Rutin Minum Susu Segelas Sehari Turunkan Risiko Terkena Diabetes
Kamis, 06 Juli 2017 - 14:30 WIB
Rutin Minum Susu Segelas Sehari Turunkan Risiko Terkena Diabetes
A
A
A
SINGAPURA - Sebuah penelitian yang dilakukan oleh National University of Singapore, Singapura menunjukkan bahwa rutin minum susu berisiko rendah terkena diabetes dan hipertensi. Penelitian ini menunjukan, orang dewasa yang minum susu satu gelas setiap hari memiliki risiko diabetes 12% dan 6% hipertensi lebih rendah.
Dilansir dari The Straits Times, penelitian serupa dilakukan terhadap konsumen produk susu, yang terdiri dari 11 kelompok makanan olahan susu. Hasilnya pun ditemukan responden yang mengonsumsi rata-rata 252 gram susu per hari memiliki risiko hipertensi dan diabetes sebesar 7—11% lebih rendah.
Peneliti juga memantau responden selama 10 tahun. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa penduduk Asia minum susu lebih sedikit dibandingkan negara lainnya. Seperti halnya penduduk China yang minum sekitar 20 liter susu per kapita pada tahun 2013 dan Finlandia mengonsumsi 125 liter susu per kapita pada tahun 2013.
"Orang Asia juga cenderung mengonsumsi lebih sedikit susu daripada orang Barat karena adanya perbedaan masakan. Roti, yang mengandung mentega biasa tersaji di banyak negara Eropa, sedangkan makanan pokok kita yang ada di sini, rata-rata nasi," papar Prof Koh Woon Puay.
Dilansir dari The Straits Times, penelitian serupa dilakukan terhadap konsumen produk susu, yang terdiri dari 11 kelompok makanan olahan susu. Hasilnya pun ditemukan responden yang mengonsumsi rata-rata 252 gram susu per hari memiliki risiko hipertensi dan diabetes sebesar 7—11% lebih rendah.
Peneliti juga memantau responden selama 10 tahun. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa penduduk Asia minum susu lebih sedikit dibandingkan negara lainnya. Seperti halnya penduduk China yang minum sekitar 20 liter susu per kapita pada tahun 2013 dan Finlandia mengonsumsi 125 liter susu per kapita pada tahun 2013.
"Orang Asia juga cenderung mengonsumsi lebih sedikit susu daripada orang Barat karena adanya perbedaan masakan. Roti, yang mengandung mentega biasa tersaji di banyak negara Eropa, sedangkan makanan pokok kita yang ada di sini, rata-rata nasi," papar Prof Koh Woon Puay.
(alv)