Efek Konsumsi Obat Dumolid

Sabtu, 05 Agustus 2017 - 03:31 WIB
Efek Konsumsi Obat Dumolid
Efek Konsumsi Obat Dumolid
A A A
JAKARTA - Penggunaan obat dumolid bagi mereka yang susah tidur mungkin bisa menjadi solusi, tetapi untuk mengkonsumsi juga harus sesuai aturan.

Di berbagai negara, dumolid dijual dengan berbagai nama seperti Mogadon, Aldorm, Pacisyn, dan Nitrazadon. Dumolid termasuk ke dalam psikotropika golongan IV. Obat ini sering digunakan untuk pengobatan insomnia sedang hingga parah dan bekerja dengan cara mempengaruhi bagian otak yang mengontrol emosi dan juga merilekskan otot-otot.

Dengan demikian, mereka yang menggunakannya akan merasakan menurunnya rasa kecemasan dan menyebabkan kantuk. Dumolid juga memiliki sifat penenang, ansiolitik, sifat otot amnestic, antikonvulsan, dan skeletal muscle relaxant.

Namun setiap orang yang mengonsumsinya memiliki reaksi yang berbeda. Kendati demikian, jika dikonsumsi sesuai resep dokter, dumolid bukan dikategorikan sebagai psikotropika.

seperti dilansir dari C-Health, berikut ini efek samping pemakaian dumolid tanpa konsultasi dokter.

1. Asma
Kandungan nitrazepam pada dumolid bisa menyebabkan kesulitan bernapas hingga memicu serangan asma. Parahnya, obat ini memicu penyakit paru-paru kronis seperti bronkitis kronis dan emfisema.

2. Perubahan mood
Dumolid bisa menyebabkan perubahan mood dan psikis, mulai agresif, kebingungan, kecemasan, sulit istirahat, dan sulit mengingat.

3. Gangguan tidur lebih parah
Meski memberikan efek menenangkan, namun penggunaan dumolid bisa mengalami gangguan tidur yang cukup parah seperti, berbicara, berjalan, memasak, memakan hingga berkendara. Penggunaan nitrazepam juga membuat tidak mengingat hal-hal yang dilakukannya selama masih dalam keadaan tidur tersebut.

4. Ketergantungan
Ketergantungan secara fisik, dikaitkan dengan jenis benzodiazepam, salah satunya obat nitrazepam. Umumnya ketergantungan membuat seseorang meningkatkan dosis yang menyebabkan beberapa gejala berbahaya seperti, diare, mual muntah, cemas ekstrem, dan kebingungan.

5. Memperparah depresi
Mereka yang mengonsumsi obat ini namun memiliki riwayat depresi akan memperparah kondisi. Depresi yang semakin buruk diiringi dengan gejala seperti perubahan tidur, tidak tertarik beraktivitas, perubahan berat badan dan sulit berkonsentrasi.
(tdy)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Berawal dari Mesin Arcade,...
Berawal dari Mesin Arcade, Talenta Muda Indonesia Juara Turnamen Dance Game Asia Pasifik
2 jam yang lalu
Tren Perawatan Kulit...
Tren Perawatan Kulit Regeneratif Makin Diminati, Teknologi DNA Ikan Trout Jadi Sorotan
4 jam yang lalu
Tren Wewangian Gen Z:...
Tren Wewangian Gen Z: Ekspresi Diri Melalui Pilihan Aroma Harian
5 jam yang lalu
Menjelang 75 Tahun,...
Menjelang 75 Tahun, Kak Seto Beberkan 7 Kunci Hidup Sehat dan Bahagia untuk Lansia
7 jam yang lalu
Berangkat dari Kisah...
Berangkat dari Kisah Viral, Cerita Lila Menjelma Jadi Horor Layar Lebar
8 jam yang lalu
Hadir di Jakarta Fair...
Hadir di Jakarta Fair 2026, KARA Rayakan Kekayaan Rasa Kelapa Lintas Generasi
8 jam yang lalu
Infografis
Konsumsi Gula Harian...
Konsumsi Gula Harian Jangan Lebih dari 6 Sendok Teh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved