan Alami Bipolar
A A A
JAKARTA - Selain menjalankan gaya hidup modern, profesi tertentu ternyata rentan mengalami gangguan bipolar. Kondisi ini kerap dialami pada mereka yang bekerja dengan tuntutan kreativitas tinggi.

Psikiater Departemen Kesehatan Jiwa Masyarakat Rumah Sakit Jiwa Grogol sekaligus ketua PDSKJI DKI Jakarta Dr Nova Riyanti Yusuf SpKJ menjelaskan, pilihan profesi bisa menjadi alasan atau medium yang menyebabkan gangguan bipolar. Sayangnya hal ini kerap tidak disadari masyarakat.

"Ada beberapa profesi yang rentan seseorang terkena gangguan bipolar, misalnya pelukis, kita bisa melihat dari karya-karya sang pelukis, yang tadinya lukisan itu penuh warna lama-kelamaan didominasi warna gelap. Hal inilah yang perlu diperhatikan orang terdekatnya," kata Dr Nova dalam seminar media di Jakarta.

Pada fase manik, orang dengan gangguan bipolar biasanya akan memiliki ide yang mungkin tidak akan terpikirkan saat dalam periode normal. Ide yang muncul juga cenderung melompat-lompat dari satu ide ke ide lain. Bahkan, terkadang mereka merasa tidak butuh tidur.

"Seperti kasus pelukis yang saya temui. Pada fase manic, dia bisa mendapat energi besar, ide yang banyak, tidak tidur, itu bisa jadi kenikmatan buat dia karena berhasil," tambahnya.

Profesi penulis juga rentan mengalami gangguan bipolar. Pada profesi ini orang disekitarnya harus memperhatikan apa yang ditulis sang penulis, seperti ketika ada kecenderungan menulis terkait perasaan yang tertekan dan terdapat kalimat-kalimat yang memiliki arti bunuh diri.

"Profesi lainnya lebih mengarah kepada pekerjaan yang penuh daya kreativitas tinggi. Misal, artis, jurnalis, dan digital creative. Orang yang bergelut dengan profesi penuh kreativitas tinggi ini biasanya mengalami gangguan bipolar dalam fase manik," terangnya.

Bipolar merupakan gangguan mental yang menyerang kondisi psikis seseorang yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang sangat ekstrim berupa mania dan depresi.
(tdy)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
ADOR Turunkan Gugatan...
ADOR Turunkan Gugatan terhadap Danielle dan Min Hee-jin dari Rp510 Miliar Jadi Rp390 Miliar
22 menit yang lalu
Wardatina Mawa Tuntut...
Wardatina Mawa Tuntut Nafkah Anak Rp25 Juta, Bukan Rp500 Ribu
1 jam yang lalu
Mengenal HYROX, Olahraga...
Mengenal HYROX, Olahraga yang Disebut Mulai Geser Padel di Indonesia
1 jam yang lalu
Gold Medalist Berterima...
Gold Medalist Berterima Kasih kepada Penggemar yang Tetap Mendukung Kim Soo-hyun
2 jam yang lalu
Kangen Dono dan Kasino,...
Kangen Dono dan Kasino, Indro Warkop Ciptakan Lagu 'Dan Aku Rindu'
3 jam yang lalu
Tio Pakusadewo Dirawat...
Tio Pakusadewo Dirawat Akibat Gangguan Jantung, Dewi Irawan Buka Donasi
3 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved