Mengatasi Saraf Terjepit

loading...
Mengatasi Saraf Terjepit
Mengatasi Saraf Terjepit
JAKARTA - Dipicu aktivitas fisik berlebih atau trauma, diskus vertebra dapat mengalami kerusakan berupa herniasi (tonjolan tidak normal) atau disebut saraf terjepit. Kondisi ini sangat mengganggu dan menimbulkan nyeri maupun baal.

Herniasi diskus vertebralis menyebabkan penekanan pada saraf sekitar. Ini yang kemudian dikenal masyarakat sebagai saraf terjepit (herniated nucleus pulposus /HNP).

“Herniasi diskus ruas tulang lumbar lebih sering terjadi karena ruas tulang lumbarlah yang menopang berat tubuh dalam beraktivitas sehari-hari,” kata dr Mahdian Nur Nasution SpBS, pakar nyeri Klinik Nyeri dan Tulang Belakang Onta Merah, Jakarta.

Herniasi diskus vertebralis sebenarnya terjadi pada 56% orang dewasa usia kerja (21-59 tahun), tetapi 35% di antaranya bersifat asymptomatic sehingga tidak menimbulkan gejala. Sisanya 20% memiliki gejala dari ringan hingga berat.



“Yang datang ke klinik umumnya sudah berat dan tidak bisa beraktivitas,” ucap dr Mahdian.

Adapun gejala pertama yang muncul adalah rasa tidak nyaman, seperti nyeri di daerah bokong, paha, dan betis. Sementara jika herniasi diskus terjadi pada ruas tulang servikal, gejala yang muncul berupa nyeri pada daerah lengan dan bahu.

“Rasa sakit ini bisa muncul saat bersin, batuk, atau ketika menggerakkan tubuh dari satu posisi ke posisi lainnya,” ujar dr Mahdian.



Kesemutan dan mati rasa (baal) pada area tertentu tubuh yang terjadi berulang kali juga bisa menjadi tanda awal herniasi diskus vertebralis. Dapat juga ditandai dengan melemahnya kekuatan otot.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top