Yayasan Rumah Rachel Ajak Masyarakat Renungkan Berharganya Hidup

Jum'at, 13 Oktober 2017 - 15:33 WIB
Yayasan Rumah Rachel...
Yayasan Rumah Rachel Ajak Masyarakat Renungkan Berharganya Hidup
A A A
Dalam rangka memperingati Hari Asuhan Paliatif Anak Sedunia, penyedia layanan asuhan paliatif anak, Yayasan Rumah Rachel menggelar instalasi The Living Wall di kawasan Cilandak, Jakarta, 13-15 Oktober 2017.

"Dalam rangka Hari Asuhan Paliatif Anak Sedunia, kami bermaksud mengajak masyarakat untuk mendukung asuhan paliatif bagi begitu banyak anak-anak yang hidup dengan penyakit berat serta keluarganya di Jakarta," kata CEO Yayasan Rumah Rachel Kartika Kurniasari saat jumpa pers di kawasan Cilandak, Jakarta, Jumat (13/10/2017).

Diperkirakan kurang dari 1% dari 700 ribu anak Indonesia yang hidup dengan penyakit berat bisa mengakses asuhan paliatif, sementara sisanya hidup dalam kesakitan.
Guna anak Indonesia dapat hidup terbebas dari nyeri, Kartika berharap pemerintah dapat meningkatkan layanan jaminan kesehatan nasional (JKN) dengan mencakup layanan asuhan paliatif, termasuk dalam biaya lingkungan rumah sakit dan rumah pasien.

"Pemerintah juga dapat membantu memastikan penerapan asuhan paliatif berjalan baik dengan menerbitkan panduan dan kebijakan untuk memastikan asuhan paliatif sebagai komponen inti sistem kesehatan nasional. Jika kita bekerja bersama bisa merubah hidup ratusan ribu anak yang hidup dengan penyakit berat dan keluarga mereka di berbagai penjuru Indonesia," jelasnya.

The Living Wall merupakan serangkaian papan tulis raksasa yang mengajak masyarakat untuk menjawab pertanyaan "apa yang akan kamu lakukan jika ini hari terakhirmu?". Melalui acara ini, masyarakat diajak untuk merenungkan betapa berharganya hidup yang dimiliki serta banyaknya anak Indonesia yang hidup dengan penyakit berat dan tidak memiliki hari esok.

"Dengan bertanya ke masyarakat apa yang akan mereka lakukan jika ini hari terakhir, kami berharap dapat memicu dialog tentang asuhan paliatif dan kesulitan yang dihadapi anak-anak yang hidup dengan penyakit berat," pungkasnya.
(tdy)
Berita Terkini
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
17 menit yang lalu
Tak Hanya Ganggu Mental,...
Tak Hanya Ganggu Mental, Sering Marah-marah Bisa Melemahkan Daya Tahan Tubuh
58 menit yang lalu
Babak Baru Kasus Erin...
Babak Baru Kasus Erin Wartia, Pelapor Serahkan Dokumen LPSK ke Penyidik
1 jam yang lalu
Pesona China yang Berbeda:...
Pesona China yang Berbeda: Eksplor Keunikan Infrastruktur Chongqing dan Alam Zhangjiajie
2 jam yang lalu
Cut Meyriska Syok Hanania...
Cut Meyriska Syok Hanania Travel Bermasalah, Padahal Sudah Kantongi Akreditasi dan Rekor MURI
2 jam yang lalu
Desainer Indonesia Ditantang...
Desainer Indonesia Ditantang Jadi Agen Perubahan, Tak Lagi Sekadar Estetika
2 jam yang lalu
Infografis
Ilmuwan Swiss Berhasil...
Ilmuwan Swiss Berhasil Ciptakan Baterai Hidup dari Jamur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved