Obesitas dan Komplikasi yang Ditimbulkan

Minggu, 25 Juni 2017 - 18:27 WIB
Obesitas dan Komplikasi...
Obesitas dan Komplikasi yang Ditimbulkan
A A A
JAKARTA - Perlu diketahui, tidak semua penyandang obesitas dengan diabetes dianjurkan menjalani operasi bariatrik. Kandidat ideal adalah pasien di bawah usia 60 tahun dengan kondisi belum terlalu lama menderita diabetes serta memiliki fungsi pankreas yang cukup baik.

Adapun pasien dengan gula darah yang masih stabil serta terkontrol dengan obat-obatan, bukanlah kandidat untuk memilih dan menjalani metode operasi bariatrik ini. Disamping memiliki dua efek utama, yaitu untuk mengatasi obesitas dan diabetes, bedah bariatrik juga memiliki efek ikutan yaitu dapat mengatasi penyakit dan komplikasi lain seperti penyakit jantung, kolesterol, gangguan napas, resiko stroke, asam urat dan masalah nyeri sendi, pinggang dan lutut yang diakibatkan oleh berat badan berlebih.

Salah satu teknik operasi bariatrik yang paling popular adalah Sleeve Gastrectomy. Operasi ini mengecilkan ukuran lambung hingga hanya tinggal 1/3 ukuran aslinya. Ukuran lambung yang kecil ini membatasi porsi makan. Akibatnya setelah operasi pasien akan merasa cepat kenyang dan rasa lapar berkurang akibat menurunnya hormon Ghrelin.

Setelah operasi, sisa lambung yang ada tetap mempertahankan fungsi normal proses pencernaan. Pada 17 April 2017 RS OMNI Alam Sutera telah berhasil melaksanakan operasi bariatrik pada Aria Permana, usia 11 tahun, pasien anak asal Desa Cipurwasari Kabupaten Karawang, yang memiliki bobot badan seberat 186 kg sebelum operasi.

Direktur RS OMNI Alam Sutera, dr. Agus Wahyudi, MBA, mengatakan, operasi bariatrik pada Aria Permana adalah salah satu bentuk tanggung jawab sosial (CSR) RS OMNI Alam Sutera beserta tim dokter.

Operasi ini dilakukan tanpa memungut biaya kepada keluarga Aria. Aria telah kembali di tengah keluarganya dan selanjutnya akan menjalani kontrol secara periodik. "Kami berharap Aria dan orang tuanya mengikuti arahan tim dokter dan secara berangsur angsur Aria dapat menikmati masa pertumbuhan dan perkembangannya dengan kondisi normal," kata dr. Agus menutup presentasinya.
(tdy)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Dituding Egois, Jennifer...
Dituding Egois, Jennifer Coppen Ungkap Alasan Justin Hubner Lewatkan Final Piala Dunia
9 jam yang lalu
Brand Lokal Indonesia...
Brand Lokal Indonesia Kian Mendunia, Sukses Raih Indonesia Most Powerful Brands in Global Market 2026
10 jam yang lalu
Nantikan Teaser Poster...
Nantikan Teaser Poster Serial My Chef In Crime, Ada Misteri yang Siap Bikin Penasaran di VISION+
10 jam yang lalu
Liburan Pertama Alyssa...
Liburan Pertama Alyssa Daguise Bareng Baby Soleil ke Bali, Potretnya Bikin Gemas
10 jam yang lalu
Bukan Sakit Biasa, Mas...
Bukan Sakit Biasa, Mas Den Ungkap Kejanggalan sebelum Ayahnya Meninggal
10 jam yang lalu
Nonton Microdrama China...
Nonton Microdrama China 'Rising Before Fate' di V+Short, Simak Sinopsisnya
12 jam yang lalu
Infografis
Profil Andi Saputra,...
Profil Andi Saputra, Hakim Ad Hoc Tipikor yang Sampaikan Dissenting Opinion Vonis Nadiem
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved