Pola Makan Tak Sehat Bisa Sebabkan Kematian

Rabu, 20 September 2017 - 15:07 WIB
Pola Makan Tak Sehat...
Pola Makan Tak Sehat Bisa Sebabkan Kematian
A A A
JAKARTA - Sebuah penelitian terbaru mengungkap asupan nutrisi yang buruk berpengaruh besar pada kesehatan. Pada beberapa kasus, hal ini bisa menyebabkan kematian. Artinya, pola makan tak sehat bisa menyebabkan kematian.

Dilansir Medical Daily, satu dari lima kematian di dunia pada 2016 disebabkan karena pola makan yang salah. Akibatnya, penelitian berjudul The Global Burden of Disease ini menyatakan pola makan yang salah menjadi pembunuh terbesar.

"Secara khusus, makan makanan yang rendah biji-bijian utuh, buah-buahan, kacang-kacangan, minyak ikan, dan tinggi garam merupakan faktor risiko yang paling umum," kata tim peneliti menuliskan dalam laporan yang dipublikasikan di jurnal medis The Lancet.

Secara global ditemukan 10 besar faktor risiko kematian bagi pria dan wanita, di antaranya adalah gula darah tinggi, tekanan darah tinggi, indeks massa tubuh tinggi, dan kolesterol tinggi. Faktor tersebut bisa disebabkan oleh kebiasaan makan yang buruk, begitu juga dengan penyebab lainnya.

Selain itu, merokok juga menjadi penyebab kematian. Tercatat, merokok telah membunuh sekitar 7,1 juta orang di 2016.

"Ini sangat besar. Merokok ada di antara masalah sangat besar di dunia. Ini merupakan klaster yang semakin memburuk," terang peneliti utama Dr Christopher Murray, Direktur Institute of Health Metrics and Evaluatin (IHME) Universitas Washington.

Penelitian ini juga menunjukkan orang bisa hidup lebih lama, namun menjalaninya dalam kondisi sakit. "Kematian adalah motivasi paling kuat, baik bagi individu dan negara-negara, untuk mengutarakan penyakit yang telah membunuh banyak orang. Namun, kita kurang termotivasi untuk mengungkapkan isu yang menimbulkan penyakit," papar Murray.

Sementara data tahun ini menunjukkan, kurang dari 5 juta anak di bawah usia 5 tahun meninggal pada 2016.

"Meskipun terjadi peningkatan ini, kita menghadapi tiga serangkai yang menjadi tantangan banyak negara dan komunitas, obesitas, konflik, dan penyakit mental, termasuk gangguan penggunaan zat," tutup Murray.
(tdy)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama The Stolen Fairytale di V+Short, Dibintangi Dinda Mahira hingga Venly Arauna
25 menit yang lalu
Urus Perjalanan Bisnis...
Urus Perjalanan Bisnis Perusahaan Lebih Praktis dengan Bantuan 24 Jam
55 menit yang lalu
Hepatitis Merusak Hati...
Hepatitis Merusak Hati Diam-Diam, Kenali Tanda dan Cara Mencegahnya
2 jam yang lalu
Desta Bagikan Kabar...
Desta Bagikan Kabar usai Operasi Mata, Begini Kondisinya Sekarang
3 jam yang lalu
KIKO dan LOLA Siap Sapa...
KIKO dan LOLA Siap Sapa Penggemar di Pollux Mall Cikarang, Gratis!
3 jam yang lalu
Mediasi Ruben Onsu dan...
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Masih Buntu, Sidang Ditunda hingga 6 Agustus
4 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved