Waspada! Penderita Gonore di Australia Terus Meningkat

Rabu, 08 November 2017 - 03:10 WIB
Waspada! Penderita Gonore...
Waspada! Penderita Gonore di Australia Terus Meningkat
A A A
AUSTRALIA - Penderita kencing nanah atau gonore di Australia terus mengalami peningkatan. Laporan terbaru menyebutkan, penderita penyakit ini melonjak hingga 63% dalam 5 tahun terakhir.

Dilansir CNN, laporan Annual Surveillance Report on HIV, viral hepatitis and sexually transmissible infections in Australia menunjukkan peningkatan kasus kencing nanah menjadi 101 per 100 ribu penduduk dari sebelumnya 62 per 100 ribu penduduk. Kenaikan ini terjadi secara cepat, terutama dalam 2 tahun terakhir.

"Dan temuan ini bukan karena banyaknya tes yang sudah kita lakukan. Kami bingung apa alasan dan penyebab terjadinya lonjakan pengidap kencing nanah, dan penyakit menular seksual lainnya," kata Rebecca Guy, Kepala Program Surveillance Evaluation and Research Program, The Kirby Institute for Infection and Immunity in Society, University of New South Wales.

Berdasarkan laporan tersebut, tercatat 75% kencing nanah terjadi pada pria. Usia 20-29 tahun menjadi kelompok paling berisiko. Sementara pada wanita, gonore terjadi pada usia 15-24 tahun. Selain kencing nanah, penyakit menular seksual lainnya, klamidia dan sifilis juga mengalami kenaikan.

Untuk klamidia, sekitar 71 ribu kasus didiagnosis pada 2016 dan sebesar 75% berasal dari usia 15-29 tahun. Sedangkan pada sifilis, terjadi peningkatan cukup tinggi dalam 5 tahun terakhir yakni 107%. Namun jumlah total kasus lebih sedikit dibandingkan penyakit lainnya, yakni 3.360 kasus pada 2016.

Perubahan gaya hidup dan perilaku seksual dinilai David Harvey dari National Coalition of STD menjadi penyebab utama meningkatnya kasus-kasus penyakit menular seksual di Australia. Sekitar 50-75% pasien pun mengaku tidak mengalami gejala yang membuat harus melakukan pemeriksaan rutin.

Penurunan kasus HIV yang cukup drastis juga menjadi faktor risiko kondisi ini. Pasalnya, jumlah pengidap HIV yang turun menyebabkan usia remaja dan dewasa muda Australia melakukan hubungan seks tanpa kondom.

"Yang perlu diingat bahwa kondom tak hanya mencegah HIV, juga penyakit menular seksual lainnya. Karena itu penggunaan kondom tidak boleh disepelekan meski angka kasus baru HIV menurun dalam beberapa tahun terakhir," terang David.
(tdy)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Amanda Manopo Resmi...
Amanda Manopo Resmi Laporkan Pencemaran Nama Baik Demi Sang Buah Hati
3 jam yang lalu
Benarkah Fruktosa dalam...
Benarkah Fruktosa dalam Buah Bisa Memicu Asam Urat? Ini Penjelasan Guru Besar IPB
6 jam yang lalu
Raffi Ahmad Donasi Rp250...
Raffi Ahmad Donasi Rp250 Juta untuk Wanita Korban Penyiksaan Taufik Hidayat
6 jam yang lalu
Davina Karamoy Curi...
Davina Karamoy Curi Perhatian saat Nonton Ardhito Pramono Manggung di Musiczone Okezone
9 jam yang lalu
Gandeng Fuji, Bella...
Gandeng Fuji, Bella Shofie Ajak Emak-Emak Melek Digital dan Mandiri Secara Finansial
18 jam yang lalu
Sukses Lewat Cerita...
Sukses Lewat 'Cerita Lila', SHOW Bersiap Dukung Deretan Film Indonesia Go International
20 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved