Ini Efek Pemberian ASI Tak Maksimal

Kamis, 27 April 2017 - 06:08 WIB
Ini Efek Pemberian ASI...
Ini Efek Pemberian ASI Tak Maksimal
A A A
JAKARTA - Riset terkini dengan dukungan Alive & Thrive pada 2015 mengukur beban ekonomi dari pemberian ASI yang tidak optimal di 7 negara Asia Tenggara, di antaranya Indonesia, Thailand, dan Vietnam. Hasil studi menunjukkan, investasi dan program yang mendukung para ibu menyusui akan menyelamatkan jiwa dan memberikan hasil investasi yang tinggi.

Pemberian ASI tak maksimal ini memang memberikan efek pada anak. Nah, berikut ini fakta pemberian ASI tak maksimal pada anak:

1. Rentan terserang penyakit
Anak yang tidak ASI eksklusif lebih mudah terserang diare dan pneumonia. Dengan menyusui, 50% kematian anak di bawah dua tahun dapat akibat kedua penyakit itu dapat dicegah. Bila 90% ibu menyusui bayinya selama dua tahun, 10% dari kematian ibu akibat kanker payudara di ke-7 negara itu dapat dicegah tiap tahunnya.


2. Kerugian kognitif hilangkan pendapatan
Menyusui tidak maksimal berdampak pada kemampuan anak untuk belajar. Karenya berpengaruh terhadap potensi mereka untuk memperoleh penghasilan yang optimal di masa depan. Lebih dari 80% kerugian upah ini terjadi di Indonesia, hampir USD1.343.700.000.


3. Produktivitas menurun
Saat anak terserang penyakit akibat tidak maksimalnya pemberian ASI, orang tua menanggung biaya berobat ke fasilitas kesehatan. Studi di Indonesia dan Timor Leste mengindikasikan kehilangan waktu kerja dan biaya transportasi yang ditanggung keluarga mencapai 25% dari biaya pengobatan diare dan pneumonia.


Sementara, jika pemberian ASI optimal dapat mencegah diare dan pneumonia. Negara pun dapat menghemat lebih dari USD293.000.000 dari biaya perawatan kesehatan tahunan di ke-7 negara di atas. Di Indonesia biaya yang dapat dihemat mencapai hampir USD256.420.000.

4. Biaya pembelian susu formula tinggi
Biaya membeli susu formula bayi menyedot pendapatan keluarga. Di Indonesia 13,8% dari penghasilan bulanan seseorang habis digunakan untuk membeli susu formula merek menengah untuk bayi berusia kurang dari enam bulan.
(tdy)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Celyna dan Rio Tampil...
Celyna dan Rio Tampil Mesra di The Last Stage Indonesian Idol XIV, Penonton Auto Baper
2 jam yang lalu
Indonesian Idol Season...
Indonesian Idol Season XIV The Last Stage Usung Konsep Unik, Juri Dinilai Langsung oleh Penonton
2 jam yang lalu
Kris Dayanti Enggan...
Kris Dayanti Enggan Ikut Campur Konsep Pernikahan Azriel Hermansyah, Ini Alasannya
6 jam yang lalu
Sering Dianggap Mirip,...
Sering Dianggap Mirip, Ini Perbedaan Vaksin Meningitis dan Japanese Encephalitis
10 jam yang lalu
Sudah 6 Bulan Tak Bertemu...
Sudah 6 Bulan Tak Bertemu Anak, Ruben Onsu Obati Rindu di Panti Asuhan
11 jam yang lalu
Disebut Tak Nafkahi...
Disebut Tak Nafkahi Anak, Ruben Onsu: Kalau Tidak Sanggup, Serahkan ke Saya!
12 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved