Pucuk Cool Jam 2018 Sambangi Kota Bandung dan Cirebon

Minggu, 05 November 2017 - 14:30 WIB
Pucuk Cool Jam 2018...
Pucuk Cool Jam 2018 Sambangi Kota Bandung dan Cirebon
A A A
BANDUNG - Anak muda Kota Bandung dan Cirebon yang masih duduk di bangku SMA, berkesempatan untuk unjuk bakat seni di ajang Pucuk Cool Jam 2018. Event ini merupakan wadah bagi anak SMA untuk menyalurkan minat dan bakat mereka di bidang musik dan tari.

Brand Manager Teh Pucuk Harum Juanita mengatakan, Pucuk Cool Jam 2018 telah digelar oleh Teh Pucuk Harum sejak 2016. Saat itu, jumlah peserta dibatasi 15 dan roadshow hanya dilaksanakan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Ternyata animo dan antusiasme anak SMA untuk ikut ajang ini cukup tinggi. Maka, pada 2017, jumlah peserta lebih banyak, yakni 30. Gelaran roadshow juga diperluas bukan hanya Jabodetabek, tetapi juga Kota Bandung.

"Pucuk Cool Jam merupakan bentuk komitmen untuk mendukung dan mewujudkan generasi muda kreatif, dinamis, berani, dan berprestasi,” kata Juanita saat jumpa media di Jalan Dayang Sumbi, Kota Bandung, Sabtu (4/11/2017).

Pada 2017, ujar Nita, peserta dari Bandung terpilih sebagai pemenang ekstrakurikuler Pucuk Cool Jam 2017 yakni band MD-One dari SMAN 1 Margahayu. Sedangkan band Rumus387 juga dari SMAN 1 Margahayu meraih juara dua Pucuk Cool Jam 2017.

Kota Bandung dipilih Pucuk Cool Jam 2017 karena kota Parijs van Java ini memiliki apresiasi tinggi terhadap musik. Banyak band Tanah Air yang berasal dari Kota Bandung. Sebut saja, Rocket Rockers, Kahitna, dan lain-lain.

Pada 2018, tutur dia, Pucuk Cool Jam akan menjaring 40 band sekolah di Jabotabek, Bandung, dan Cirebon melalui digital audition. Para peserta mendaftar dan mengunggah cover lagu apa saja secara online di www.pucukcooljam.com. Kemudian, lagu peserta harus mengumpulkan nilai 500 bar dengan cara mendapatkan 500-1.000 vote untuk lagu yang telah diunggah dan 834 kali share lagu ke Facebook dan Twitter.

Audisi secara digital tersebut, berlangsung dari November hingga Desember 2017. Sedangkan roadshow kunjungan Pucuk Cool Jam 2018, dilaksanakan pada Januari 2018. Dari 40 band SMA yang terpilih, akan disaring lagi menjadi 10 finalis. Kemudian, juri Pucuk Cool Jam 2018, Iga Massardi dari band Barasuara, memilih tiga pemenang utama dan pemenang ekstrakurikuler.

Selain hadiah, para pemenang berkesempatan manggung di puncak acara Pucuk Cool Jam Festival 2018 di Jakarta dan mendapatkan materi teknik dan wawasan dalam workshop yang diberikan oleh para pengajar di SAE Institute Jakarta. “Band sekolah yang mendapatkan poin tertinggi berdasarkan leaderboard akan dikunjungi oleh tim Pucuk Cool Jam 2018. Saat roadshow, band sekolah yang terpilih bisa tampil di Pucuk Cool Truck,” tutur dia.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaaan SMAN 1 Margahayu Asep Tardia mengatakan, siswa-siswi di SMAN 1 Margahayi mendapat fasilitas ekstrakurikuler. Terdapat 30 kegiatan ekstrakurikuler di sekolah ini, seperti beladiri, keagamaan, seni, dan musik. Sekolah juga menyiapkan pembina dan pelatih agar minat dan bakat siswa berkembang.

“Bahkan kami memberi kesempatan kepada para alumnus untuk melatih adik-adik kelas mereka. Mereka berlatih setelah kegiatan belajar mengajar selesai sekitar pukul 15.30 WIB. Kami berharap siswa SMAN 1 Margahayu bisa kembali berpartisipasi di Pucuk Cool Jam 2018,” kata Asep di tempat sama.

Sementara itu, Aska, vokalis Rocket Rocker mengemukakan, senang bisa berpartisipasi sebagai bintang tamu di ajang Pucuk Cool Jam 2018. Menurut Askar, event ini merupakan ajang kreativitas, silaturahmi, dan berbagi ilmu bagi generasi muda. Persiapan Rocket Rockers untuk acara ini sudah maksimal. Band asal Bandung ini akan membawakan materi lagu dari album baru yang dirilis pada 18 Oktober 2017 lalu berjudul Cheers From Rocket Rockers.

“Tips untuk membentuk band yang solid, cari orang yang klik dengan kalian. Tak harus yang punya skill full dan sempurna dalam memainkan alat musik. Yang penting satu visi dan kesukaan. Insya Allah, band kalian bisa memberi sesuatu yang baru. Selain itu, manfaatkan media sosial secara maksimal. Yang terpenting, jangan memelihara konflik selama lebih dari satu hari.. Silakan tumphkn ide, pemikiran sebebas mungkn selama workshop. Tetapi setelah itu semua harus satu tujuan,” papar Aska. agus warsudi
(alv)
Berita Terkait
Pengelolaan Royalti...
Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan Musik Belum Maksimal
Suaraga 2026 Hadir di...
Suaraga 2026 Hadir di Solo, Padukan Musik, Wellness, dan Budaya dalam Satu Festival
Mahalini Sukses Kuras...
Mahalini Sukses Kuras Emosi Penonton Titik Kumpul Festival Dengan Lagu-Lagu Galau
MNC Peduli Berikan Pelatihan...
MNC Peduli Berikan Pelatihan Musik untuk Siswa Sekolah Alam Tunas Mulia
Aksi Panggung Barasuara...
Aksi Panggung Barasuara Hibur Pengunjung M Bloc Space
Rayakan 28 Tahun Berkarya,...
Rayakan 28 Tahun Berkarya, Jikustik Gelar Roadshow 28 Kota
Berita Terkini
Potret Alyssa Daguise...
Potret Alyssa Daguise Spill Tipis Baby Soso, Warganet: Bule Banget!
1 jam yang lalu
Bukan Keriput, Ini Tanda...
Bukan Keriput, Ini Tanda Penuaan Wajah yang Mulai Muncul di Usia 35 Tahun
2 jam yang lalu
Dokter Ungkap Bahaya...
Dokter Ungkap Bahaya Gula Berlebihan pada Anak, Bisa Turunkan Kecerdasan
3 jam yang lalu
Dokter Ungkap Cara Lepas...
Dokter Ungkap Cara Lepas dari Obat Darah Tinggi, Begini Caranya!
13 jam yang lalu
Film Menjadi Medium...
Film Menjadi Medium Inklusi, Empati, dan Ruang Kolaborasi bagi Anak Muda Indonesia
14 jam yang lalu
Tak Suka Film Horor,...
Tak Suka Film Horor, Rano Karno Nonton 'Ghost in the Cell' karena Dibujuk Istri
15 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved