Kebanyakan Menonton Televisi Tingkatkan Risiko Kematian

Senin, 25 September 2017 - 00:16 WIB
Kebanyakan Menonton...
Kebanyakan Menonton Televisi Tingkatkan Risiko Kematian
A A A
JAKARTA - Televisi dikenal sebagai salah satu alat hiburan yang paling murah. Tapi, meski mampu menghibur, menonton televisi terlalu lama bisa jadi pembunuh secara perlahan.

Hal ini terbukti melalui sebuah penelitian di Australia yang dipublikasikan di jurnal Medicine & Science in Sports & Exercise. Menurut penelitian itu, setiap jam menonton televisi dikaitkan dengan peningkatan 12% risiko kematian karena inflamasi atau peradangan.

Dilansir dar New York Post, penelitian ini melibatkan lebih dari 8.900 responden usia dewasa yang dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan kebiasaan waktu menonton televisi, yaitu kurang dari dua jam, dua sampai empat jam dan lebih dari empat jam. Para peneliti pun menemukan ada 909 orang meninggal dunia, 130 disebabkan oleh inflamasi, seperti peradangan di sistem pernapasan.

Peneliti utama, dr Megan Grace, mengungkapkan, bahwa risiko kematian akibat inflamasi sebesar 54% pada orang yang menonton televisi antara 2—4 jam sehari. Sedangkan orang yang menonton televisi lebih dari empat jam dalam sehari mengalami risiko kematian dua kali lipat.

"Waktu menonton televisi dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian akibat inflamasi. Ini konsisten dengan hipotesis bahwa menonton televisi tinggi mungkin terkait dengan keadaan peradangan kronis," papar dr Grace.

Peradangan yang terjadi pada tubuh merupakan respons normal dimana bahan kimia dilepaskan ke dalam darah sebagai respons terhadap kejadian berbahaya untuk membantu pemulihan. Selain itu, ketika sistem kekebalan tubuh merasakan bahaya seperti stres atau infeksi, akan merespons dengan mengaktifkan protein sebagai pelindung sel dan jaringan.

Peradangan bisa menjadi berbahaya jika bahan kimia tersebut berada di tubuh dalam waktu yang lama lantaran bisa menyebabkan penyakit. "Orang harus berusaha untuk duduk lebih sedikit dan bergerak lebih banyak sepanjang hari mereka karena kita percaya ada manfaat kesehatan," kata dia.
(alv)
Berita Terkait
Meningkatkan Akses Layanan...
Meningkatkan Akses Layanan Konseling Keluarga Jakarta melalui Mobil SAPA
Langgar Protokol Kesehatan,...
Langgar Protokol Kesehatan, Angkutan Umum Akan Ditindak Tegas
Transportasi Umum Harus...
Transportasi Umum Harus Higienis dan Terapkan Protokol Kesehatan
Kuliah Umum UMJ Bahas...
Kuliah Umum UMJ Bahas Pentingnya Transformasi Sistem Kesehatan Nasional
Unpad Jadi Kampus Terbaik...
Unpad Jadi Kampus Terbaik Hasilkan Artikel Ilmiah Umum dan Kesehatan
Libur Panjang, DKI Perketat...
Libur Panjang, DKI Perketat Pengawasan Prokotol Kesehatan di Tempat Umum
Berita Terkini
Indonesia Manufacturing...
Indonesia Manufacturing Symposium 2026, Membangun Sistem Enterprise
3 jam yang lalu
Album Baru Slank Republik...
Album Baru Slank Republik Fufu Fafa Resmi Meluncur, Sarat Kritik Sosial
4 jam yang lalu
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh dengan Keseruan: Menjelajahi Pesona Malaysia, Singapura & Thailand
5 jam yang lalu
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 62: Dipa Terus Memprovokasi Novan, Sementara Davina Merasakan Firasat Buruk
5 jam yang lalu
Shopee Campus Cup Diperpanjang!...
Shopee Campus Cup Diperpanjang! Waktunya All Out & Kumpulkan Poin untuk Bawa Kampus Kamu Jadi Juara!
6 jam yang lalu
Kini Merawat Kulit Jadi...
Kini Merawat Kulit Jadi Lebih Personal, Teknologi EXO3 Siap Manjakan Kulitmu dari Rumah
6 jam yang lalu
Infografis
15 Jurusan UI yang Sepi...
15 Jurusan UI yang Sepi Peminat, Referensi Tingkatkan Peluang Lolos SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved