Produksi Fisik Musik Mulai Tergerus

Minggu, 30 Juli 2017 - 11:22 WIB
Produksi Fisik Musik...
Produksi Fisik Musik Mulai Tergerus
A A A
Bukan hanya di Indonesia, perubahan terhadap konsumsi musik ini di negara lain sudah berubah. Jika dulu musik hanya bisa dinikmati melalui kaset dan CD, kini beralih ke area digital dalam dua dekade pertama abad 21 ini.

Perubahan ini mulai kentara di tahun 2015 di mana untuk kali pertama penjualan musik digital secara global dilaporkan menyalip penjualan album fisik. Demikian juga di Indonesia. Penjualan musik fisik terus merosot tajam. Di saat yang sama, pasar musik digital berkembang lebih dari dua kali lipat dalam tiga tahun terakhir.

Menurut CEO International Federation of the Phonographic Industry (IFPI) Frances Moore fenomena ini terjadi lantaran meningkatnya jumlah pengguna smartphone dan internet aktif. Alhasil kemudahan mendapatkan layanan musik, khususnya layanan musik streaming mudah diperoleh. Di sisi lain, penjualan musik bentuk fisik melorot.

Para musisi pun mempunyai cara lain untuk mendapatkan tambahan kocek. Lagu, tidak melulu jadi pemasukan. Pengamat musik Adib Hidayat mengatakan, industri musik di tanah air pun kini lebih berkembang lagi dari sisi kreasi mendulang pendapatan. Artis musik sekarang tidak lagi mengandalkan pendapatan utama dari penjualan karya mereka baik fisik maupun digital melainkan dari show/konser serta berbagai kegiatan off air lain, endorser produk/sponsor dan penjualan merchandise.

Semakin tinggi apresiasi masyarakat terhadap karya mereka maka semakin sering dia manggung, semakin laku merchandise- nya dan kian besar pula pendapatannya. Untuk artis musik tertentu, penjualan musik fisik mereka seperti kaset, vinyl dan CD cukup signifikan karena menjadi bagian dari merchandise sebagai barang koleksi.

Semakin seringnya showdan kegiatan off air sebagai sumber pendapatan utama membuat kualitas karya dan kualitas si artis harus mumpuni. "Sejelek apa pun kualitas artis atau lagu bisa masuk ke layanan musik streaming asal mengikuti ketentuan dan persyaratan melalui agregatornya. Selebihnya pasar yang menentukan. Artis baru yang kemampuannya pas-pasan dan terlalu banyak dipoles akan cepat turun pamor lantaran penampilannya di panggung tidak sebaik di rekaman," papar managing director Rolling Stone Indonesia ini. (Ananda Nararya/Hermansah)
(bbk)
Berita Terkait
Pengelolaan Royalti...
Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan Musik Belum Maksimal
Suaraga 2026 Hadir di...
Suaraga 2026 Hadir di Solo, Padukan Musik, Wellness, dan Budaya dalam Satu Festival
Mahalini Sukses Kuras...
Mahalini Sukses Kuras Emosi Penonton Titik Kumpul Festival Dengan Lagu-Lagu Galau
MNC Peduli Berikan Pelatihan...
MNC Peduli Berikan Pelatihan Musik untuk Siswa Sekolah Alam Tunas Mulia
Aksi Panggung Barasuara...
Aksi Panggung Barasuara Hibur Pengunjung M Bloc Space
Rayakan 28 Tahun Berkarya,...
Rayakan 28 Tahun Berkarya, Jikustik Gelar Roadshow 28 Kota
Berita Terkini
Sambangi Polres Jakarta...
Sambangi Polres Jakarta Selatan, Amanda Manopo Siap Laporkan Pihak Manajemen
35 menit yang lalu
Sinopsis Terlanjur Mencintaimu...
Sinopsis 'Terlanjur Mencintaimu' Eps 20: Kedekatan Elio dan Arumi Semakin Menjadi Sorotan
59 menit yang lalu
My Chef In Crime, Serial...
My Chef In Crime, Serial Thriller Kriminal Kuliner Pertama di Indonesia yang Siap Hadir di VISION+
1 jam yang lalu
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 31: Bunda Latifah Terus Mendesak Mining Untuk Segera Mencari Jaka
1 jam yang lalu
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama The Stolen Fairytale di V+Short, Dibintangi Dinda Mahira hingga Venly Arauna
1 jam yang lalu
Urus Perjalanan Bisnis...
Urus Perjalanan Bisnis Perusahaan Lebih Praktis dengan Bantuan 24 Jam
2 jam yang lalu
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved