Waspada! Sering Melewati Sarapan Picu Batu Empedu
Selasa, 01 Agustus 2017 - 08:19 WIB
Waspada! Sering Melewati Sarapan Picu Batu Empedu
A
A
A
CHINA - Tim dokter dari Guangji Hospital, Hezhou China berhasil mengeluarkan ratusan batu empedu dari tubuh seorang wanita bernama Chen dalam satu kali operasi. Beberapa batu tersebut memiliki ukuran yang sama dengan sebutir telur. Proses ini berlangsung hingga 6,5 jam.
Dilansir dari The Sun, para dokter mengira bahwa batu-batu itu terbentuk lantaran wanita berusia 45 tahun itu sering melewatkan sarapan. Jadwal makannya pun sering tak beraturan. Bahkan kebiasaan ini dikabarkan telah dilakukannya sejak 10 tahun lalu.
Akibat kebiasaan ini, Chen kerap mengeluh sakit perut. Saat itu ia pun sudah pernah mendatangi rumah sakit dan disarankan untuk segera menjalani tindakan operasi, namun Chen menolak melakukannya lantaran takut. Akhirnya Chen masuk rumah sakit setelah mengeluhkan sakit di perutnya semakin parah.
Dokter yang membedahnya, Dr Quan Xuwei mengungkapkan, bahwa ini bukan kali pertama ia menangani pasien dengan kondisi serupa. Sebagian besar pasiennya yang mengalami batu empedu mengaku kerap melewatkan sarapan atau makan dengan terburu-buru.
"Pasien mengaku sering kecapekan sepulang kerja ia tidak memasak makanan dengan baik untuk makan malam," papar Dr Quan Xuwei.
Penumpukan tersebut terjadi di kantung empedu yang ada di hati. Di mana semakin jarang digunakan, cairan di kantung empedu akan semakin pekat sehingga cairan tersebut akan mengkristal dan menjadi batu.
Dilansir dari The Sun, para dokter mengira bahwa batu-batu itu terbentuk lantaran wanita berusia 45 tahun itu sering melewatkan sarapan. Jadwal makannya pun sering tak beraturan. Bahkan kebiasaan ini dikabarkan telah dilakukannya sejak 10 tahun lalu.
Akibat kebiasaan ini, Chen kerap mengeluh sakit perut. Saat itu ia pun sudah pernah mendatangi rumah sakit dan disarankan untuk segera menjalani tindakan operasi, namun Chen menolak melakukannya lantaran takut. Akhirnya Chen masuk rumah sakit setelah mengeluhkan sakit di perutnya semakin parah.
Dokter yang membedahnya, Dr Quan Xuwei mengungkapkan, bahwa ini bukan kali pertama ia menangani pasien dengan kondisi serupa. Sebagian besar pasiennya yang mengalami batu empedu mengaku kerap melewatkan sarapan atau makan dengan terburu-buru.
"Pasien mengaku sering kecapekan sepulang kerja ia tidak memasak makanan dengan baik untuk makan malam," papar Dr Quan Xuwei.
Penumpukan tersebut terjadi di kantung empedu yang ada di hati. Di mana semakin jarang digunakan, cairan di kantung empedu akan semakin pekat sehingga cairan tersebut akan mengkristal dan menjadi batu.
(nfl)