Cuci Darah Mandiri Bisa Jadi Pilihan Bagi Pasien Gagal Ginjal

Selasa, 07 November 2017 - 11:45 WIB
Cuci Darah Mandiri Bisa...
Cuci Darah Mandiri Bisa Jadi Pilihan Bagi Pasien Gagal Ginjal
A A A
JAKARTA - Konsultan ginjal dan hipertensi RSPAD dr. Jonny, Sp.PD-KGH, MKes, MM, menyayangkan kebijakan dokter di Indonesia yang pada umumnya langsung menganjurkan pasien gagal ginjal tahap akhir untuk langsung cuci darah. Pasalnya, pasien tidak diberi kesempatan untuk memilih pengobatan yang cocok menurut dirinya sendiri.

"Apakah hemodialisa? Apakah CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis) atau yang sering disebut cuci darah mandiri? Apakah melakukan transplantasi ginjal?" tanya dia dalam sebuah seminar di Jakarta, Senin (06/11/2017).

Dia mengatakan, setiap dokter harus memberi arahan, penjelasan dan informasi yang jelas agar pasien bisa menentukan terapi apa yang sesuai dan cocok dengan keinginannya.

Seminar yang digelar oleh Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) bekerjasama dengan Baxter International, sebuah perusahaan global yang bergerak di bidang industri farmasi dan perawatan ginjal mengambil tema “Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik Dengan Perawatan CAPD”.

Lebih lanjut dia mengatakan, selain terapi cuci darah dengan mesin, pasien GGK (Gagal Ginjal Kronik) juga bisa melakukan cuci darah mandiri dengan terapi CAPD.

“Metode ini proses cuci darah mandirinya menggunakan membran peritoneum (rongga perut). Caranya, cairan dialisat dimasukan ke dalam rongga peritoneum, terjadi proses penyaringan darah melalui membran peritoneum. Kemudian dialisat yang mengandung produk sampah tubuh dikeluarkan dari rongga peritoneum,” kata dia.

Keuntungan terapi ini, sambung dia, si pasien tidak perlu datang ke rumah sakit, cukup dilakukan di rumah atau kantor. Fungsi ginjal yang tersisa juga bisa bertahan lebih lama, bahkan bagi yang punya rencana untuk cangkok ginjal, perawatan ini sangat cocok dan menjadi pilihan. Dan juga relatif lebih bebas makan buah dan sayur, serta asupan cairan.

"Tidak berhubungan dengan darah, artinya aman tertular hepatitis, HIV dan penyakit infeksi menular lainnya,” ujar dia.

Ketua KPCDI Tony Samosir mengatakan, organisasi yang dipimpinnya sangat konsen melakukan kegiatan edukasi bagi pasien cuci darah. Selain edukasi, KPCDI juga aktif memberi masukan kepada penentu kebijakan publik.

"Hal ini agar kepentingan pasien benar-benar dilindungi,” kata Tony.
(alv)
Berita Terkait
Meningkatkan Akses Layanan...
Meningkatkan Akses Layanan Konseling Keluarga Jakarta melalui Mobil SAPA
Langgar Protokol Kesehatan,...
Langgar Protokol Kesehatan, Angkutan Umum Akan Ditindak Tegas
Transportasi Umum Harus...
Transportasi Umum Harus Higienis dan Terapkan Protokol Kesehatan
Kuliah Umum UMJ Bahas...
Kuliah Umum UMJ Bahas Pentingnya Transformasi Sistem Kesehatan Nasional
Unpad Jadi Kampus Terbaik...
Unpad Jadi Kampus Terbaik Hasilkan Artikel Ilmiah Umum dan Kesehatan
Libur Panjang, DKI Perketat...
Libur Panjang, DKI Perketat Pengawasan Prokotol Kesehatan di Tempat Umum
Berita Terkini
Liliana Tanoesoedibjo...
Liliana Tanoesoedibjo Ciptakan 12 Lagu Rohani Baru untuk Konser Tehillim dari Perjalanan Kuliah S2 Teologi
9 menit yang lalu
Surya Saputra Datangi...
Surya Saputra Datangi Polda Metro Jaya, Laporkan Pencatutan Identitas di Medsos
45 menit yang lalu
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
2 jam yang lalu
Ratu Sofya Sambangi...
Ratu Sofya Sambangi Polda Metro Jaya, Ada Apa?
5 jam yang lalu
Maia Estianty Soroti...
Maia Estianty Soroti Dolar Tembus Rp18.000, Curhat soal Pajak
5 jam yang lalu
Begini Respons Ruben...
Begini Respons Ruben Onsu Usai Permintaan Maaf Sarwendah Viral
7 jam yang lalu
Infografis
Pakistan Kembangkan...
Pakistan Kembangkan Rudal Canggih Jadi Ancaman bagi AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved