Ini yang Terjadi pada Tubuh Jika Berhenti Minum Susu
Senin, 18 September 2017 - 05:30 WIB
Ini yang Terjadi pada Tubuh Jika Berhenti Minum Susu
A
A
A
JAKARTA - Susu hewani, terutama susu sapi, dianggap sebagai makanan yang paling lengkap. Tak hanya untuk anak-anak, orang dewasa pun masih suka mengonsumsi susu untuk kesehatan. Banyak yang percaya susu punya manfaat dari memperkuat tulang hingga mencerahkan kulit.
Tapi, benarkah susu sapi memiliki manfaat seperti yang selama ini dikenal? Benarkah susu bisa membuat kulit cerah? Benarkah susu bisa membuat tulang lebih kuat? Dikutip dari Times of India, berikut sejumlah jawaban untuk mitos seputar susu sapi.
1. Susu memperkuat tulang
Mitos terbesar terkait susu adalah tanpa susu, tidak ada otot. Sebuah kajian terbaru yang dipublikasikan British Medical Journal menyatakan, kian banyak susu yang dikonsumsi, semakin tinggi peluang terkena retak tulang pinggang. Jadi, bisa dikatakan, tidak terlalu perlu minum susu untuk memperkuat tulang.
2. Tidak ada kekurangan kalsium
Kalsium tidak hanya terkandung dalam susu. Bahkan, jika Anda mengonsumsi buah, sayuran hijau, kacang-kacangan, susu kacang seperti susu almond dan sereal, Anda bisa tetap memiliki gigi dan tulang kuat tanpa harus takut kekurangan kalsium.
3. Selamat tinggal masalah perut
Sering kali ada yang mengatakan bahwa susu menyembuhkan masalah pencernaan. Tapi, ada juga orang yang tidak bisa bertoleransi pada laktosa yang terkandung di dalam susu. Mereka yang intoleran terhadap laktosa bisa mengalami konstipasi atau sembelit. Laktase, enzim yang bertanggung jawab untuk memecah produk susu, berhenti dihasilkan tubuh jika Anda intoleran terhadap laktosa. Jadi, sampai Anda berhenti mengonsumsi susu, masalah perut Anda tidak akan tuntas.
4. Risiko rendah terkena beberapa penyakit
Menurut riset, mereka yang berhenti mengonsumsi susu atau bertahan untuk tidak mengonsumsinya berada dalam kondisi risiko rendah terkena kanker. Selain itu, susu kemasan yang tersedia di pasaran mungkin rendah lemak tapi tinggi gulanya, yang membuat orang jadi rentan terkena diabetes. Jadi, mereka yang intoleran terhadap laktosa berisiko rendah terkena diabetes.
5. Kulit lebih sehat
Sebenarnya, tidak ada hubungan antara kulit sehat dengann susu. Meski begitu, ada mitos yang beredar dan menyebut bahwa susu bisa membuat kulit lebih cerah dan putih. Dermatologis justru merekomendasikan untuk berhenti mengonsumsi susu jika Anda punya masalah kulit seperti jerawat, eksim atau gangguan kulit lainnya. Kalau Anda punya masalah kulit, berhentilah minum susu dan lihat perbedaannya.
6. Turun berat badan
Kebanyakan konsumsi susu bisa menyebabkan perut kembung. Tidak ada kajian ilmiah yang memperlihatkan minum susu akan membantu Anda menurunkan berat badan. Kalau Anda ingin menurunkan berat badan, konsumsilah susu kedelai atau susu almond untuk hasil yang lebih baik.
7. Hormon seimbang
Sapi sering kali disuntik hormon untuk meningkatkan produksi susu. Akibatnya, kita juga turut mengonsumsi hormon ini dan mengekspos tubuh kita ke ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan masalah seperti tiroid. Hormon buatan sangatlah berbahaya dan konsumsi hormon seperti ini harus segera dihentikan. Selain itu, susu secara alamiah mengandung hormon seperti progesteron dan testosteron.
Tapi, benarkah susu sapi memiliki manfaat seperti yang selama ini dikenal? Benarkah susu bisa membuat kulit cerah? Benarkah susu bisa membuat tulang lebih kuat? Dikutip dari Times of India, berikut sejumlah jawaban untuk mitos seputar susu sapi.
1. Susu memperkuat tulang
Mitos terbesar terkait susu adalah tanpa susu, tidak ada otot. Sebuah kajian terbaru yang dipublikasikan British Medical Journal menyatakan, kian banyak susu yang dikonsumsi, semakin tinggi peluang terkena retak tulang pinggang. Jadi, bisa dikatakan, tidak terlalu perlu minum susu untuk memperkuat tulang.
2. Tidak ada kekurangan kalsium
Kalsium tidak hanya terkandung dalam susu. Bahkan, jika Anda mengonsumsi buah, sayuran hijau, kacang-kacangan, susu kacang seperti susu almond dan sereal, Anda bisa tetap memiliki gigi dan tulang kuat tanpa harus takut kekurangan kalsium.
3. Selamat tinggal masalah perut
Sering kali ada yang mengatakan bahwa susu menyembuhkan masalah pencernaan. Tapi, ada juga orang yang tidak bisa bertoleransi pada laktosa yang terkandung di dalam susu. Mereka yang intoleran terhadap laktosa bisa mengalami konstipasi atau sembelit. Laktase, enzim yang bertanggung jawab untuk memecah produk susu, berhenti dihasilkan tubuh jika Anda intoleran terhadap laktosa. Jadi, sampai Anda berhenti mengonsumsi susu, masalah perut Anda tidak akan tuntas.
4. Risiko rendah terkena beberapa penyakit
Menurut riset, mereka yang berhenti mengonsumsi susu atau bertahan untuk tidak mengonsumsinya berada dalam kondisi risiko rendah terkena kanker. Selain itu, susu kemasan yang tersedia di pasaran mungkin rendah lemak tapi tinggi gulanya, yang membuat orang jadi rentan terkena diabetes. Jadi, mereka yang intoleran terhadap laktosa berisiko rendah terkena diabetes.
5. Kulit lebih sehat
Sebenarnya, tidak ada hubungan antara kulit sehat dengann susu. Meski begitu, ada mitos yang beredar dan menyebut bahwa susu bisa membuat kulit lebih cerah dan putih. Dermatologis justru merekomendasikan untuk berhenti mengonsumsi susu jika Anda punya masalah kulit seperti jerawat, eksim atau gangguan kulit lainnya. Kalau Anda punya masalah kulit, berhentilah minum susu dan lihat perbedaannya.
6. Turun berat badan
Kebanyakan konsumsi susu bisa menyebabkan perut kembung. Tidak ada kajian ilmiah yang memperlihatkan minum susu akan membantu Anda menurunkan berat badan. Kalau Anda ingin menurunkan berat badan, konsumsilah susu kedelai atau susu almond untuk hasil yang lebih baik.
7. Hormon seimbang
Sapi sering kali disuntik hormon untuk meningkatkan produksi susu. Akibatnya, kita juga turut mengonsumsi hormon ini dan mengekspos tubuh kita ke ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan masalah seperti tiroid. Hormon buatan sangatlah berbahaya dan konsumsi hormon seperti ini harus segera dihentikan. Selain itu, susu secara alamiah mengandung hormon seperti progesteron dan testosteron.
(alv)