Susu dan Pisang Bukanlah Kombinasi Makanan Terbaik

Senin, 11 September 2017 - 01:30 WIB
Susu dan Pisang Bukanlah...
Susu dan Pisang Bukanlah Kombinasi Makanan Terbaik
A A A
JAKARTA - Susu dan pisang adalah kombinasi rasa anak-anak yang banyak disukai orang. Tanpa harus memperhatikan waktu santap, milkshake pisang masih menjadi pilihan untuk sarapan dan camilan.

Tapi, menurut para pakar, pisang dan susu bukanlah kombinasi terbaik. Meski secara terpisah keduanya sama-sama kaya nutrisi, tapi kombinasi keduanya malah membuat mereka sebaliknya.

Dikutip dari Times of India, susu kaya protein, vitamin dan mineral seperti riboflavin, kalsium dan vitamin B12. Per 100 gram susu mengandung 42 kalori. Tapi, pepatah lama mengatakan susu adalah makanan yang lengkap itu tidak tepat karena susu kurang kandungan vitamin C yang penting, serat dan karbohidrat yang sedikit.

Di sisi lain, pisang kaya vitamin B6, mangan, vitamin C, serat, potasium, dan biotin. Tiap 100 gram pisang mengandung 89 kalori. Karenanya, jika makan pisang, kita bisa kenyang lebih lama dan bertenaga. Kaya karbohidrat, pisang sering dianggap sebagai camilan yang baik untuk masa sebelum dan sesudah olahraga.

Kombinasi susu dan pisang terlihat ideal, dengan masing-masing saling melengkapi kekurangan satu sama lain, seperti susu tidak punya kandungan serat sementara pisang punya. Tapi, keduanya tidak akan sama ketika masuk ke tubuh bersamaan.

Menurut sejumlah kajian, mengonsumsi pisang dan susu bersamaan tidak hanya mengganggu sistem pencernaan karena berat tapi juga mengganggu sinus kita. Ini mneyebabkan kemampetan pada sinus, batuk dan pilek serta menimbulkan alergi lain seperti ruam di tubuh. Sementara banyak yang percaya bahwa mengonsumsi dua makanan ini bersamaan bisa menyelesaikan masalah pencernaan, nyatanya itu hanya akan menyebabkan muntah dan gerakan longgar dalam jangka panjang.

Selain itu, Ayurveda juga menyebutkan, teori kombinasi makanan dan cairan bersamaan bukanlah hal yang baik. Menurut teori Ayurveda, mengonsumsi susu dan pisang secara bersamaan akan menyebabkan keracunan pada tubuh yang akan menganggu sejumlah fungsi tubuh. Ayurveda menyebutkan, mengonsumsi susu dan pisang secara bersamaan akan menyebabkan rasa berat di dalam tubuh dan memperlambat kerja otak.

Cara terbaik untuk mengonsumsi pisang dan susu adalah dengan memisahkannya. Kalau Anda ingin mengonsumsinya sebagai camilan pra dan pascaolahraga, maka makanlah pisang setelah 20 menit mengonsumsi susu. Atau, Anda bisa menambahkan pisang ke dalam resep yogurt Anda jika Anda benar-benar ingin mengonsumsinya dengan produk turunan susu.
(alv)
Berita Terkait
Meningkatkan Akses Layanan...
Meningkatkan Akses Layanan Konseling Keluarga Jakarta melalui Mobil SAPA
Langgar Protokol Kesehatan,...
Langgar Protokol Kesehatan, Angkutan Umum Akan Ditindak Tegas
Transportasi Umum Harus...
Transportasi Umum Harus Higienis dan Terapkan Protokol Kesehatan
Kuliah Umum UMJ Bahas...
Kuliah Umum UMJ Bahas Pentingnya Transformasi Sistem Kesehatan Nasional
Unpad Jadi Kampus Terbaik...
Unpad Jadi Kampus Terbaik Hasilkan Artikel Ilmiah Umum dan Kesehatan
Libur Panjang, DKI Perketat...
Libur Panjang, DKI Perketat Pengawasan Prokotol Kesehatan di Tempat Umum
Berita Terkini
Manohara Tolak Flexing,...
Manohara Tolak Flexing, Pilih Habiskan Uang untuk Merawat 8 Anjing dan 4 Kucing
4 jam yang lalu
Tak Cuma Jago Melukis!...
Tak Cuma Jago Melukis! RizkyAmom Sukses Padukan Seni Lukis, Ilustrasi, dan Clay Art Jadi Konten Edukatif
5 jam yang lalu
Sambut Liburan Sekolah,...
Sambut Liburan Sekolah, Central Park 2 Hadirkan Dunia Manis dan Menggemaskan melalui Tuntunzai Capybara Chocolate
5 jam yang lalu
Dari Hobi Jadi Cuan!...
Dari Hobi Jadi Cuan! Begini Strategi Rizkyamom Menggaet Klien Pertama di Industri Seni
6 jam yang lalu
Ruben Onsu Janji Tak...
Ruben Onsu Janji Tak Batasi Sarwendah Bertemu Anak Jika Menang Gugatan Hak Asuh
6 jam yang lalu
4 Drama Korea Paling...
4 Drama Korea Paling Ditunggu Juli 2026, dari Romansa hingga Thriller Aksi
6 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved