Hari Cuci Tangan Sedunia, Kemenkes Ingatkan Pentingnya Kebersihan Tangan

Minggu, 22 Oktober 2017 - 23:41 WIB
Hari Cuci Tangan Sedunia,...
Hari Cuci Tangan Sedunia, Kemenkes Ingatkan Pentingnya Kebersihan Tangan
A A A
JAKARTA - Istilah masa depan ada di tangan kita memang benar karena masa depan kita memang tergantung pada kebersihan tangan kita. Tangan yang kotor akan menyebarkan penyakit, terutama diare dan infeksi saluran pernapasan (ISPA). Karena itulah, Tema Hari Cuci Tangan Sedunia pada 2017 adalah Tangan Kita, Masa Depan Kita.

Pada Sabtu, 21 Oktober 2017, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bermitra dengan Millennium Challenge Account-Indonesia (MCA-Indonesia) menyelenggarakan peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia. Peringatan ini, dilaksanakan di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Teratai, Taman Honda Tebet, Jakarta Selatan.

Menurut penelitian Badan Kesehatan Dunia (WHO), cuci tangan pakai sabun mampu mengurangi angka diare dan ISPA sampai hampir setengahnya. Namun demikian CTPS baru dilakukan oleh 47 % orang Indonesia (data Riskesdas 2013). Bahkan di kalangan keluarga termiskin yang akses ke air bersihnya sulit, hanya 36,2 % yang melakukan CTPS.

Direktur Program Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat untuk Mengurangi Stanting (PKGBM), MCA-Indonesia Iing Mursalin mengatakan CTPS harus dilakukan dengan sabun dan air besih yang mengalir. Terutama ketika sesudah buang air besar (BAB), sesudah membersihkan (BAB) anak, sebelum makan, sebelum memberikan makan anak, dan sebelum memasak.

“Menurut riset formatif MCA-Indonesia pada 2014, hanya sepertiga rumah tangga yang memiliki sabun. Akses terhadap air bersih baru dinikmati oleh 66,8% penduduk Indonesia (Riskesdas 2013). Di samping itu, lebih dari 50 juta orang Indonesia masih buang air besar sembarangan. Semua ini menyebabkan tingginya angka diare,” papar Iing di Taman Honda, Tebet.

Dia mengatakan balita yang sering menderita diare lebih berisiko terkena kekurangan gizi kronis atau stanting. Ini karena ketika anak diare asupan gizi banyak terbuang dan ususnya tidak optimal menyerap gizi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang. Belum lagi, anak sakit cenderung turun selera makannya sehingga asupan gizinya pun semakin rendah.

Energi yang dibutuhkan anak untuk tumbuh kembang teralihkan untuk melawan penyakit. Ini semua berpengaruh terhadap status gizi anak. Semakin sering anak diare, semakin besar ancaman kekurangan gizi kronis pada dirinya. Berdasarkan data Riskedas 2013, sebanyak 9 juta atau 1 dari 3 Balita di Indonesia saat ini mengalami stunting.

Masalah stunting pada anak berimplikasi serius terhadap kualitas sumber daya manusia dan kemampuan produktif suatu bangsa. Kekurangan gizi kronis atau stunting menghambat perkembangan otaknya, sehingga mempengaruhi kecerdasannya.

Potensinya tidak akan terpenuhi secara maksimal, dan mempengaruhi tingkat produktivtasnya di masa depan. Kelak ketika dewasa mereka lebih berisiko terkena penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, hipertensi, dan diabetes.

Untuk mengatasi stunting, masyarakat perlu akses terhadap air bersih dan sanitasi, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Sayangnya, baru 32% penduduk Indonesia yang berperilaku hidup sehat (Riskesdas 2013). Akses terhadap sanitasi yang baik berkontribusi terhadap penurunan stunting sebesar 27%.

Pemerintah sudah melaksanakan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), dengan pendekatan perubahan perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat. Program ini bertujuan mengurangi kejadian penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku.
(alv)
Berita Terkait
Meningkatkan Akses Layanan...
Meningkatkan Akses Layanan Konseling Keluarga Jakarta melalui Mobil SAPA
Langgar Protokol Kesehatan,...
Langgar Protokol Kesehatan, Angkutan Umum Akan Ditindak Tegas
Transportasi Umum Harus...
Transportasi Umum Harus Higienis dan Terapkan Protokol Kesehatan
Kuliah Umum UMJ Bahas...
Kuliah Umum UMJ Bahas Pentingnya Transformasi Sistem Kesehatan Nasional
Libur Panjang, DKI Perketat...
Libur Panjang, DKI Perketat Pengawasan Prokotol Kesehatan di Tempat Umum
Unpad Jadi Kampus Terbaik...
Unpad Jadi Kampus Terbaik Hasilkan Artikel Ilmiah Umum dan Kesehatan
Berita Terkini
Ratu Sofya Sambangi...
Ratu Sofya Sambangi Polda Metro Jaya, Ada Apa?
1 jam yang lalu
Maia Estianty Soroti...
Maia Estianty Soroti Dolar Tembus Rp18.000, Curhat soal Pajak
2 jam yang lalu
Begini Respons Ruben...
Begini Respons Ruben Onsu Usai Permintaan Maaf Sarwendah Viral
3 jam yang lalu
Richard Lee Resmi Dilimpahkan...
Richard Lee Resmi Dilimpahkan ke Kejati Banten, Tinggal Tunggu Jadwal Sidang Perdana
5 jam yang lalu
Indonesia Manufacturing...
Indonesia Manufacturing Symposium 2026, Membangun Sistem Enterprise
17 jam yang lalu
Album Baru Slank Republik...
Album Baru Slank Republik Fufu Fafa Resmi Meluncur, Sarat Kritik Sosial
18 jam yang lalu
Infografis
7 Gejala Awal Penyakit...
7 Gejala Awal Penyakit Ginjal yang Terlihat di Kaki dan Tangan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved