Urgensi Pencegahan Kanker Serviks

Jum'at, 16 Juni 2017 - 22:21 WIB
Urgensi Pencegahan Kanker...
Urgensi Pencegahan Kanker Serviks
A A A
JAKARTA - Kematian Jupe memberi peringatan sekaligus kesadaran wanita untuk segera melakukan pencegahan kanker serviks dan mendorong pemerintah untuk menggalakkan penyebaran Vaksin Human Papiloma Virus (HPV) di penjuru Tanah Air.

Saat ini kanker serviks menjadi pembunuh utama pada perempuan di seluruh dunia, terutama di negara miskin dan berkembang.

Prof dr Andrijono SpOG (K), salah satu inisiator program Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks (KICKS) mengatakan kanker serviks telah menjadi salah satu kanker penyebab kematian paling banyak ke-3 di Indonesia.

Menurut data Globocan yang dirilis oleh WHO/ICO Information Centre on HPV and Cervical Cancer 2012, ada 1 wanita Indonesia meninggal dalam satu jam setiap harinya karena kanker serviks dan diprediksi terdapat 58 kasus baru setiap harinya.

“Perempuan Indonesia saat ini sedang dalam situasi genting terkena kanker serviks. Oleh karena itu, pencegahan dan deteksi melalui skrining dan vaksinasi lebih baik dilakukan sejak dini daripada pengobatan," kata Prof Andrijono.

Sementara, Kepala Bidang Pelayanan Sosial Yayasan Kanker Indonesia Provinsi DKI Jakarta Dr. Venita menjelaskan statistik kanker serviks banyak diidap wanita usia reproduksi. Padahal kanker serviks dapat mulai dicegah sejak remaja dengan vaksinasi.

Vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks telah dibuktikan efektivitas dan keamanannya melalui penelitian. Dibandingkan skrining, vaksin jauh lebih efektif. Vaksin mampu mencegah kejadian kanker serviks sampai 70%.

Sedangkan tes papsmear/IVA/tes HPV DNA dapat dilakukan rutin setelah menikah atau bagi perempuan yang sudah aktif secara seksual. Saat ini program pemberian vaksin HPV baru dilakukan di Provinsi DKI Jakarta dan segera menyusul kota lain Yogyakarta, Surabaya dan Manado.

Untuk itu pemerintah diharapkan segera menjadikan program vaksinasi HPV secara nasional agar tidak semakin banyak Jupe-Jupe lain yang menjadi korban. "Kematian Jupe sangat bisa jadi momentum untuk mendorong program nasional vaksin HPV sebagai salah satu cara paling efektif mencegah kanker serviks," tandas Prof Andrijono.
(tdy)
Berita Terkait
Persib Jadikan Jupe...
Persib Jadikan Jupe sebagai Player Coach
Mayat Titik Jupe Dicor...
Mayat Titik Jupe Dicor Semen, Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Korban
Dulu Kalap Makan Opor...
Dulu Kalap Makan Opor Ayam, Sekarang Jupe Lebih Hati-hati
Raffi Ahmad Siap Beli...
Raffi Ahmad Siap Beli Apartemen Jupe untuk Penuhi Wasiat Terakhir
Jelang Persib Bandung...
Jelang Persib Bandung vs PSS Sleman: Jupe Siap Rebut 3 Poin
Persib Kalahkan Persikabo...
Persib Kalahkan Persikabo di Liga 1, Jupe: Kami Akan Nikmati Kemenangan Ini
Berita Terkini
Penuh Misteri dan Aksi,...
Penuh Misteri dan Aksi, The Thief Lover di V+Short Bikin Ketagihan Nonton
7 jam yang lalu
Seluruh Member NCT 127...
Seluruh Member NCT 127 Perpanjang Kontrak dengan SM Entertainment, Fans Lega
7 jam yang lalu
Trailer Perumahan Laddaland...
Trailer Perumahan Laddaland Dirilis, Horor Paling Sedih Awi Suryadi
8 jam yang lalu
Tak Cuma Bikin Bugar,...
Tak Cuma Bikin Bugar, Olahraga Bisa Cegah Alzheimer dan Demensia
9 jam yang lalu
Driver Taksi Ini Simpan...
Driver Taksi Ini Simpan Rahasia Gelap, Nonton Microdrama Midnight Meter di V+Short
9 jam yang lalu
Zahara, Putri Angelina...
Zahara, Putri Angelina Jolie dan Brad Pitt Ajukan Penghapusan Nama Belakang sang Ayah
10 jam yang lalu
Infografis
Tujuh Anggota Kerajaan...
Tujuh Anggota Kerajaan Inggris yang Mengidap Kanker
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved