Aliran Darah Tersumbat, Kenali Gejala Penyakit Arteri Perifer

Kamis, 11 Mei 2017 - 01:14 WIB
Aliran Darah Tersumbat,...
Aliran Darah Tersumbat, Kenali Gejala Penyakit Arteri Perifer
A A A
JAKARTA - Arteri perifer merupakan penyempitan pembuluh darah arteri yang menyebabkan aliran darah ke kaki yang tersumbat. Penyempitan ini disebabkan oleh timbunan lemak pada dinding arteri yang berasal dari kolesterol atau zat buangan lain (artheroma). Akibatnya kaki terasa sakit, terutama saat berjalan (klaudikasio).

Penyakit ini bisa terjadi pada kedua kaki secara bersamaan, meski biasanya nyeri terasa lebih parah pada satu kaki. Rasa nyeri tersebut bisa bervariasi dari ringan hingga parah, dan umumnya hilang setelah kaki diistirahatkan selama beberapa menit.

“Penyakit arteri perifer menyerang pembuluh darah dari seluruh tubuh kecuali dari jantung, baik itu dari aorta, pembuluh ke otak, ke kaki dan lainnya, itu kadang-kadang gejalanya nyeri dengan hilang timbul, yang makin lama makin berat, kadang orang tidak perhatian dan menyangkanya hanya sakit pegal-pegal biasa dan jarang berobat sehingga akan menimbulkan efek yang cukup serius jika tidak tertangani dan di deteksi secara dini,” kata Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Evasari Awal Bros Jakarta dr Heru Dento SpPD.

Penyakit arteri ini lebih disebabkan beberapa faktor yang berhubungan dengan gaya hidup, seperti merokok, hipertensi, kolesterol dan gula.

“Factor-faktor seperti itu harus dikontrol, kalau tidak bisa berbahaya karena penyakit arteri ini resikonya empat kali untuk terkena serangan jantung atau stroke jadi harus kita deteksi seawal mungkin,” terang dr Heru.

Menurutnya, Penyakit ini biasanya menyerang pada usia di atas 50 tahun, tetapi tergantung pada kondisi darah tinggi dan kadar lemak seseorang. Semakin berat timbunan lemak, semakin cepat terkena penyakit ini. Adapun laki-laki dan perempuan sama-sama memiliki resiko terkena penyakit areteri ini.

“Penderita penyakit ini di Indonesia bisa dibilang cukup banyak, entah karena pasiennya yang tidak mau berobat atau dari tenaga kesehatannya yang kurang memiliki perhatian terhadap penyakit ini, dan mengiranya hanya penyakit asam urat, padahal si pasien memiliki gangguan pada pembuluh darahnya,” tambah dr Heru.

Dia menyarankan sebaiknya saat mengeluhkan kaki yang sering sakit, yang makin lama makin berat untuk pergi ke dokter.

“Hipertensi itu membuat pembuluh darah bekerja semakin keras, lama-lama menjadi batu, kolesterol membuat pembuluh darah berkerak, merokok juga merusak pembuluh darah, penyakit ini juga memiliki hubungan dengan obesitas, karena obesitas itu membuat jantung dan pembuluh itu bekerja semakin berat,” imbuh dr Heru.
(tdy)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Ratu Sofya Sambangi...
Ratu Sofya Sambangi Polda Metro Jaya, Ada Apa?
1 jam yang lalu
Maia Estianty Soroti...
Maia Estianty Soroti Dolar Tembus Rp18.000, Curhat soal Pajak
2 jam yang lalu
Begini Respons Ruben...
Begini Respons Ruben Onsu Usai Permintaan Maaf Sarwendah Viral
3 jam yang lalu
Richard Lee Resmi Dilimpahkan...
Richard Lee Resmi Dilimpahkan ke Kejati Banten, Tinggal Tunggu Jadwal Sidang Perdana
5 jam yang lalu
Indonesia Manufacturing...
Indonesia Manufacturing Symposium 2026, Membangun Sistem Enterprise
17 jam yang lalu
Album Baru Slank Republik...
Album Baru Slank Republik Fufu Fafa Resmi Meluncur, Sarat Kritik Sosial
18 jam yang lalu
Infografis
Waspada 8 Gejala Awal...
Waspada 8 Gejala Awal Hipertensi, Jangan Dianggap Sepele
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved